Governance, Risk Management & Compliance

Atlas Tak Bagi Dividen Dari Laba 2011

Sabtu 16 Juni 2012 8:3:55

  Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Atlas Resources Tbk (IDX:ARII) pada hari ini menyetujui Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Perseroan tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011, yang membukukan

 

Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Atlas Resources Tbk (IDX:ARII) pada hari ini menyetujui Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Perseroan tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011, yang membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp26,9 miliar. RUPST juga menyetujui rencana penggunaan laba bersih tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 sebesar Rp 26,9 miliar sebagai laba ditahan.

“Pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih perseroan tahun buku 2011 sebesar Rp 26,920,005,312 (dua puluh enam miliar sembilan ratus dua puluh juta lima ribu tiga ratus dua belas rupiah) seluruhnya akan dibukukan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan perseroan,” ungkap Presiden Direktur PT Atlas Resources Tbk Andre Abdi dalam paparan publik usai RUPST Perseroan di Jakarta, Jumat (15/6/2012).

Andre menjelaskan, laba bersih sebesar Rp 26,9 miliar itu meningkat signifikan dari perolehan laba akhir tahun 2010 yang sebesar Rp 13,3 miliar. Pertumbuhan laba bersih hingga 102% tersebut sejalan dengan laba usaha yang meningkat 292% dari posisi akhir tahun 2010 sebesar Rp 26,4 miliar menjadi Rp.103,3 miliar di akhir tahun 2011. Serta pendapatan usaha Perseroan yang meningkat 35%  menjadi Rp 799 miliar di tahun 2011, dari posisi 2011 yang sebesar Rp 593 miliar. Aset Perseroan juga tercatat tumbuh 326%  menjadi  Rp 2,3 triliun dari posisi 2010 yang sebesar Rp540 miliar.

Dalam RUPST hari ini, Perseroan juga melaporkan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham PT Atlas Resources Tbk yang digelar pada November 2011, yang hasilnya telah digunakan untuk pengembangan Hub Muba, akusisi PT Karya Borneo Agung dan Bara Karya Agung, kompensasi Noble, dan modal kerja.

RUPST juga memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk melakukan penunjukkan Akuntan Publik untuk mengaudit Laporan Keuangan Perseroan tahun 2012 dan menetapkan besarnya honorarium serta syarat-syarat penunjukan Kantor Akuntan Publik tersebut. Dalam hal ini, Perseroan kembali menunjuk Kantor Akuntan Publik Independen Tanudiredja, Wibisana & Rekan, member firm dari PricewaterhouseCoopers untuk melakukan audit Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012.



Non Bank

OJK Keluarkan Kebijakan Stimulus Lanjutan Bagi IKNB

Penyesuaian Pelaksanaan Teknis Pemasaran PAYDI Dan Kebi

Kredit Kuartal I CIMB Niaga Finance Tumbuh 52%

Kredit atau pembiayaan yang disalurkan CIMB Niaga Finan

Allianz Life Indonesia Perkenalkan Asuransi Jiwa Unit Link Terbaru

Sampai 2019 produk asuransi jiwa unitlink masih mendomi

Portofolio

Berharap Pada Prospek Saham BUMN

Saham-saham Bank BUMN seperti BRI, Mandiri, BNI dan BTN

Mandiri Sekuritas Permudah Proses Pembukaan Rekening Efek

Mandiri Sekuritas mendorong masyarakat berinvestasi di

Kemenkeu Terbitkan SUN dengan Tenor 50 Tahun

SUN tersebut diterbitkan guna memenuhi kebutuhan pembia

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi