Governance, Risk Management & Compliance

Bagi Kami Indonesia Sangat Penting

Rabu 1 Juni 2011 13:41:53

Tai Terk Lin Group Chief Executive Officer ICB Finance Group Holding AG Bagi Kami Indonesia Sangat Penting Indonesia termasuk salah satu negara dengan prospek pertumbuhan pesat,terutama pada industri perbankan.Tak heran jika institusi

Tai Terk Lin

Group Chief Executive Officer ICB Finance Group Holding AG

Bagi Kami Indonesia Sangat Penting

Indonesia termasuk salah satu negara dengan prospek pertumbuhan pesat,terutama pada industri perbankan.Tak heran jika institusi sekelas ICB Finance Group Holding AG, kelompok bisnis yang berpusat di London menjadikan Indonesia salah satu elemen penting. Bahkan Bank ICB Bumiputera, bank lokal yang diakuisisinya pada 2004, kini menjadi kantor terbesar di antara kantor-kantor cabang yang dimiliki ICB di berbagai negara. Tai Terk Lin, Group Chief Executive Officer ICB Finance Group Holding AG dalam perbincangan dengan Stabilitas Perbankan di Jakarta, baru-baru ini mengungkapkan mengapa pihaknya tidak membuka cabang di Malaysia.

 

Bagaimana Anda melihat Indonesia dari sisi industri perbankan?

Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat penting bagi pengembangan usaha ICB Group. Ini karena Indonesia termasuk salah satu negara dengan prospek pasar yang luar biasa. Saat ini Indonesia termasuk salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Tahun lalu pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen dan tahun ini diperkirakan meningkat menjadi 6,4 persen. ICB Group sebagai bank internasional saat ini telah memiliki kantor cabang di beberapa benua. Tetapi bagi kami Asia adalah yang paling besar pasarnya. Secara spesifik lagi ketiga negara yakni China, India dan Indonesia. Dan Indonesia bagi kami adalah negara yang memiliki posisi penting.

Lalu apa yang ada kehendaki dari ICB Bumiputera?

Tahun lalu Bank ICB Bumiputera telah mencatat pertumbuhan menarik. Dan kita membangun komunikasi agar tahun ini untuk mencatat pertumbuhan lebih cepat, demikian juga tahun depan dan di masa yang akan datang. Ini bukan mustahil karena pasar Indonesia juga berkembang pesat. Kami juga melakukan kegiatan ekspansi dengan pesat. Dan kita harapkan tahun ini kita tumbuh hingga 25 persen dari tahun lalu yang mencatat pertumbuhan sebesar 21 persen.

Adakah target tertentu dari ICB Bumiputera?

Sekarang ini, Bank ICB Bumiputera berada di urutan 48 dari seluruh bank di Indonesia. Kita punya target dalam 5 sampai 7 tahun ke depan, bisa masuk dalam kelompok 30 besar dari bank-bank yang beroperasi di Indonesia. Tetapi kami juga sadar bahwa untuk mencapai sasaran ini tentu tidak mudah karena hampir semua bank juga  berkembang dengan sangat pesat.

Bagaimana posisi Bank ICB Bumiputera secara Grup?

Bank ICB Bumiputera sangat penting bagi kami karena merupakan yang terbesar di antara anak-anak usaha ICB Group. Saat ini ICB Bumiputera menguasai kurang lebih 40 persen dari keseluruhan market share, berarti besar juga kan. Oleh karenanya  kami dari ICB Group melihat peran ICB Bumiputera terhadap perkembangan usaha kami sangatlah besar. Kehadiran saya sebagai CEO ICB Group dan menjadi komisaris di ICB Bumiputera adalah memastikan bahwa ICB Bumiputra memiliki performa yang bagus dan kinerja keuangan yang kuat.

Bagaimana ICB Group berusaha mendorong pertumbuhan nasabah?

Menurut saya, kebijakan kami tetap membantu dan mendorong ICB Bumiputera dalam mempertahankan nasabah yang sudah eksis dan merekrut lebih banyak lagi nasabah potensial sehingga akan membantu mereka untuk bertumbuh dan berkembang. Kami berharap Direktur Utama ICB Bumiputra bisa menerjemahkannya dalam progam nyata sehingga rencana atau tujuan yang sudah dicanangkan dapat tercapai. Dan saya di sini untuk mendampingi mereka dan membantu mereka. Pertumbuhan dan perkembangan ICB Group tidak lepas dari dukungan semua kantor cabang yang tersebar di 14 negara. Tugas saya adalah memastikan bahwa semua cabang memang berusaha untuk mencapai tujuan yang dicanangkan oleh group.

Apa pendapat Anda tentang citra bank asing yang dianggap “malas” menyalurkan kredit?

Sebenarnya semua bank membutuhkan kredit tersalurkan dengan baik, termasuk bank-bank asing. Sehingga saya belum ter­lalu paham kalau ada yang mengatakan bahwa bank-bank asing tidak terlalu rajin memiliki keinginan kuat untuk menyalurkan kredit.

Mungkin interpretasinya adalah kenapa penyaluran kredit masih dirasa kurang. Salah satunya saya pikir karena mereka tidak terlalu memahami pasar sehingga mereka kemudian sangat berhati-hati dalam menyalurkan kredit. Sangat berbeda jika kemudian bank-bank asing ini memahami pasar, pasti penyaluran kredit akan meningkat. Ada alasan komersial di sana yakni memberdayakan ma­syarakat untuk bisa berkembang. Sehingga jika tidak me­nyalurkan kredit maka kita tidak akan bisa bertahan di sana.

Apakah karena surat berharaga lebih menguntungkan?

Itu bukanlah kegiatan utama perbankan. Kegiatan utama bank adalah menyalurkan kredit, menjalankan fungsi intermediasi. Itu adalah salah satu dari manajemen likuiditas. Kredit itu menurut saya juga merupakan suatu yang penting bagi sebuah bank dan membangun masyarakat juga penting. Tetapi ketika kita tidak memahami pasar maka sikap kehati-hatian menjadi sangat kuat.

Adakah sektor yang akan menjadi fokus dari pengembangan usaha di Indonesia?

Visi bank ICB Bumiputera adalah menjadi premier retail bank di Indonesia. Untuk mencapai visi tersebut, Bank ICB Bumiputera telah melaksanakan banyak perbaikan di berbagai bidang dengan tujuan membangun landasan yang solid. Selama ini Bank ICB Bumiputera fokus pada pembiayaan  konsumer. Dan kami melihat sejauh ini ada pertumbuhan yang cukup menarik.

Meski demikian kita juga masuk ke pembiayaan korporasi, micro finance dan UMKM. Bahkan micro finance akan menjadi segmen pasar yang baru yang kami yakini sangat prospektif di masa depan. Saat ini ada beberapa bank di Indonesia yang fokus ke micro finance. Dan kita juga akan ekspansi ke sektor tersebut dan tentu saja ke UMKM.

Bagaimana cara Anda masuk ke sektor micro finance, SME dan konsumer?

Dalam Group ICB kami percaya bahwa masyarakat akan menerima produk-produk kami. Dan kami mendorong untuk mengembangkan program secara tepat sasar dan tepat guna.  Kita ingin menjadi bank lokal yang brilian di Indonesia. Maka kami hanya berpikir untuk melakukan yang terbaik.

Nantinya peran ICB Bumiputera dalam pembiayaan UMKM seperti apa?

Kami melihat dari sisi potensi sangat besar karena pangsa pasar juga masih besar. Hampir semua bank juga sudah masuk untuk membiayai sektor ini tetapi kami tetap berusaha untuk bertumbuh. Dan untuk micro finance kami juga memperhatikan pemberdayaan masyarakat dari sisi pengetahuan dan ketrampilan yang terkait dengan pasar. Sekarang kami bergerak dalam banyak sektor. Kami akan tetap memperhatikan mereka yang telah bekerja bersama kami karena mereka adalah aset kami tetapi pasar tetap berkembang sehingga kami akan merekrut orang orang yang potensial untuk berkembang. Ini penting untuk mengantisipasi pasar yang memang sangat berkembang.

Bagaimana menyikapi kondisi geografis Indonesia yang sangat luas?

Saya rasa kunci utama adalah penekanan pada keanekaragaman dari Indonesia untuk menjawab tantangan tersebut. Kami memang memilih para Branch Manager di masing-masing wilayah adalah orang lokal karena lebih mengerti budaya daerah tersebut  Sehingga Branch Manager di Surabaya adalah orang lokal yang mengenal kebudayaan setempat. Ini akan sangat menentukan kinerja dari cabang-cabang tersebut.

Bagaimana dengan pengembangan teknologi informasi (TI)?

Saya meyakini bahwa masalah TI bukan yang unik di Indonesia, juga seluruh dunia. Kita selalu memperhatikan dan mengembangkan TI. Ketika kita hendak melakukan ekspansi usaha ke berbagai negara, TI juga menjadi perhatian kita. Jika kita hendak megembangkan usaha di Negara Eropa, teknologi menjadi suatu yang sangat penting. Bahkan teknologi komunikasi  harus dikombinasikan dengan perkembangan yang ada. Teknologi dalam sistem perbankan juga sangat penting. Kami menggunakan dua sistem yakni sistem khas Indonesia dan sistem yang secara umum digunakan oleh Bank ICB di seluruh dunia. Ini adalah jabaran kami juga karena perkembangan teknologi juga sangat pesat.

Apakah sudah banyak bankir berkualitas di Indonesia?

Saya harus jujur mengakui bahwa saya tidak terlalu memahami karakter perbankan Indonesia. Tetapi saya bisa memberi komentar untuk industri perbankan secara global, khusus untuk kawasan Asia di mana industri perbankan mengalami pertumbuhan yang pesat. Bank selalu berusaha untuk mendapatkan SDM yang berkualitas. Dan memang harus membayar gaji yang tinggi.

Di Asia yang tidak terlalu terkena dampak krisis global hal itu tidak tampak. Sementara di Amerika dan Eropa, ada banyak bank yang ditutup dan banyak yang di PHK. Karena ekonomi Asia masih berkembang, dan ketika bank melakukan ekspansi maka dibutuhkan tambahan tenaga kerja. Sehingga yang terjadi untuk mendapatkan tenaga handal dilakukan dengan mengambil dari bank lain selain memberi training. Inilah yang jadi alasan kenapa SDM perbankan di Asia mengalami kekurangan dan menjadi isu penting.

Apakah karena bank-bank tidak mau mendidik SDM sehingga hanya mengambil dari bank lain?

Menurut saya ini bukan masalah karena peraturan Bank Indonesia mewajibkan setiap melakukan ekspansi, lima persen harus alokasikan untuk pengembangan sumber daya manusia. Dan itu bisa disisikan untuk pelatihan SDM. Aturan ini jelas untuk mendorong perbankan memperhatikan pengembangan sumber daya manusia.

Kenapa ICB tidak buka cabang di Malaysia padahal sudah memiliki cabang di 14 negara?

Kami melihat di Malaysia industri perbankan sudah terlalu banyak. Dengan 26 juta penduduk, banknya sudah banyak sementara jumlah nasabahnya pasti terbatas. Sementara Indonesia dari sisi pasar memang memiliki potensi untuk berkembang.

Lalu bagaimana Anda menjelaskan bahwa Anda mengelola bank secara profesional sementara di Malaysia sendiri tidak punya kantor cabang?

Kami percaya bahwa kami tidak perlu ada di Malaysia karena kami adalah Bank Internasional. Kami bukan Malaysian bank tetapi kami adalah international bank. Ini suatu yang berbeda kalau kami adalah Malaysian bank maka tentu Malaysia jadi benchmarknya. ICB adalah internasional bank. Kami memiliki pengalaman di banyak negara dan itu bisa jadi perbandingannya.

Apa pendapat Anda terkait asas resiprokal?

Setiap negara pasti akan memperhatikan perkembangan bank-bank lokalnya. Sangat normal dan berlaku di banyak negara, dan sangat memperhatikan iklim perbankan di negara lain. Jadi menurut saya ini sangat natural, tidak hanya di Indonesia. Di banyak negara pun disuarakan asas resiprokal ini. Dan banyak negara mempunyai kebijakan ketika bank hendak mengembangkan usahanya. Ini tidak hanya di Indonesia tetapi juga dibanyak negara.

Anda melihat bank-bank Indonesia sudah siap ekspansi ke luar negeri?

Saya pikir sejauh ini yang paling baik adalah lokal bank bagi perbankan Indonesia. Ada beberapa hal yang memang harus diperhatikan jika hendak menjadi internasional bank. Mulai dari tenaga kerjanya sampai pada kesiapan infrastruktur. Dan kedua merekrut beberapa karyawan asing yang ahli di bidangnya.

Apa tanggapan Anda terkait dengan BI yang akan mewajibkan bankir asing untuk bisa berbahasa Indonesia?

Saya pikir ini bukan suatu yang salah karena dengan kewajiban ini, bank sentral ingin agar bankir-bankir asing memiliki beberapa keahlian, di antaranya pengetahuan dan kemampuan berbahasa Indonesia.

Sebagai seorang bankir, bahasa memang penting karena harus berkomunikasi dengan staf, nasabah, pemerintah dan pihak lainnya. Komunikasi akan lebih efektif kalau menggunakan bahasa nasional. Jadi kalau tidak bisa berbahasa Indonesia malah bisa menimbulkan masalah, sebaliknya kalau bisa berbahasa Indonesia akan lebih menguntungkan.

Apakah Anda mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban tersebut?

Tidak banyak kesulitan karena toh bahasa Malaysia tidak banyak beda dengan bahasa Indonesia. Jadi bisa lah meski tidak sempurna.SP



Non Bank

IdEA Akan Gelar Pasar E-Commerce 2019

Menyadari potensi besar industri e-commerce di Indonesi

Penetrasi Pasar Jadi Tantangan E-commerce menjadi Unicorn

Asosiasi E-commerce Indonesia menilai penetrasi pasar b

Chubb Life Tunjuk Budi Tatawidjaja Sebagai Direktur Kepatuhan

PT Chubb General Insurance mengangkat Budi Tatawidjaja

Riset HSBC: Baru 30 Persen Orang Indonesia Sadar Investasi

Penelitian HSBC menunjukkan masih banyak orang Indonesi

Portofolio

Hadirkan Produk Derivatif GOFX, Pasar ICDX Semakin Liquid

GOFX adalah kelompok produk derivatif komoditi, terdiri

Pemanfaatan data Dispendukcapil, KSEI: Pembuatan Rekening Lebih Mudah

kerjasama ini dilakukan untuk memperdalam pasar investa

2019, Pasar modal syariah akan lebih baik dari 2018

Perbaikan itu bukan disebabkan oleh pasar modal syariah

ASCORT ASIA: SBI Jangka Pendek Cocok untuk Pembiayaan Proyek Infrastruktur

SBI JP merupakan alternatif pilihan investasi menarik b

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi