Governance, Risk Management & Compliance

4 Langkah Memperbaiki Engagement

Minggu 7 Agustus 2016 7:53:0

Dimanapun Anda bekerja, banyak hal yang dapat mempengaruhi tingkat engagement, misalnya perubahan dalam organisasi, situasi rumah tangga, kelakuan bos dan sejawat, tantangan proyek-proyek yang ditangani, berbagai peristiwa lokal maupun internasional, dan

Mungkin di antara Anda tergolong sebagai orang yang “fully engaged” di organisasi Anda. Namun ada pula yang tergolong “less engaged”. Namun di kelompok manapun Anda berada, tulisan ini cocok untuk Anda.
Dimanapun Anda bekerja, banyak hal yang dapat mempengaruhi tingkat engagement, misalnya perubahan dalam organisasi, situasi rumah tangga, kelakuan bos dan sejawat, tantangan proyek-proyek yang ditangani, berbagai peristiwa lokal maupun internasional, dan sebagainya.
Namun hal paling mendasar adalah tidak mungkin Anda bisa “engaged” tanpa melakukan usaha upaya apapun. Sesuai Firman Tuhan , “Aku tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum mereka berusaha mengubahnya sendiri”. Ada fakta lain yang sangat umum yaitu Anda dapat merasa “fully engaged” hanya untuk seminggu, selanjutnya tergantung peristiwa yang terjadi.
Engagement bukan sesuatu yang mutlak. Bila Anda saat ini merasa tidak engaged, bukan berarti keadaan tersebut akan berlaku selamanya. Melalui Engagement Model, kita dapat memotret di mana engagement level kita. Baik individu ataupun pemimpin seyogyanya akan berusaha untuk mencapai tingkat engagement tertinggi (lihat segitiga berwarna oranye) yaitu di mana terjadi kontribusi dan kepuasan maksimum.
Sangat wajar saja bila para pemimpin senior dan eksekutif sangat diharapkan dapat menciptakan suasana kerja kondusif, melibatkan semua anggotanya (inklusif), saling mendukung, saling percaya, perlakuan yang adil, menghargai kompetensi setiap orang. Tepat sekali bila seorang pemimpin harus memahami tujuan organisasi, nilai-nilai, dan strategi, lalu bagaimana Anda menyesuaikan diri.
Sangat wajar pula bila karyawan mengharapkan manajemen memperbaiki kebijakan dan mendemonstrasikan sikap perilaku yang menumbuhkan engagement tinggi yang akan menghasilkan kinerja tinggi. Namun tak seorang pun yang mampu membuat Anda menjadi engaged selain Anda sendiri. Engagement Model memperlihatkan hubungan Anda dengan pekerjaan, berdasarkan nilai-nilai yang Anda yakini, talenta, dan aspirasi.

Empat Langkah Sakti

Pertama, kenali apa yang penting untuk Anda. Bila Anda tidak jelas mengenali aspirasi dan faktor-faktor yang memotivasi diri Anda, percayalah, Anda tidak akan mendapatkan kepuasan di tempat kerja. Anda tidak akan mampu menemukan makna dalam pekerjaan, walaupun perusahaan Anda memiliki visi yang menggairahkan dan jenis pekerjaan Anda juga sangat menyenangkan. Nilainilai yang Anda yakini merupakan filter dalam pengambilan keputusan.
Berhentilah sejenak dan temukan nilainilai pribadi Anda – apakah Anda menemukan keselarasan antara “rumah Anda” dengan “kantor Anda”. Artinya, bila sikap Anda secara pribadi tidak sejalan dengan nilai-nilai yang Anda yakini, Anda akan menderita setiap kali berangkat ke kantor. Sebaliknya, bila nilai-nilai Anda sejalan dengan sikap yang harus Anda tunjukkan di tempat kerja, maka akan menjadi pendorong yang kuat untuk mencapai “Great days at work”. Semakin sering akan semakin baik untuk Anda.
Kedua, kenali apa yang penting untuk “bos” Anda. Di tempat kerja, engagement bukan hanya bicara tentang kepuasan Anda. Agar Anda menjadi “full engaged”, Anda perlu menjadi “top performer”. Tetapi Anda tidak akan mencapai presetasi terbaik bila tidak mengetahui apa (dan mengapa) yang diharapkan oleh organisasi Anda yang diwakili oleh “bos” Anda. Kondisi pasar dan strategi dapat berubah dalam sekejap, maka sering-seringlah berkomunikasi dengan “bos” Anda. Fokus dan kerahkan seluruh energi dan talenta Anda hanya pada “very top priorities”di antara daftar panjang tugas Anda.
Ketiga, kembangkan diri berdasarkan kekuatan Anda. Buck Blessing, salah satu pendiri BlessingWhite, menegaskan: “ Bila Anda hanya fokus memenuhi kebutuhan pengembangan diri saja, maka justu Anda hanya akan menjadi orang yang rata-rata saja”. Di sinilah Anda memerlukan feedback dari
orang lain. Lakukan perbaikan diri. Cari kesempatan untuk menerapkan talenta Anda, maka perlahan tapi pasti Anda akan semakin engaged. Perbaiki semua kekurangan yang merupakan penghambat karir yang membuat Anda hanya mampu menghasilkan kinerja yang biasa-biasa saja. Ada dalil yang berlaku di dunia profesional : “Average work is not an ingredient of full engagement”.
Keempat, Commit or quit. Sebaiknya Anda memilih untuk menjadi bintang. Untuk itu Anda harus juga memilih untuk menjaga kondisi kesehatan jiwa dan mental Anda agar dapat bangun pagi setiap hari dengan energi yang cukup selama seminggu yang terdiri dari hari kerja (week days) dan akhir pekan (week
end). Libatkan diri Anda secara spiritual, intelektual, sosial/emosional dengan memanfaatkan hal-hal yang dapat Anda kendalikan di lingkungan Anda sehingga akan mendukung pekerjaan Anda guna menghasilkan yang terbaik. Jangan pernah segan untuk minta bantuan kepada atasan dan orang lain dalam
rangka bukan hanya meningkatkan engagement pribadi tetapi juga untuk tim Anda.
Bila Anda tidak setuju dengan pendapat ini, bantulah diri Anda sendiri : cari posisi lain, atau mungkin juga pekerjaan lain. Tapi ingat pesan ini : “Bahkan bila Anda memiliki pekerjaan yang baik (gaji bagus, fasilitas kesejahteraan juga bagus, dll), tetapi Anda tidak engaged, tunggulah kehancurannya”.
Anda telah menghabiskan ribuan jam setiap tahun di tempat kerja. Jangan sia-siakan pengorbanan ini tanpa makna sedikitpun. Mengapa membiarkan diri Anda dengan ketidakpuasan di tempat kerja ? Cepat atau lambat, ketidakpuasan itu akan menghancurkan kehidupan pribadi Anda.
What are you waiting for? Choose to be more engaged.


Non Bank

Indofood dan Anak Usaha Bagi-bagi Dividen

PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan anak usahanya PT Indo

PMK 75/2011 Direvisi, LPDB KUMKM Bisa Langsung Biayai UMKM

"Selama ini kita hanya bisa membiayai skim pembiayaan u

Laba Bersih Bersih Sinarmas MSIG Life Tumbuh 49 Persen di 2017

Selain mengumumkan catatan pertumbuhan positif selama 2

Untuk Kemudahan Nasabah, Sequis Life Luncurkan Aplikasi Polisku

Sequis Polisku yaitu aplikasi mobile dan website untuk

Portofolio

Ini 57 Entitas Yang Aktivitasnya Dilarang Satgas Waspada Investasi OJK

Imbauan ini dikeluarkan mengingat entitas tersebut tida

Gandeng China Galaxy Securities, CIMB Awali Bisnis Pialang Saham di Asia

Usaha patungan berpeluang tumbuh untuk mendukung aktivi

Menkeu Berharap Pemda Manfaatkan Investasi untuk Bangun Daerah

Menkeu mencontohkan daerah Halmahera Utara dan Tabanan

Masyarakat Indonesia Mulai Minati Cryptocurrency

puluhan ribu masyarakat Indonesia diklaim telah mulai t

Interview

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Profesional Indonesia Berpotensi Pindah Negara

Pasar bebas ASEAN yang berlaku efektif awal tahun 2016

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi