Governance, Risk Management & Compliance

Asia Perlu Pendekatan Kawasan Untuk Memanfaatkan Sepenuhnya Potensi Fintech

Kamis 11 Oktober 2018 12:42:0

Disintermediasi layanan fintech atau konsentrasi layanan di antara beberapa penyedia juga dapat menimbulkan risiko terhadap stabilitas keuangan.

NUSA DUA, Stabilitas -- Para pembuat kebijakan di Asia perlu memperkuat kerja sama guna memanfaatkan potensi teknologi keuangan baru bagi pertumbuhan inklusif. Pada saat bersamaan, mereka pun perlu bekerja sama guna memastikan bahwa mereka mampu merespons dengan lebih baik tantangan yang ditimbulkan fintech.

Teknologi baru seperti mobile banking, big data, dan jaringan transfer peer-to-peer telah memperluas jangkauan layanan keuangan kepada orang-orang yang sebelumnya tidak memiliki rekening bank atau tidak terjangkau bank, sehingga meningkatkan pendapatan dan standar hidup. Namun, fintech juga membawa risiko penipuan siber, keamanan data, dan pembobolan privasi. Disintermediasi layanan fintech atau konsentrasi layanan di antara beberapa penyedia juga dapat menimbulkan risiko terhadap stabilitas keuangan.

Hal tersebut dan persoalan-persoalan lainnya dibicarakan dalam Dialog Kebijakan Tingkat Tinggi Mengenai Kerja Sama Kawasan untuk Mendukung Inovasi, Inklusi, dan Stabilitas di Asia (High-Level Policy Dialogue on Regional Cooperation to Support Innovation, Inclusion, and Stability in Asia), yang diadakan oleh Asian Development Bank (ADB), Bank Indonesia, dan Kantor Riset Makroekonomi ASEAN+3 (ASEAN+3 Macroeconomic Research Office - AMRO).

Panel dialog terdiri dari Neav Chanthana, Deputi Gubernur National Bank of Cambodia; Diwa Guinigundo, Deputi Gubernur Bangko Sentral ng Pilipinas; Mary Ellen Iskenderian, Presiden dan CEO Women’s World Banking; Ravi Menon, Direktur Pengelola Monetary Authority of Singapore; Takehiko Nakao, Presiden ADB; Abdul Rasheed, Deputi Gubernur Bank Negara Malaysia; dan Veerathai Santiprabhob, Gubernur Bank of Thailand. Mirza Adityaswara, Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia, memberikan pidato pembukaan konferensi tersebut dan Junhong Chang, Direktur AMRO, menyampaikan ucapan sambutan.

"Teknologi keuangan baru yang menyebar dengan begitu cepat adalah teknologi yang sangat menjanjikan untuk inklusi keuangan," ujar Takehiko Nakao. "Kita harus mendorong lingkungan yang memungkinkan teknologinya berkembang serta memperkuat kerja sama kawasan guna membangun standar peraturan dan sistem pengawasan yang harmonis demi mencegah pencucian uang internasional, pendanaan teroris, dan kejahatan siber."

"Teknologi adalah pemberdaya yang menghubungkan perekonomian dan sistem keuangan kita, yang tak hanya menyebarkan manfaat, tetapi juga risiko, melintasi batas negara," kata Junhong Chang. "Mengingat pesatnya pertumbuhan perekonomian di Asia Timur, para pembuat kebijakan perlu memahami dan mengelola dampak teknologi di dalam sistem keuangan kita demi mempertahankan stabilitas keuangan."

"Asia, termasuk Indonesia, merupakan tempat ideal bagi teknologi finansial untuk berkembang," ujar Mirza Adityaswara. "Indonesia memiliki lebih dari seperempat juta masyarakat yang tersebar di ribuan pulau, menunggu untuk terintegrasi dengan teknologi baru; struktur demografi muda, dengan semangat untuk memasuki dunia digital masa depan; lebih dari 50 juta UMKM yang tak sabar menanti untuk terlibat dalam e-commerce; masyarakat baru yang didorong oleh kelompok kelas menengah yang dinamis dan demokratis, yang memandang ekonomi digital sebagai sesuatu yang tak terhindarkan, seperti layaknya evolusi."

Meskipun Asia mengalami pertumbuhan perekonomian yang tinggi dalam beberapa tahun terakhir, sektor keuangan masih tertinggal di sejumlah negara. Kurang dari 27% orang dewasa di kawasan Asia yang sedang berkembang sudah memiliki rekening bank, jauh di bawah median global sebesar 38%. Sementara itu, hanya 84% dari perusahaan di kawasan ini sudah memiliki rekening giro atau tabungan, setara dengan Afrika tetapi ketinggalan dari Amerika Latin yang mencapai 89% dan 92% di emerging Europe (kawasan Eropa Tengah dan Timur).

Inklusi keuangan dapat ditingkatkan melalui kebijakan yang mendorong inovasi keuangan, dengan meningkatkan literasi keuangan, serta dengan memperluas dan meningkatkan infrastruktur dan jaringan digital. Peraturan untuk mencegah kegiatan ilegal, meningkatkan keamanan siber, dan melindungi hak dan privasi konsumen, juga akan membangun keyakinan terhadap teknologi keuangan yang baru.

Bank Indonesia Sambut Rencana Kerangka Kerja Kebijakan Terintegrasi IMF

Tue, 16 Apr 2019 - bagi negara berkembang seperti Indonesia, upaya mendorong pertumbuhan ekonomi sangat penting untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, antara lain dengan membangun infrastruktur di berbagai daerah.

Kesetaraan Gender Dorong Produktivitas dan Pertumbuhan Bisnis

Mon, 15 Apr 2019 - Kendatipun masih menjadi tantangan, kesetaraan gender dalam dunia bisnis sebenarnya mampu menimbulkan beberapa dampak positif. Hal ini dikatakan Presiden IBCWE dalam acara CEO Talks di Jakarta.

BI Ubah 3 Mekanisme Lelang Operasi Pasar Terbuka

Tue, 09 Apr 2019 - Bank Indonesia menyempurnakan ketentuan operasi pasar terbuka dengan mengubah 3 mekanisme. Salah satunya adalah dengan mengubah pengajuan penawaran lelang.

Sudah Jalin Kerja Sama, BI Rencanakan Sistem Pembayaran QR Code di Thailand, Malaysia dan Singapura

Tue, 09 Apr 2019 - BI menjelaskan, kerja sama ini bertujuan untuk menarik wisatawan mancanegara untuk berkunjung serta mempermudah transaksi pembayaran. Tak hanya itu saja, kerja sama ini juga bertujuan untuk menjaga stabilitas sistem pembayaran..

BI: Optimisme Konsumen Tetap Terjaga

Fri, 05 Apr 2019 - Bank Indonesia juga memperkirakan, tekanan harga 6 bulan mendatang akan menurun didukung oleh persepsi konsumen terhadap terjaganya pasokan barang konsumsi rumah tangga dan lancarnya distribusi barang

Dorong Permintaan Domestik, BI Siapkan 4 Jurus

Fri, 22 Mar 2019 - Dalam rangka mendorong permintaan domestik, BI menyiapkan kebijakan-kebijakan yang lebih akomodatif. Salah satunya adalah dengan mendorong penggunaan instrumen lindung nilai.



Non Bank

Amartha Salurkan Rp970M Dana Khusus Perempuan

Amartha, penyalur pinjaman khusus perempuan pelaku UMKM

Allianz Indonesia Ikuti Perkembangan Fintech Tingkatkan Penetrasi Asuransi

Dengan mempertimbangkan pesatnya perkembangan fintech,

Ini Peluang dan Tantangan Industri Asuransi Jiwa di 2019

Sebagai kontributor utama industri asuransi, tingkat pe

AIA Catat Pertumbuhan Dua Digit di 2018

AIA berhasil meningkatkan laba operasi setelah pajak me

Portofolio

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi