Governance, Risk Management & Compliance

Antara Pekerjaan dan Pikiran Positif

Senin 16 Januari 2012 8:32:28

Tidak banyak bankir perempuan yang mengepalai divisi wealth management di Indonesia, apalagi di bank asing. Itulah yang membuat Lilawati Gunawan merasa bangga sekaligus tertantang saat dipercaya menjadi orang nomor satu di layanan pengelolaan keka

Tidak banyak bankir perempuan yang mengepalai divisi wealth management di Indonesia, apalagi di bank asing. Itulah yang membuat Lilawati Gunawan merasa bangga sekaligus tertantang saat dipercaya menjadi orang nomor satu di layanan pengelolaan kekayaan Commonwealth Bank. Bagaimana tidak, di bank-bank nasional saja mungkin belum ada perempuan yang menjadi kepala divisi di layanan yang sama tetapi Lilawati sudah merengkuhnya, bahkan di bank asing.

Oleh karena itu, perempuan yang akrab dipanggil Lili ini akan membantu perempuan lainnya baik dalam layanan wealth management atau bidang layanan lain agar bisa mencapai karier yang maksimal.

“Saya senang sekali bisa bekerja disebuah perusahaan seperti Commonwealth Bank. Apalagi wanita bisa memiliki kesempatan yang sama dalam berkarier dengan kolega laki-laki. Dan saya berharap bisa membantu dan menjadi mentor wanita muda lainnya dalam memulai karier mereka,” tegas lulusan Teknik Sipil Universitas Parahyangan Bandung tahun 1989 ini.

Pencapaian Lili sebagai Executive Vice President, Head of Wealth Management Commonwealth Bank sebetulnya sebuah prestasi yang wajar. Pasalnya sejak awal, dia memang berkembang dan merintis karier di jalur yang searah dengan posisi yang dipegangnya itu.

Lili bergabung dengan Commomnwealth ketika bank asal Negeri Kangguru itu pertama kali hadir di Indonesia pada 1997. Jabatan pertama perempuan yang mendapatkan gelar MBA dari Oregon State University Corvallis Amerika Serikat dibidang Banking and Finance tahun 1991 ini adalah Head of Treasury. Posisi itu dipercayakan kepadanya hingga akhir 2005. Setelah itu, Lili berpindah posisi menjadi Deputi CFO Commonwealth Bank hingga 2010.

Karena sudah melalui berbagai pengalaman dibidang treasury, seputar pasar uang dan pasar modal , maka Lili dipercaya untuk duduk sebagai Executive Vice President, Head of Wealth Management Commonwealth Bank Indonesia hingga kini.

Perkembangan layanan yang juga disebut priority banking atau preferred banking ini di Indonesia memang semakin pesat yang terlihat dari makin banyaknya orang-orang berpenghasilan miliaran dalam setahun.

Kondisi itu tentu menuntut bank-bank yang memiliki layanan pengelolaan kekayaan ini untuk terus meningkatkan jasa sekaligus memperbanyak produk melalui inovasi-inovasi yang menguntungkan buat nasabah.

Dengan dukungan tim yang solid dan jaringan internasional yang kuat, Lili yakin bahwa layanan banknya akan mampu unggul dibandingkan layanan yang sama dari bank pesaing. Lili mengaku setiap bulan selalu memberikan panduan kepada nasabah terkait strategi investasi. Panduan tersebut antara lain mengenai bagaimana menjadi investor yang cerdas dengan menerapkan strategi yang tepat di tengah pasar yang fluktuatif. “Dengan demikian, nasabah dapat meraih peluang emas dan mempersiapkan portofolio investasi dengan lebih baik,” kata ibu tiga putra ini.

Lili juga mengakui bahwa hubungan baik yang dijaga dengan mengunjungi nasabah juga sekaligus akan membuat dirinya kan hal-hal baru dan pengalaman berharga. Ditambah dengan hubungan baik dengan tim di divisinya serta menjaga kehidupan keluarga maka semua kondisi itu akan membuat pikiran positif terus berkembang dalam dirinya. “Karena dari lingkungan, baik pekerjaan maupun sosial akan memberikan wawasan baru untuk mengembangkan diri dengan lebih positif,” kata Lili. SP

 



Non Bank

IdEA Akan Gelar Pasar E-Commerce 2019

Menyadari potensi besar industri e-commerce di Indonesi

Penetrasi Pasar Jadi Tantangan E-commerce menjadi Unicorn

Asosiasi E-commerce Indonesia menilai penetrasi pasar b

Chubb Life Tunjuk Budi Tatawidjaja Sebagai Direktur Kepatuhan

PT Chubb General Insurance mengangkat Budi Tatawidjaja

Riset HSBC: Baru 30 Persen Orang Indonesia Sadar Investasi

Penelitian HSBC menunjukkan masih banyak orang Indonesi

Portofolio

Hadirkan Produk Derivatif GOFX, Pasar ICDX Semakin Liquid

GOFX adalah kelompok produk derivatif komoditi, terdiri

Pemanfaatan data Dispendukcapil, KSEI: Pembuatan Rekening Lebih Mudah

kerjasama ini dilakukan untuk memperdalam pasar investa

2019, Pasar modal syariah akan lebih baik dari 2018

Perbaikan itu bukan disebabkan oleh pasar modal syariah

ASCORT ASIA: SBI Jangka Pendek Cocok untuk Pembiayaan Proyek Infrastruktur

SBI JP merupakan alternatif pilihan investasi menarik b

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi