Governance, Risk Management & Compliance

Akhirnya, Kabupaten Sanggau ‘Tersentuh’ Program BBM Satu Harga

Kamis 9 Nopember 2017 10:19:0

Setelah membuka SPBKB AKR di kawasan Ledo, Kabupaten Bengkayang, PT AKR Corporindo Tbk kembali meresmikan pembukaan SPBKB di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

JAKARTA-Sebagai salah satu perusahaan yang dipercaya menjadi Lembaga Penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) di Indonesia, PT AKR Corporindo Tbk terus menambah gerai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (SPBKB) miliknya. Setelah baru saja membuka SPBKB AKR di kawasan Ledo, Kabupaten Bengkayang, kini emiten berkode saham AKRA tersebut meresmikan pembukaan SPBKB di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. “(SPBKB di Sanggau) Ini menjadi titik gerai ke-29 Program BBM Satu Harga kami. Total hingga akhir tahun kami akan menambah tujuh gerai sebagai perwujudan komitmen kami mendukung program BBM Satu Harga pemerintah,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, Susyanto, dalam keterangan resmi perusahaan, Kamis (9/11).

Selain dihadiri langsung oleh Dirjend Migas Kementerian ESDM, peresmian SPBKB Sanggau juga dihadiri Anggota Komite BPH Migas M Ibnu Fajar dan Hendry Ahmad, Anggota Komisi VII DPR RI Katherine Angela Oendoen dan juga Direktur PT AKR Corporindo Tbk, Nery Polim. “Melalui program BBM Satu Harga, pemerintah bersama Pertamina dan AKR berkomitmen terus menambah jumlah lembaga penyalur BBM di seluruh Indonesia. Ini merupakan salah satu agenda prioritas Pemerintahan Jokowi-JK yang termasuk dalam Nawacita membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan,” tutur Susyanto. SPBKB Sanggau sendiri dibangun di lokasi dengan jarak 20 km dari Lembaga penyalur eksisting. Saat ini harga minyak solar di level pengecer di kawasan tersebut mencapai Rp7.000 per liter. Total kapasitas BBM di SPBKB Sanggau sebesar 40 KL, yaitu 20 KL untuk minyak Solar dan 20 KL untuk BBM jenis AKRA 92.



Non Bank

Pelanggaran Fintech, Pertemuan OJK dan LBH Belum Ada Titik Temu

Belum ada titik temu disebebkan belum ada kesepahaman m

Industri Halal Indonesia Masih Tertinggal

Dalam mengembangkan Industri halal, tentunya tidak terl

Amartha Konsisten Gandeng UMKM Perempuan

PT Amartha Mikro Fintek terus berkomitmen menyalurkan p

Kuartal III, Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Melambat 15%

Industri asuransi jiwa pada kuartal ketiga 2018 mencata

Portofolio

2019, Pasar modal syariah akan lebih baik dari 2018

Perbaikan itu bukan disebabkan oleh pasar modal syariah

ASCORT ASIA: SBI Jangka Pendek Cocok untuk Pembiayaan Proyek Infrastruktur

SBI JP merupakan alternatif pilihan investasi menarik b

Penyelesaian Transaksi Bursa Dua Hari (T+2) Berjalan Lancar

Percepatan transaksi bursa T+2, memiliki tujuan untuk m

Dorong Milenial Investasi, SGE Gelar Festival

Berdasarkan data terbaru dari Bursa Efek Indonesia, gen

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi