Governance, Risk Management & Compliance

Aset CNAF Tembus Rp3,3 Triliun pada Sembilan Bulan Pertama 2019

Selasa 19 Nopember 2019 9:2:0

Penyaluran pembiayaan CNAF sebesar Rp2,45 triliun per 30 September 2019, naik signifikan 93,3% dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp1,27 triliun.

JAKARTA, Stabilitas -- PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) melaporkan perolehan aset sebesar Rp3,3 triliun pada sembilan bulan pertama yang berakhir pada 30 September 2019, naik sebesar 14,6% dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp2,9 triliun.

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan, pertumbuhan aset tersebut didukung oleh penyaluran pembiayaan sebesar Rp2,45 triliun per 30 September 2019, naik signifikan 93,3% dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp1,27 triliun. "Kami tetap mengedepankan asas kehati-hatian dan mengutamakan kualitas pembiayaan sehingga dapat menjaga rasio kredit bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) pada level 0,78%, atau berada di bawah rata-rata NPF industri," kata Rstiawan di Jakarta (18/11).

Adapun laba sebelum pajak atau profit before tax (PBT) tercatat sebesar Rp228,4 miliar per 30 September 2019, menghasilkan return on asset (ROA) menjadi 10,78%, naik 105 bps dari posisi 9,73% pada periode yang sama tahun lalu. Seiring dengan peningkatan ROA, return on equity (ROE) CNAF mencapai 14,40% per akhir September 2019.

Menurut Ristiawan, pihaknya optimis dapat mencapai target tahun 2019 dengan terus mengembangkan inisiatif bisnis melalui diversifikasi channel akuisisi seperti memperkuat cross selling dengan induk usaha PT Bank CIMB Niaga Tbk, penetrasi segmen digital dan memperkuat channel service to sales. Selain itu, penanganan terhadap portofolio kelolaan juga diperkuat melalui penerapan sejumlah strategi, salah satunya menjalankan program anti-attrition dan penerapan risk based pricing.

"Untuk menjawab tantangan kompetisi di masa depan, kami juga fokus melakukan inovasi pada layanan digitalisasi. Saat ini, kami tengah menyiapkan peluncuran transaksi pembiayaan berbasis digital platform guna mempermudah kebutuhan nasabah dan dealer rekanan CNAF," jelas Ristiawan.

Dia menambahkan, pada sembilan bulan pertama yang berakhir 30 September 2019, CNAF menerima sejumlah penghargaan, diantaranya "Perusahaan Pembiayaan Terbaik 2019" untuk kategori aset Rp1 triliun–Rp5 triliun dari Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI). Ajang penghargaan dari APPI ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada perusahaan pembiayaan yang mampu menorehkan kinerja dan prestasi gemilang.

CNAF juga mendapatkan Predikat "Sangat Bagus" untuk kategori aset Rp2,5 triliun-Rp5 triliun dalam Multifinance Award 2019 yang diselenggarakan majalah Infobank, dan Predikat "Excellent Financial Performance for Mutifinance Company" dengan aset Rp2,5-Rp5 triliun dan "Best Leader in Customer Engagement" dari majalah Warta Ekonomi. Di bidang corporate social responsibility, CNAF berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor - Dunia Indonesia untuk program CSR Kategori Pemberdayaan Petani Terbanyak se-Kabupaten Serang.



Non Bank

Dukung Safety Riding, Sequis Life Perkenalkan Asuransi Super Safe Protection

Banyak hal tak terduga yang dapat terjadi saat kita ber

Strategi IKNB Hadapi Tantangan Berat Tahun Depan

Begitu juga dengan asuransi. Unit link diprediksi akan

Aset CNAF Tembus Rp3,3 Triliun pada Sembilan Bulan Pertama 2019

Penyaluran pembiayaan CNAF sebesar Rp2,45 triliun per 3

Allianz Indonesia Lakukan Berbagai Automasi Digital

Hal ini merupakan langkah Allianz Indonesia untuk mempe

Portofolio

Tamasia Targetkan Jual 150 Kg Emas

CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan

Unilever Raup Laba Rp21,5Triliun

Penjualan di pasar domestik mendominasi pendapatan bers

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi