Governance, Risk Management & Compliance

Atlas Tawarkan Kupon Obligasi Mulai 8,25% - 10,75%

Jumat 8 Juni 2012 4:35:33

Jakarta -  PT Atlas Resources Tbk menawarkan indikasi kupon obligasi untuk tiga seri obligasi yang dirilisnya di kisaran 8,25% – 10,75%. Adapun kisaran kupon untuk Seri A dengan jangka waktu 3 tahun ditawari kupon dengan kisaran 8,75% -

Jakarta -  PT Atlas Resources Tbk menawarkan indikasi kupon obligasi untuk tiga seri obligasi yang dirilisnya di kisaran 8,25% – 10,75%. Adapun kisaran kupon untuk Seri A dengan jangka waktu 3 tahun ditawari kupon dengan kisaran 8,75% - 9,5%, Seri B dengan jangka waktu 5 tahun 9,25%-10.5%, dan seri C dengan jangka waktu 7 tahun di kisaran 9,75% - 10,75%.

Demikian diungkapkan Indrawati Darmawn, Presiden Direktur Standard Chartered Securitas Indonesia, salah satu penjamin emisi penerbitan Obligasi Atlas Resources I Tahun 2012, dalam public expose perseroan di Jakarta, Selasa (5/6/2012).

Disebutkan Indrawati, penerbitan obligasi dengan nilai total sebesar Rp 1,2 triliun tersebut mayoritasnya akan dipergunakan untuk pembayaran kembali hutang PT Atlas ke empat bank (Bank Danamon, Bank Pertama, Bank OCBC NISP, dan DBS). “65% untuk pembayaran utang, dan 35% untuk belanja modal perseroan,” tutur dia.

Direktur Keuangan PT Atlas Resources, Dono Boestami mengungkapkan, total utang perseroan ke empat bank tersebut adalah sebesar US$90 juta. Dia menjelaskan, alokasi pembayaran utang dari penerbitan obligasi tersebut adalah strategi percepatan pembayaran sehingga menggurangi beban bunga yang harus dibayar perseroan.

 “Sebenarnya bunga utang yang dibebankan kepada kita cukup rendah, yakni di kisaran 6% hingga 7%. Hanya kita kita ingin pembayaran dipercepat sehingga diharapkan dapat mengurangi beban utang,“ kata Dono di kesempatan yang sama.

Selain percepatan pembayaran yang berdampak pada penguranan beban bunga, lanjut Dono,  alokasi pembayaran utang dari dana hasil obligasi tersebut juga bertujuan untuk memperpanjang tenor utang yang ditetapkan dari bank.

 “Utang yang kita miliki saat ini jatuh temponya dalam 3 tahun hingga 5 tahun. Nah dengan pembayaran ini kita harapkan bisa memperpanjang tenornya hingga di atas 5 tahun. Ini cukup menghemat biaya bunga secara signifikan. Jadi begitu mendapatkan dana hasil penerbitan obligasi, kita langsung bayar utang,” tukas Dono.

Sementara terkait dengan rencana penggunaan 35% dana hasil obligasi untuk belanja modal perseroan, Dono mengungkapkan bahwa tahun ini perseroan akan memperluas ekspansi bisnis perseroan dengan mengelola dua area tambah di Kalimantan Timur, dan satu area tambang di wilayah Sumatera Selatan.

Disebutkan Dono, hingga akhir 2011 lalu perseroan berhasil mrmproduksi barubara hingga 1,3 juta ton. “Untuk kuartal satu itu sekitar 400 ribu ton produksi kita. Jadi hingga akhir tahun kita optimis produksi kita tetap melampaui 1 juta ton,” imbuhnya

Dari sisi distribusi, Dono mengungkapkan, saat ini sebesar 90% batubara perseroan masih dialokasikan ke pasar ekspor. Namun demikian hingga akhir tahun ini porsi domestik diperkirakan akan meningkat sejalan dengan kerjasama yang dijalin perseroan dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Kita nanti ada signing kontrak dengan PLN, rencananya kita memasok sekitar 640 ribu ton batubara per tahun ke PLN,” ungkap Dono.

Terkait dengan harga, kendati ada pergerakan harga di kisaran US$ 75 per ton – US$ 78 per ton, perseroan tetap optimis akan terjadi peningkatan penjualan di kuartal kedua nanti.



Non Bank

OJK Keluarkan Kebijakan Stimulus Lanjutan Bagi IKNB

Penyesuaian Pelaksanaan Teknis Pemasaran PAYDI Dan Kebi

Kredit Kuartal I CIMB Niaga Finance Tumbuh 52%

Kredit atau pembiayaan yang disalurkan CIMB Niaga Finan

Allianz Life Indonesia Perkenalkan Asuransi Jiwa Unit Link Terbaru

Sampai 2019 produk asuransi jiwa unitlink masih mendomi

Portofolio

Berharap Pada Prospek Saham BUMN

Saham-saham Bank BUMN seperti BRI, Mandiri, BNI dan BTN

Mandiri Sekuritas Permudah Proses Pembukaan Rekening Efek

Mandiri Sekuritas mendorong masyarakat berinvestasi di

Kemenkeu Terbitkan SUN dengan Tenor 50 Tahun

SUN tersebut diterbitkan guna memenuhi kebutuhan pembia

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi