Governance, Risk Management & Compliance

APBN 2018 Kuat Hadapi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS

Rabu 30 Mei 2018 15:59:0

“Dari sisi APBN, seperti yang sudah saya sampaikan dan saya tekankan berkali-kali, implementasi dari APBN 2018 adalah sangat kuat dan sehat...”

JAKARTA, Stabilitas -- Menyikapi tekanan pada stabilitas nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat yang terjadi dalam 1-2 bulan terakhir ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meyakinkan bahwa dari sisi fiskal, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018 sangat sehat dan kuat. Hal ini disampaikan Menkeu pada Konferensi Pers di Aula Djuanda, kantor pusat Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (28/05).

“Dari sisi APBN, seperti yang sudah saya sampaikan dan saya tekankan berkali-kali, implementasi dari APBN 2018 adalah sangat kuat dan sehat,” tegas Menkeu di depan puluhan wartawan yang hadir pada acara tersebut.

Beberapa indikator seperti misalnya peningkatan penerimaan pajak terutama dari sisi PPh Badan mengindikasikan bahwa telah terjadi peningkatan aktivitas ekonomi di Indonesia.

“Sampai dengan April (2018), penerimaan perpajakan tumbuh 14,9%. Dan kalau kita lihat komponennya, PPn tumbuh 14,1% dan PPh Badan yang tumbuh 23,6%. Kalau lihat dari PPh pertumbuhannya adalah cukup across the board jadi merata hampir di semua sektor. (Hal ini apalagi setelah tax amnesty) Sektor usaha di Indonesia menunjukkan terjadi peningkatan yang ini berarti juga menggambarkan peningkatan dari aktivitas ekonomi Indonesia,” jelasnya.

Selanjutnya mengingat fundamental ekonomi Indonesia sangat sehat dan kuat, Pemerintah lebih memfokuskan koordinasi intensif dan bauran kebijakan dengan para otoritas sektor keuangan lainnya seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI) dan Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS).    

“Nah tugas dari Pemerintah sekarang bersama-sama dengan Otoritas Jasa Keuangan, BI dan LPS adalah menjaga agar kondisi sistem keuangan tetap terjaga stabilitasnya sehingga momentum ini tetap bisa berjalan, tetap bisa dipertahankan,” katanya merujuk pada pentingnya Pemerintah untuk terus melakukan koordinasi bauran kebijakan dengan para stakeholders lainnya tersebut.

Menkeu juga menjelaskan bahwa kondisi APBN saat ini memiliki fiscal space yang cukup untuk menghadapi ketidakpastian yang berasal dari luar. Sebagaimana diketahui, pelemahan nilai rupiah terhadap dolar Amerika disebabkan faktor external yaitu membaiknya ekonomi Amerika Serikat yang berakibat antara lain pada mengalirnya dolar Amerika ke negara tersebut.

“Jadi saya ingin menekankan dari sisi APBN, kita melihat kondisi APBN sebagai instrumen fiskal itu memiliki fiscal space yang cukup. Dan kita akan terus menjaga space fiscal ini agar Pemerintah mampu memiliki instrumen apabila diperlukan didalam menghadapi ketidakpastian yang berasal dari luar yaitu external. Ini penting bagi kita secara policy agar seluruh instrument kebijakan itu memiliki kemampuan karena dia memiliki space yang telah dibuat atau sudah dipupuk,” pungkas Menkeu.

5 "Jamu" Kuat BI Untuk Perkuat Rupiah

Mon, 04 Mar 2019 - Bank Indonesia (BI) optimis rupiah akan semakin menguat. Oleh karena itu BI menggunakan 5 'jamu' dalam rangka memperkuat nilai tukar Indonesia yang sempat melemah tahun lalu. Salah satunya adalah jamu keuangan syariah.

Menkeu: Sekarang Data Jadi Tambang Baru

Mon, 25 Feb 2019 - Sri Mulyani mengatakan di Revolusi Industri 4.0 ini, data memiliki peranan penting. Dirinya menilai, data juga menjadi faktor yang menarik banyak investor asing yang ingin menyuntikkan dananya di perusahaan rintisan di Indonesia.

Sri Mulyani Apresiasi Pengusaha Yang Bayar Pajak

Tue, 19 Feb 2019 - Meski banyak tantangan, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengapresi kinerja penerimaan pajak dan berterima kasih kepada pengusaha dan asosiasi yang telah taat membayar pajak kepada Pemerintah

Aliran Modal Asing Jadi Faktor Rupiah Menguat

Fri, 08 Feb 2019 - Perry optimis, aliran masuk modal asing akan terus berlanjut sepanjang tahun 2019 dengan didukung kebijakan sinergis BI, pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan.

Menkeu Sri Mulyani: Pemerintah Akan Jaga Pertumbuhan Ekonomi

Thu, 31 Jan 2019 - Menkeu Sri Mulyani mengatakan meskipun mengalami perlambatan ekonomi di tahun 2018 namun aliran masuk modal asing mulai membaik di dua bulan terakhir tahun 2018.

Rupiah Terbaik Kedua di Asia

Wed, 12 Sep 2018 - Pada Rabu (12/9/2018), US$ 1 dihargai Rp 14.820 kala pembukaan pasar spot. Rupiah menguat 0,22% dibandingkan penutupan perdagangan sebelum libur Tahun Baru Hijriah.



Non Bank

MODALKU Tekan Tingkat Default 0.8 Persen

Telah Beroperasi Lebih dari 3 Tahun, Modalku Berhasil M

Ditjen Pajak Beri Apresiasi Wajib Pajak Besar

Penghargaan kepada 30 wajib pajak yang terdaftar di KPP

OJK: IKNB 2019 Masih Hadapi Tantangan Global & Risiko Politik

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan beberapa tant

Asosiasi Fintech Luncurkan "Jendela" Informasi & Pengaduan Nasabah

"Jendela" AFPI merupakan layanan aduan bagi korban atau

Portofolio

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi