Governance, Risk Management & Compliance

Banyak Pinjaman Berganda, Bank Harus Permudah Kreditnya

Rabu 5 Oktober 2016 3:51:0

Banyaknya pinjaman berganda dari nasabah LKM merupakan dampak turunan dari ketatnya proses pengajuan kredit di perbankan.

JAKARTA, Stabiltias -- Perkumpulan Akses Keuangan Indonesia (Pakindo) baru saja merilis hasil studinya yang bertajuk bertajuk ‘Studi Pinjaman Berlebih di Indonesia: Mengapa Nasabah Mikro Mengambil Banyak Pinjaman’. Hasilnya cukup mencengangkan, karena rupanya tumbuh massifnya jumlah Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dengan syarat-syarat kredit yang relatif mudah, berbanding lurus dengan makin banyaknya nasabah yang memberanikan diri memiliki pinjaman lebih dari satu (pinjaman berganda).

“Hasil dari studi kami menujukkan bahwa 54 persen nasabah LKM di Indonesia memiliki sedikitnya tiga jenis pinjaman. Meski 86 persen dari pinjaman itu untuk keperluan usaha, namun hampir 60 persen dari mereka mengaku sulit mengelola arus kas sehingga susah untuk membayar angsuran,” ujar Ketua Pakindo, Slamet Riyadi, di Jakarta, Rabu (5/10).

‘Kenekatan’ nasabah hingga memiliki pinjaman ganda, menurut Slamet, lantaran kian banyak LKM yang memberi iming-iming proses yang mudah namun bunga tinggi. Hal ini dibenarkan oleh Deputi Bidang Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, Braman Setyo.

Menurut Braman, kondisi tersebut merupakan dampak turunan dari betapa ketatnya proses pengajuan kredit di perbankan. Karena itu ke depan Braman berharap kalangan perbankan mau terus berupaya untuk memberikan akses pinjaman yang semakin mudah bagi kalangan pelaku mikro.

“Mereka kan kalau mau mengakses ke perbankan tentu persyaratannya tinggi. Jadi mereka mau tidak mau ya beralih ke luar perbankan, diantaranya ke LKM. Mau ambil (pinjaman) dua hingga tiga, selagi dianggap memungkinkan ya mereka akan lakukan. Makanya solusinya menurut Saya ya kredit di perbankan harus dipermudah agar mereka tidak terjebak di sana (pinjaman berganda LKM),” ujar Braman.

Salurkan Dana Bergulir 2018, LPDB KUMKM Siapkan Tiga Strategi

Wed, 10 Jan 2018 - Target dana bergulir 2018 sebesar Rp 1,2 triliun yang akan dialokasikan dengan pola konvensional sebesar Rp 750 miliar dan pola syariah sebesar Rp 450 miliar.

Pemerintah Siapkan Rp1,5 Triliun untuk Kredit Ultra Mikro

Fri, 24 Feb 2017 - Ultra Mikro merupakan investasi pemerintah untuk membantu permodalan kelompok usaha yang pangsanya masih di bawah Kredit Usaha Rakyat (KUR), atau lebih kecil dari usaha mikro.

Kembangan Koperasi dan Wirausaha, Kemenkop Gandeng Kemendikbud

Fri, 24 Feb 2017 - Kerjasama ini terkait dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP), dimana setiap pembelian buku, alat tulis, dan sarana belajar lainnya bisa melalui koperasi siswa atau koperasi sekolah yang sudah ada.

Kemenkop: Jadilah Wirausahawan, Jangan Takut Gagal

Fri, 24 Feb 2017 - “Mahasiswa harus memiliki cita-cita dan berani mencoba sebagai wirausaha. Jangan takut gagal, tetap berinovasi dan bangun kreativitas akan menjadikan wirausahawan yang berhasil...”

LKM Tumbuh Massif Picu Pinjaman Ganda

Wed, 05 Oct 2016 - Terus bertambahnya jumlah Lembaga Keuangan Mikro (LKM) menjadi salah satu penyebab praktik pinjaman berganda yang dimiliki oleh seorang nasabah.



Non Bank

"tanamduit", Digital Platform Beli Reksa Dana

Di tengah munculnya berbagai digital platform yang memb

Perkoperasian Diharapkan Jadi Materi Kuliah Magister Kenotariatan PTN

“Sekurang-kurangnya peningkatan kualitas koperasi dim

Asuransi Cakrawala Proteksi Resmikan Cabang Medan

Pada kuartal III / 2017 ACP mencatat pencapaian premi s

Kolaborasi Tekfin Indonesia dan Australia

Perjanjian yang ditandatangani pada tanggal 1 Desember

Portofolio

Gandeng China Galaxy Securities, CIMB Awali Bisnis Pialang Saham di Asia

Usaha patungan berpeluang tumbuh untuk mendukung aktivi

Menkeu Berharap Pemda Manfaatkan Investasi untuk Bangun Daerah

Menkeu mencontohkan daerah Halmahera Utara dan Tabanan

Masyarakat Indonesia Mulai Minati Cryptocurrency

puluhan ribu masyarakat Indonesia diklaim telah mulai t

Tradisi ‘Bendera Putih’ BEI

Lagi-lagi PT Bursa Efek Indonesia merevisi targetnya. K

Interview

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Profesional Indonesia Berpotensi Pindah Negara

Pasar bebas ASEAN yang berlaku efektif awal tahun 2016

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi