Governance, Risk Management & Compliance

ASM Rilis Produk Asuransi Hewan Peliharaan

Rabu 8 Agustus 2018 8:59:0

PT Asuransi Sinarmas (ASM) meluncurkan produk asuransi baru berupa proteksi untuk hewan peliharaan yang diberi nama Simas Pet Insurance (SPI).

JAKARTA-Perubahan gaya hidup di masyarakat yang semakin cepat dan dinamis mau tak mau menuntut para pelaku industri untuk terus menyesuaikan diri. Hal ini diantaranya yang coba dilakukan oleh PT Asuransi Sinarmas (ASM) dengan meluncurkan produk asuransi baru berupa proteksi untuk hewan peliharaan. Langkah memperkenalkan jenis produk baru ini tak lepas dari pengamatan di masyarakat bahwa dewasa ini jenis hobi memelihara hewan kian banyak yang menekuni. “Untuk sementara kami baru bisa melayani asuransi untuk anjing dan kucing saja. Ke depan tentu akan terus kami kembangkan. Tapi yang jelas ini adalah cara kami untuk semakin penetrasi ke pasar, bahwa sekarang memelihara hewan itu sudah tidak lagi sekadar hobi namun kian bergeser menjadi gaya hidup,” ujar Direktur ASM, Dumasi MM Samosir, di Jakarta, Rabu (8/8).

Dengan kian digemarinya jenis hobi memelihara hewan, menurut Dumasi, maka pihaknya mencoba membantu dengan menyediakan berbagai fasilitas layanan proteksi. Secara total disebut Dumasi ada tiga paket perlindungan yang disematkan oleh manajemen pada produk yang diberi nama Simas Pet Insurance (SPI) ini, yaitu pertanggungan ganti rugi kematian akibat kecelakaan, proteksi terhadap kehilangan akibat pencurian dan juga tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga. SPI nantinya bakal ditawarkan ke publik dengan kisaran premi antara Rp75.000 hingga Rp225.000 per tahun. “Untuk memperkuat layanannya ke publik, kami di tahap awal bakal bekerjasama dengan sejumlah pet shop dan juga berbagai aplikasi digital seputar pemeliharaan hewan,” tegas Dumasi. Karena masih baru dan mencoba pasar yang sedang fluktuatif, Dumasi pun rupanya tak berani mematok target penjualan lebih luas dan memilih konservatif di level Rp500 juta di akhir tahun ini. (JAT)



Non Bank

Pelanggaran Fintech, Pertemuan OJK dan LBH Belum Ada Titik Temu

Belum ada titik temu disebebkan belum ada kesepahaman m

Industri Halal Indonesia Masih Tertinggal

Dalam mengembangkan Industri halal, tentunya tidak terl

Amartha Konsisten Gandeng UMKM Perempuan

PT Amartha Mikro Fintek terus berkomitmen menyalurkan p

Kuartal III, Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Melambat 15%

Industri asuransi jiwa pada kuartal ketiga 2018 mencata

Portofolio

2019, Pasar modal syariah akan lebih baik dari 2018

Perbaikan itu bukan disebabkan oleh pasar modal syariah

ASCORT ASIA: SBI Jangka Pendek Cocok untuk Pembiayaan Proyek Infrastruktur

SBI JP merupakan alternatif pilihan investasi menarik b

Penyelesaian Transaksi Bursa Dua Hari (T+2) Berjalan Lancar

Percepatan transaksi bursa T+2, memiliki tujuan untuk m

Dorong Milenial Investasi, SGE Gelar Festival

Berdasarkan data terbaru dari Bursa Efek Indonesia, gen

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi