Governance, Risk Management & Compliance

Banyak Bencana Tahun 2018, Laba Marein Turun 12,5 Persen

Kamis 23 Mei 2019 12:31:0

Rentetan bencana alam yang melanda Indonesia sepanjang 2018 membuat jumlah klaim meningkat tajam, serta kinerja hasil investasi asuransi jiwa dan umum pun menurun.

JAKARTA, Stabilitas-- PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (Marein) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan Tahunan (RUPST) melaporkan pada tahun 2018 perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp140,9 miliar atau turun sebanak 12,5 persen yoy dari tahun sebelumnya.

Presiden Direktur Marein Robby Loho dalam konferensi pers seusai RUPS mengatakan, penurunan laba bersih tersebut dipengaruhi peningkatan nilai klaim catastropic atau bencana alam yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

"Seperti Palu, Lombok dan Anyer yang mengalami bencana alam,"papar Robby di Plaza Marein Jakarta, Kamis, (23/5/2019).

Sementara itu dari sisi premi, Robby menambahkan, perseroan berhasil membukukan premi bruto sebesar Rp2,2 triliun atau meningkat sebanyak 22,7 persen yoy.

Robby menambahkan, bahwa persaingan industri perasuransian menjadi semakin ketat dan memberikan tantangan tersendiri dengan kehadiran kompetitor baru serta polemik engineering fee. "Selain itu, rentetan bencana alam yang melanda Indonesia sepanjang tahun 2018 membuat jumlah klaim meningkat tajam, serta kinerja hasil investasi asuransi jiwa dan umum pun menurun."imbuhnya.

Meski demikian, dirinya tetap optimis tetap optimis kinerja Perseroan dapat tumbuh lebih baik lagi di tahun 2019. "Tahun ini kami targetkan pendapatan premi senilai Rp2,77 triliun,"kata dia.

Dalam RUPS tersebut juga memutuskan untuk membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar 18.38 persen dari total raihan laba atau senilai Rp23.8 miliar. Sedangkan sisanya akan diperguunakan sebagai laba ditahan untuk memperkuat modal perusahaan. "Saham yang dibagikan sebesar Rp50.00/lembar sahamnya," papar Robby.

RUPS juga menetapan perubahan Jajaran Komisaris dan Direksi yang sebelumnya:

Presiden Komisaris/ Komisaris lndependen: Sarkoro Handajani

Komisaris : Nasir Ilmullah

Komisaris : Brata Antakusuma

Presiden Direktur : Robby Loho

Wakil Presiden Direktur : Yanto Jayadi Wibisono

Direktur/Direktur lndependen : Trinita Situmeang

Direktur : Sutadi

Berdasarkan RUPST 23 Mei 2019 menjadi sebagai berikut:

Presiden Komisaris/Komisaris Independen : Sarkoro Handajani

Komisaris : Brata Antakusuma

Komisaris : Sutadi*

Presiden Direktur : Robby Loho

Wakil Presiden Direktur : Yanto Jayadi Wibisono

Direktur/Direktur Independen : Trinita Situmeang

Direktur : Fanra Budiman Arief



Non Bank

Tanamduit Targetkan Dana Kelolaan Rp 1 Triliun

Total dana kelolaan atau asset under management (AUM) T

DJP, DJBC dan DJA Kolaborasi Optimalkan Kesadaran Bayar Pajak

Kolaborasi ini memunculkan beberapa program untuk mengo

Sri Mulyani Lantik Pejabat Eselon II dan Eselon III Kementerian Keuangan

Menkeu juga mengingatkan kepada para pejabat di Kemenke

Kantongi Izin BI, Cashlez Siap Lebarkan Sayap

Setelah sebulan mengajukan izin beroperasi 2 tahun yang

Portofolio

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi