Governance, Risk Management & Compliance

Baznas Siap Uji Coba Indeks Nasional

Selasa 13 Desember 2016 17:48:0

"Insya Allah yang akan kita lakukan adalah field project di beberapa wilayah untuk kemudian kita hitung indeks zakatnya. Di 2017 kita akan deklarasikan secara nasional...."

JAKARTA, Stabilitas—Badan Zakat Nasional meluncurkan Indeks Zakat Nasional (IZN), Selasa (12/12). Indeks ini adalah indikator yang dapat memberikan gambaran peran zakat mengatasi kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan mustahik dan menunjukan tahap perkembangan institusi zakat dilihat dari internal kelembagaan, partisipasi masyarakat, maupun dukungan pemerintah.

Direktur Puskas BAZNAS, Irfan Syauqi Beik mengklaim IZN ini merupakan indeks pertama di dunia yang mampu melihat perkembangan institusi zakat. “Dari segi metodologinya ini bisa dikatakan indeks pengukuran zakat pertama di dunia. Karena negara-negara lain tidak ada yang memiliki indeks pengelolaan zakat yang mereka deklarasikan secara resmi. Kalau ada indeks cashflow pengelolaan dana mustahik tetapi kan ketika itu diimplikasikan dan menjadi instrumen kebijakan, itu yang gak ada,”ucapnya kepada Stabilitas.

Dengan menggunakan mix method research serta berbagai skoring penilaian baik makro maupun mikro, metodologi ini dalam waktu dekat siap diuji coba di dua provinsi dan tiga sampai empat kota dan kabupaten.

“Insya Allah yang akan kita lakukan adalah field project di beberapa wilayah untuk kemudian kita hitung indeks zakatnya. Setelah ini, kira-kira minggu depan, akan turun. Dan di 2017 kita akan deklarasikan secara nasional. Paling tidak kalau provinsi sih ada dua sedangkan kota dan kabupaten tiga atau empat”jelas Irfan.

BAZNAS berharap indeks zaka nasional ini bisa segera disosialisasikan terutama kepada badan zakat daerah, agar tujuan membentuki sebuah indikator yang akan menjadi referensi standar kemajuan dan refleksi kinerja perzakatan di Indonesia, yang penerapannya dapat dilakukan secara periodik pada level nasional dan provinsi bisa segera tercapai.

“Kita berharap pertama indeksnya kita bisa sosialisasikan terutama ke teman-teman baznas baik di nasional maupun di daerah. Kita sosialisasikan bahwa sekarang kita punya dan siap untuk mengukur juga nanti. Diukur dan dinilai berdasarkan indeks yang kita buat ini, semoga kalau ini nanti kita lakukan indikasinya adalah akan terjadi penguatan pada kualitas pengelolaan zakat karena dalam hal ini kan kita mengukur masyarakat dunia dan mengukur beberapa aspek yang kemudian nilainya bisa naik,”lanjut Irfan.

Irfan menjelaskan sebelumnya dalam melihat pertumbuhan dan pengelolaan zakat, BAZNAS hanya melihat dari data parsial. “Jadi sebelumnya untuk mengukur kualitas itu tidak ada, jadi secara parsial. Saya dengan salah seorang dosen IPB mengembangkan model yang mengukur kesejahteraan kemiskinan dari persfektif syariah, kita buat ada indeks kesejehteraan, material, dan indeks kemiskinan absolut, itu contoh. Tapi kan itu bicara dampak, bicara pengelolaan itu parsial, jadi segi implikasi,”jelasnya.

BAZNAS berharap metodologi ini bisa segera disosialisasikan dan menjadi contoh bagi pengelolaan zakat di tingkat internasional. Sejak tahun 2010 sampai 2014 terdapat pertumbuhan penerimaan zakat hingga Rp 1,5 triliun, di akhir 2014 peningkatan mencapai Rp 2,77 triliun. Hal ini yang menjadi motivasi BAZNAS untuk terus mengembangkan pengelolaan zakat di tingkat nasional.

Aset Jamkrindo Syariah Tumbuh 135 Persen

Fri, 07 Jul 2017 - Aset JamSyar tumbuh 123 persen bila dibandingkan dengan tahun 2015 ke 2016. Sementara pada tahun 2017 berjalan, secara year to year

Zakat untuk UKM Dikembangkan

Thu, 06 Jul 2017 - Zakat yang ditunaikan Jamkrindo Syariah menambah daftar perusahaan yang telah menunaikan zakat melalui Baznas. Inijuga menjadi bukti tumbuhnya perusahaan syariah di Indonesia, menyusul gaya hidup syariah masyarakat Indonesia kini

Jokowi Luncurkan Pembayaran Zakat Lewat Agen Laku Pandai

Wed, 14 Jun 2017 - Penyaluran zakat melalui agen Laku Pandai merupakan salah satu bentuk implementasi dari Peraturan Presiden No.82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) yang mendukung pencapaian target keuangan inklusif sebesar 75 persen di tahun 2

Badan Wakaf Jakarta Belum Berperan

Thu, 22 Dec 2016 - Berdasarkan laporan dari BAZ, dari Rp 330 miliar, baru Rp 33 miliar yang tersalurkan.

Pakar Syariah: Kuasai Aset Jakarta, Asing Adalah Bahaya Laten

Thu, 22 Dec 2016 - "58 persen itu dikuasai oleh konglomerasi, 24 persen itu oleh BUMN-BUMN, sekitar 10 persen itu koperasi formal dan sekitar 8 persen oleh sekitar 50 jutaan usaha mikro. Jadi kita lihat betapa ketimpangan disini..."



Non Bank

Kian Mudah, Adira Perkenalkan Klaim #1JariBeres

Sepanjang tahun 2019, Adira Insurance telah menerima 4.

Kredivo Luncurkan Inovasi Terbaru

Melalui aplikasi ini, pengguna bisa memilih opsi cicila

Adira Insurance Buka Kantor Perwakilan di Pusat Perbelanjaan

Keberadaan kantor representatif Adira Insurance ingin m

Gandeng Ralali.com, ASM Maksimalkan E Commerce

Secara korporasi, kerjasama dengan Ralali.com ini juga

Portofolio

Tamasia Targetkan Jual 150 Kg Emas

CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan

Unilever Raup Laba Rp21,5Triliun

Penjualan di pasar domestik mendominasi pendapatan bers

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi