Governance, Risk Management & Compliance

AAJI Gali Potensi Pasar Asuransi Jiwa di Segmen Milenial

Rabu 11 September 2019 15:33:0

AAJI kembali menyelenggarakan DRIM AAJI 2019 pada 25-27 September 2019 nanti. Seminar yang mengupas tentang perkembangan digital dan risk manajement di sektor asuransi.

JAKARTA, Stabilitas -- Teknologi tidak hanya mengubah perilaku individu dalam melakukan kegiatan seharihari, namun juga mengubah pelaku bisnis dalam menjalankan bisnisnya. Perkembangan teknologi digital keuangan telah mengubah lanskap bisnis saat ini, dimana setiap pelaku industry keuangan harus terus memantau dan bergerak cepat dalam melihat kebutuhan yang ada.

AAJI berkomitmen untuk mendorong pelaku industri asuransi dan industri terkait lainnya untuk terus menerapkan best practices teknologi digital yang tepat guna di industri asuransi. Untuk itu, AAJI kembali menyelenggarakan DRIM AAJI 2019 pada 25-27 September 2019 nanti.

Merujuk data dari Hootsuite.com mengenai tren internet dan media social 2019, dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 268,2 juta, Pengguna Internetnya telah mencapai 150 juta (tumbuh 13%), 150 juta Pengguna Media Sosial (tumbuh 15%) dimana 86% dari mereka melakukan pembelian secara online dan 93% melakukan pencarian produk/layanan secara online. Data ini memperlihatkan tingginya pengguna internet di Indonesia dan menggambarkan betapa besarnya keinginan masyarakat mendapatkan informasi yang cepat dan realtime.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan, pelaku industri asuransi jiwa harus segera menyiapkan strategi untuk menjawab perkembangan dunia digital saat ini.

"Perkembangan teknologi digital selayaknya diintegrasikan di dalam perencanaan bisnis perusahaan, dimana hal ini diharapkan dapat memaksimalkan penetrasi saluran distribusi, pengembangan produk, pelayanan pelanggan, bisnis proses, dan lain-lain" jelas Budi Tampubolon di Rumah AAJI, Jakarta, Rabu (11/9).

Dengan diadakannya DRIM 2019 diharapkan dapat mendorong industri asuransi agar siap menghadapi era digital ini dan kiranya dapat mendukung pengembangan beragam platform digital yang akan mendorong percepatan bisnis dalam meningkatkan penetrasi asuransi jiwa di Indonesia.

Seminar DRIM AAJI 2019 mengangkat tema Capturing Potentials among Digital Millennials, akan diadakan di The Westin Resort Nusa Dua Bali, 25 - 27 September 2019. Kegiatan ini akan menghadirkan beberapa pembicara dan pakar dunia digital, industri asuransi serta pelaku yang telah memanfaatkan teknologi keuangan berbasis digital.

‘Jumlah milenial di Indonesia itu sangat besar dimana sebagian dari mereka adalah pengguna internet dan sangat aktif dalam menggunakan layanan digital keuangan. DRIM AAJI 2019 bertujuan untuk mendorong industri asuransi agar lebih paham dan melihat potensi serta keunikan generasi milenia ini", tutur Wiroyo Karsono, Ketua Panitia DRIM AAJI 2019.

Wiroyo menambahkan, melalui seminar ini, diharapkan nantinya, perusahaan asuransi dapat menganalisa secara tepat dan dapat menentukan keputusan bisnis terbaik guna meraih potensial generasi milenial, melalui literasi dan inklusi keuangan berbasis digital yang dilakukan.

Selain mengikuti seminar, peserta dari Industri Asuransi akan mendapatkan 40 Poin Manajemen Program, Manajemen Risiko Asuransi dari Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI).

Pendapatan Industri Asuransi Jiwa QII 2019 Tumbuh 31,9%

Wed, 11 Sep 2019 - Di kuartal Kedua 2019, total Pendapatan Premi memang mengalami perlambatan 3,6% menjadi Rp.90,25 triliun namun memiliki kontribusi terhadap Total Pendapatan sebesar 76,3%.

MDRT Didorong Jadi Standard Kualifikasi Agen Asuransi Jiwa

Tue, 23 Jul 2019 - "Komunitas MDRT tumbuh 30 persen dalam dua tahun terakhir. Perannya sangat besar bagi pertumbuhan industri asuransi jiwa," ujar Budi.

AAJI Catat Total Pendapatan Naik 19,7 Persen

Thu, 20 Jun 2019 - Total Pendapatan Premi pada kuartal pertama tercatat Rp 46,40 triliun dibanding kuartal pertama 2018 sebesar Rp 52,49 triliun, yang berkontribusi terhadap 74,6 persen Total Pendapatan, melambat sebesar 11,6 persen.

Ini Peluang dan Tantangan Industri Asuransi Jiwa di 2019

Thu, 28 Mar 2019 - Sebagai kontributor utama industri asuransi, tingkat penetrasi asuransi jiwa masih sangat rendah dibandingkan dengan PDB, hanya berkisar antara 1-1,5 persen.

AAJI: Kinerja Asuransi Merosot

Wed, 27 Feb 2019 - Pertumbuhan industri asuransi jiwa nasional mencatat penurunan 19,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sementara Total Pendapatan Premi turut melambat 5,0 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kuartal III, Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Melambat 15%

Sat, 08 Dec 2018 - Industri asuransi jiwa pada kuartal ketiga 2018 mencatatkan total pendapatan (income) Rp 149,87 triliun, melambat dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp 177,42 triliun atau mangalami perlambatan 15,5%.



Non Bank

Pendapatan Industri Asuransi Jiwa QII 2019 Tumbuh 31,9%

Di kuartal Kedua 2019, total Pendapatan Premi memang me

AAJI Gali Potensi Pasar Asuransi Jiwa di Segmen Milenial

AAJI kembali menyelenggarakan DRIM AAJI 2019 pada 25-27

Dukung Inklusi Keuangan, Cigna Bermitra dengan Lifepal

PT Asuransi Cigna meresmikan kerja sama dengan Lifepal,

Perluas Pasar Sumatera, Generali Resmikan Kantor Baru di Palembang

Pembukaan kantor lantaran didukung oleh potensi dan tin

Portofolio

Tamasia Targetkan Jual 150 Kg Emas

CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan

Unilever Raup Laba Rp21,5Triliun

Penjualan di pasar domestik mendominasi pendapatan bers

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi