Governance, Risk Management & Compliance

R&I Naikkan Peringkat Utang Indonesia

Kamis 19 Maret 2020 23:33:0

Bank Indonesia menilai peningkatan rating Indonesia menunjukkan masih terjaganya keyakinan stakeholder internasional terhadap kinerja perekonomian Indonesia sebagai hasil dari upaya bersama di area moneter, fiskal, dan reformasi struktural.

JAKARTA, Stabilitas -- Lembaga pemeringkat kredit Rating and Investment Information, Inc. (R&I) telah menaikkan peringkat utang (rating) Indonesia pada posisi BBB+, dengan outlook stable. Sebelumnya pada bulan April 2019, R&I memberikan peringkat utang Indonesia BBB dengan outlook stable.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Rahayu Puspasari mengatakan, dalam laporannya, R&I menyatakan bahwa peningkatan tersebut didasarkan atas penilaian R&I tentang kebijakan Pemerintah Indonesia untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi yang diharapkan dapat melanjutkan pertumbuhan yang stabil dalam jangka menengah, menjaga defisit fiskal, mempertahankan rasio utang pada tingkat yang rendah, menjaga cadangan devisa yang cukup untuk hutang luar negeri jangka pendek, dan mempertahankan ketahanan ekonomi terhadap guncangan eksternal melalui kebijakan yang menekankan stabilitas makroekonomi dan disiplin fiskal.

"Selain itu, R&I memandang positif upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas belanja untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan memperkuat daya saing. R&I memperkirakan defisit APBN tahun 2020 akan sedikit berada di atas target pemerintah. Namun, R&I percaya bahwa peningkatan defisit tersebut tidak akan mempengaruhi peringkat kredit,"kata Rahayu.

Lebih lanjut, R&I mencermati jumlah obligasi pemerintah yang dipegang oleh non-residen dan utang luar negeri dalam mata uang asing yang membuat struktur utang rentan terhadap fluktuasi di pasar keuangan global. Sikap kebijakan yang fokus pada ekonomi makro, stabilitas dan disiplin fiskal, bersama dengan dorongan kuat untuk melakukan reformasi struktural terus menjadi penting.

Kenaikan peringkat utang R&I ini telah mengkonfirmasi kepercayaan R&I dan investor global tentang fundamental ekonomi Indonesia yang kuat. Walaupun penyebaran virus corona diprediksi dapat menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia dibawah 5 persen pada tahun 2020, R&I tetap berharap ekonomi Indonesia segera pulih setelah pandemik dapat diatasi, mengingat kekuatan ekonomi Indonesia dan lingkungan politik yang stabil. Harapan ini didukung oleh efektivitas kebijakan Pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Posisi peringkat utang terakhir Indonesia:
Lembaga Pemeringkat Utang/Peringkat Utang/Outlook

Fitch/BBB/Stable
Moody's/Baa2/Stable
S&P/BBB/Stable
Japan Credit Rating Agency/BBB+/Stable
Rating&Investment/BBB+/Stable

 



Non Bank

Allianz Life Indonesia Perkenalkan Asuransi Jiwa Unit Link Terbaru

Sampai 2019 produk asuransi jiwa unitlink masih mendomi

MTF Beri Restrukturisasi Rp 5 Triliun bagi Pelanggan Terdampak Covid-19

Mandiri Tunas Finance menyalurkan 11.000 Paket Sembako

Menkeu Jelaskan Latar Belakang Perppu Nomor 1 Tahun 2020

Sri Mulyani menjelaskan, Perppu dikeluarkan untuk bisa

Portofolio

Berharap Pada Prospek Saham BUMN

Saham-saham Bank BUMN seperti BRI, Mandiri, BNI dan BTN

Mandiri Sekuritas Permudah Proses Pembukaan Rekening Efek

Mandiri Sekuritas mendorong masyarakat berinvestasi di

Kemenkeu Terbitkan SUN dengan Tenor 50 Tahun

SUN tersebut diterbitkan guna memenuhi kebutuhan pembia

Segera Diluncurkan, Kupon SBR-009 Sebesar 6.3 Persen

Instrumen Savings Bond Ritel seri SBR009 sebagai instru

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi