Governance, Risk Management & Compliance

Banyak Suka Menjadi Mandirians

Selasa 4 Februari 2020 17:25:0

Bekerja di Bank Mandiri berarti mendapatkan gaji mentereng, masa depan terjamin dan banyak ilmu dan pengetahuan yang didapat.

Oleh Agustaman

Setiap lulusan universitas hampir dipastikan menginginkan bekerja di tempat yang menjadi idamannya sejak kuliah. Informasi mengenai tempat kerjanya didapatkan dari senior yang sudah bekerja di sana, atau teman dan juga sumber informasi langsung dari perusahaan bersangkutan.

Berdasarkan sebuah survey yang dilakukan oleh Qerja, situs pengembangan karier, 30 persen pegawainya merasa bahwa keuntungan bekerja di sana adalah karena remunerasinya tergolong tinggi, kemudian disusul oleh masa depan yang terjamin 26 persen dan banyak ilmu dan pengalaman yang didapat sebesar 16 persen. Sementara lingkungan kerja yang baik mendapatkan perhatian sebesar 14 persen dan jenjang karier yang jelas sebesar 9 persen.

Survey itu sesuai dengan pengalaman Rendy. Pemuda asal Palembang ini lulus seleksi dan ikut dalam program Officer Development Program (ODP) Mandiri pada Mei 2012. Dia masuk sebagai ODP Regional Angkatan 2. Rendy mengaku ikut seleksi ODP Mandiri karena dari kabar yang dia dapatkan sebelumnya, jenjang karir dan sistem kerja di Bank Mandiri terbilang baik.

Rendy bercerita, setelah mengikuti proses pelatihan selama tiga bulan di LPPI, Jakarta, dirinya ditempatkan sebagai Customer Service Officer (CSO) di suatu cabang Mandiri di salah satu kota di Kalimantan. "Soal penempatan itu, itu tergantung dari tes SHL (sejenis tes tulis pengetahuan umum) dan apa yang kita lakukan pada saat training, bukan pada saat melamar kerja," papar Rendy.

Selama 11 bulan, Rendy ditempatkan di bagian operasional, lalu menjadi Business Development Officer di satu area di Kalimantan. Terakhir, dirinya menjadi Consumer Banking Manager di salah satu cabang, masih di bumi Borneo.

Sebagai Mandirians (sebutan para bankir Mandiri), Rendy mengaku lebih banyak suka ketimbang dukanya. Sukanya, selain suasana kerja yang kondusif, di Bank Mandiri dirinya benar-benar dididik untuk berintegritas sebagai Bankirnya.

"Setiap kepala unit biasanya punya kebiasaan unik sendiri untuk membuat stafnya nyaman di pekerjaan karena kita sama-sama sadar kalau target yang dikasih itu benar-benar challenging, pake banget. Dukanya juga ada, mulai dari salary yang lama naik, grade yang belum naik, tekanan target yang besar dari pimpinan, sampai cuti yang kadang ditolak sama bos," kata dia tersenyum.

Lain lagi cerita Achmad Syamsudin, yang merupakan pegawai legacy (sebutan untuk pegawai yang berasal dari bank yang dimerger). Syamsudin yang awalnya tak sengaja memilih menjadi bankir di BDN (sebelum merger dengan 3 bank BUMN lainnya dan menjadi Bank Mandiri), mengakui di Mandiri bisa bekerja 24 jam.

"Banyak ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan saat bekerja di Mandiri. Dan itu modal saya untuk membangun dan mengelola perusahaan di luar Mandiri,"papar Syamsudin yang kini menjadi Direktur Utama Bank Sumsel Babel (BSB), kepada Stabilitas.

"Sampai sekarang, antar Mandirians kami saling berkomunikasi, bersinergi. Dan kami sama-sama saling mengisi lah. Dengan pak ADH (Agus Dwi Handaya, Direktur SDM Mandiri) saya masih berkomunikasi. Pak ADH kebetulan pernah gabung bareng di Bank Syariah Mandiri dengan saya. Dan semua itu ingin saya coba tuangkan ke BSB ini. Bikin better legacy-lah di BSB ini," terang mantan Direktur Manajemen Risiko BSM ini.

Pengakuan Mandirians itu tampaknya dikonfirmasi oleh Forbes yang mengeluarkan laporan tentang World's Best Employers 2018. Dalam daftar itu Bank BUMN itu mampu mengalahkan 1.989 perusahaan tersohor lain di seluruh dunia. Bank Mandiri lebih unggul dari Volkswagen Group (peringkat 16), Mastercard (21), Nestlé (29), Cisco Systems (34), Ferrari (36), Facebook (45), Nike (49), Adidas (62), Starbucks (63), Visa (71), Ford Motor (138), Yamaha (151), Prudential Financial (170), Airbus (192), dan bahkan Tesla (208).

Dalam daftar tahun sebelumnya, posisi Bank Mandiri di daftar Best Employers adalah 83 namun tahun ini melesat ke posisi 11. Pencapaian ini dinilai sangat mengesankan karena kepuasan pegawai artinya selalu meningkat.

Bank Mandiri saat ini memiliki lebih dari 30 ribu karyawan dengan lebih dari 1,800 kantor cabang di Indonesia dan 7 kantor perwakilan di luar negeri. Bank Mandiri juga ditargetkan mampu mencapai nilai kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia di jangka waktu dekat serta masuk dalam jajaran Top 5 Bank di ASEAN.

Pembelajar Tangguh

Menurut Agus Dwi Handaya, Direktur Kepatuhan dan SDM Bank Mandiri, pengakuan internasional itu menjadi buah dari strategi yang dilakukan manajemen selama bertahun-tahun.

"Karena perubahan dunia kian kompleks dan banyak. Perusahaan yang eksis itu hanya bisa menjadi eksis kalau ada learning based organization. Jadi kita sekarang cari yang mau masuk Mandiri adalah orag yang mau belajar karena kalau tidak pasti ketinggalan," papar Agus kepada Stabilitas.

Menurut eksekutif yang akrab disapa ADH ini, Mandiri memang menyediakan pelatihan yang standar dilakukan organisasi. Namun demikian kultur yang ada di Bank Mandiri membuat para Mandirians menjadi bankir-bankir yang mampu melakuka transformasi. "Dan menjadi kelebihan talent orang Mandiri tiap kali ditempatkan di suatu tempat yang selalu dia pikirkan adalah bagaimana lakukan perubahan transformasi," jelas Agus.

Manajemen Bank Mandiri juga menyadari bahwa waktu para pegawai dalam satu hari banyak dihabiskan untuk bekerja. Karena itu perusahaan berupaya memberikan kenyamanan bekerja kepada seluruh pegawai.

"Kami terus berupaya meningkatkan pengembangan karyawan baik dari aspek kebahagiaan, kapabilitas, hingga produktivitas. Kami percaya karyawan yang bekerja dengan happy, capable, engage dan produktif adalah kunci keberhasilan perseroan dalam jangka panjang. Singkatnya, kami ingin menjadikan karyawan super happy dan super produktif," ujarnya.

Menurut dia, dalam membangun kebahagiaan dan produktivitas, Bank Mandiri menggunakan pendekatan smell of the place. Dengan kata lain, perusahaan mengelola berbagai elemen kerja baik fisikal maupun emosional agar tercipta suasana (climate) yang membuat karyawan bahagia dan produktif. Dengan pendekatan ini ada empat elemen yang dibangun.

Pertama, role model dan komunikasi. Elemen ini bertujuan membangun komunikasi dan hubungan antara pimpinan dengan atasan serta antar kolega yang lebih egaliter, terbuka dan informal, baik dalam aktivitas kerja sehari-hari maupun acara-acara kebersamaan seperti happy hour, employee gathering, mandiri karnaval, Mandiri Volunteer.

Pimpinan unit juga dilatih untuk bisa story telling, menjawab pertanyaan dengan tepat, dan membimbing timnya untuk menemukan tujuan dalam bekerja.

Kedua, fasilitas dan simbol. Di sini, Bank Mandiri menyediakan berbagai fasilitas dan ruang kerja yang lebih kekinian sesuai dengan selera para milenial, termasuk fasilitas untuk hobi dan seni, olah raga baik indoor maupun outdoor.

Mandiri juga memiliki Mandiri Club yang mengorganisir komunitas berbagai hobi dan cabang olah raga yang diminati pegawai; memberikan fasilitas ruang laktasi bagi pegawai yang masih menyusui anak dan day care untuk anak usia 1-5 tahun sehingga pegawai bisa membawa anaknya ke kantor, serta memperkenankan pegawai berbusana kerja informal pada waktu tertentu.

Ketiga, Kapabilitas. Pada elemen ini, Bank Mandiri menyediakan berbagai training, pelatihan dan pendidikan melalui kerjasama dengan berbagai kampus terbaik di dalam dan luar negeri untuk meningkatkan kapabilitas teknis, soft-skill, leadership dan menjadikan karyawan sebagai pembelajar yang tangguh (growth mindset).

Keempat, elemen manajemen kinerja. Pada elemen ini Bank Mandiri mengimplementasikan berbagai tools dan metode untuk memperkuat akuntabilitas pengukuran kinerja karyawan.

Dalam kaitan tersebut Bank Mandiri juga menyediakan berbagai program untuk mengapresiasi pegawai, mulai dari hal yang dasar seperti gaji, bonus dan berbagai fasilitas tunjangan hingga program apresiasi khusus seperti Mandiri Best Employee, Mandiri Employee Award dan National Frontliner Championship.

Bank Mandiri Fokus Garap Sektor Pendukung Padat Karya dan Ketahanan Pangan

Thu, 09 Jul 2020 - Bank Mandiri telah menyiapkan rencana penyaluran kredit (pipeline) secara sektoral dengan fokus pada usaha-usaha yang mendukung penyerapan tenaga kerja dan ketahanan pangan.

LPEI dan Bank Mandiri Sepakati Kerjasama Penjaminan Kredit

Fri, 26 Jun 2020 - Kerjasama LPEI dan Bank Mandiri bertujuan untuk mendorong pembiayaan untuk industri yang berorientasi ekspor.

Atasi Dampak Covid, Bank Lakukan Restrukturisasi

Thu, 18 Jun 2020 - Debitur restrukturisasi berasal dari berbagai sektor baik korporasi, UMKM, komersial hingga konsumer

Bank Mandiri Ungkap Siap Jalankan Skenario New Normal

Mon, 18 May 2020 - Bank Mandiri telah menyosialisasikan protokol kesehatan the new normal.

Mandirian Cinta Indonesia Sisihkan Gaji dan THR Senilai Rp17 Miliar

Sun, 10 May 2020 - Bantuan tersebut merupakan sebagian dana kemanusiaan yang dihimpun dari penyisihan sukarela gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) pegawai dan direksi Bank Mandiri dan perusahaan anak dalam program Mandirian Cinta Indonesia (MCI).

Bank Mandiri Salurkan Bantuan Sosial kepada KPM terdampak Covid 19

Fri, 08 May 2020 - Penyaluran Bansos sampai dengan April 2020 mencapai Rp. 1,83 Triliun.



Non Bank

Menkeu Tetapkan Aturan Penjaminan untuk UMKM dalam Rangka PEN

Selain penjaminan, melalui PMK ini pemerintah juga memb

Menkeu Tetapkan Aturan Penempatan Uang Negara pada Bank Umum Mitra

Sri Mulyani menetapkan empat bank mitra untuk penempata

AAJI: Pembayaran Klaim Meningkat di Tengah Pandemi Corona

Pembayaran Total Klaim dan Manfaat naik sebesar 4,1%, y

Pengamat Sebut Investasi di Indonesia Masih Menarik

Kondisi fundamental yang baik membuat investor asing ke

Portofolio

Selidiki Kasus Jiwasraya, Internal BPK Dinilai 'Terbelah'

Yang menarik, langkah pelaporan yang ditempuh oleh Agun

Tawarkan SBN, PermataBank: Manfaatkan Potensi Reksadana dan ORI 017

Data riset Bank Permata soal kepemilikan asing pasar ob

Berharap Pada Prospek Saham BUMN

Saham-saham Bank BUMN seperti BRI, Mandiri, BNI dan BTN

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi