Governance, Risk Management & Compliance

Bermasalah, KAEF Hentikan Distribusi Rapid Test Biozek

Kamis 14 Mei 2020 12:56:0

Kebijakan penghentikan distribusi tersebut diambil seiring dengan munculnya informasi bahwa alat uji cepat itu bermasalah dalam hal transparansi terkait pihak yang memproduksi alat tersebut.

JAKARTA, Stabilitas - PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menghentikan sementara keseluruhan distribusi alat rapid test Biozek yang telah diimpornya dari perusahaan asal Belanda, Inzek International Trading BV. Kebijakan penghentikan distribusi tersebut diambil seiring dengan munculnya informasi bahwa alat uji cepat itu bermasalah dalam hal transparansi terkait pihak yang memproduksi alat tersebut. Santer kabar bahwa alat tersebut bukan diproduksi oleh produsen Belanda, melainkan rekanan pihak ketiga dari China. Sembari menghentikan distribusi, KAEF juga secara resmi meminta klarifikasi kepada pihak Inzek International Trading BV selaku penjual.

"Kami sudah mengimpor alat tersebut sejak April 2020. Produk ini sudah memiliki sertifikat Conformite Europeenne (CE) yang memenuhi persyaratan hukum untuk dapat diperdagangkan dan dikomersialisasikan di pasar Eropa," ujar Corporate Secretary KAEF, Ganti Winarno, dalam keterangan resminya, Rabu (13/5).

Adanya sertifikat tersebut, menurut Ganti, menjadi salah satu pertimbangan bagi KAEF karena untuk mendapatkannya diketahui memerlukan proses screening yang demikian ketat. Selain di Indonesia, rapid test Biozek sejauh ini juga telah digunakan di negara-negara lain, seperti Belanda sendiri, Inggris, Portugal, Georgia, Nigeria dan Arab Saudi. Karenanya, terkait dengan tudingan tentang rendahnya tingkat akurasi alat tersebut dalam mendeteksi virus COVID-19, Ganti menyatakan bahwa produk tersebut telah dilengkapi dengan dokumen mutu berupa uji klinis yang menunjukkan hasil uji sensitivitas relatif rapid test BNCP-402 dan BNCP-420S lebih dari 99,9 persen untuk IgG dan 85 persen untuk IgM.

"Sedangkan untuk spesificitas relatif rapid test adalah 98 persen untuk IgG dan 96 persen untuk IgM dibandingkan dengan hasil PCR. Artinya cukup memenuhi syarat," tutur Ganti.

Selain itu, hasil uji klinis oleh CNR Virus des Infections Respiratories Institut Pasteur Perancis juga menunjukkan hasil yang baik pada rapid test Biozek BNCP-402 dan dokumen pendukung lainnya. Sementara terkait distribusinya yang telah ramai dijual bebas lewat media sosial dan situs belanja online, Ganti menyatakan bahwa pihaknya hanya mendistribusikan alat tersebut ke fasilitas jaringan layanan Kesehatan, jejaring laboratorium pemeriksaan dan dinas Kesehatan provinsi, kota dan kabupaten.

"Karenanya dengan seluruh informasi yang beredar tersebut, kami telah meminta klarifikasi resmi dari pihak Inzek International. Dalam waktu dekat mereka akan sampaikan (klarifikasinya)," tegas Ganti.

Bertahan di Tengah Pandemi, Perbankan Wajib Perkuat Permodalan

Thu, 09 Jul 2020 - Posisi modal (capital) menjadi kunci yang sangat penting di tengah kondisi tekanan krisis yang hingga kini belum juga terukur bakal terjadi sampai kapan.

Bank Mandiri Fokus Garap Sektor Pendukung Padat Karya dan Ketahanan Pangan

Thu, 09 Jul 2020 - Bank Mandiri telah menyiapkan rencana penyaluran kredit (pipeline) secara sektoral dengan fokus pada usaha-usaha yang mendukung penyerapan tenaga kerja dan ketahanan pangan.

Menkeu: Pandemi Jadi Momentum Untuk Reformasi dengan Teknologi

Wed, 08 Jul 2020 - Menurut Menkeu, penggunaan teknologi juga bisa digunakan untuk menjangkau masyarakat di daerah terpencil mendukung pembangunan yang lebih inklusif.

Pemerintah Beri Penjaminan Kredit Modal Kerja Bagi UMKM Terdampak Covid-19

Wed, 08 Jul 2020 - Dengan adanya sistem terpadu, maka kredit untuk UMKM diharapkan berjalan lancar.

Jamkrindo Jamin Kredit Modal Kerja UMKM

Tue, 07 Jul 2020 - Program ini dijalankan pemerintah sebagai stimulus untuk menggerakkan perekonomian yang terdampak pandemi covid-19.

BNI Syariah Gandeng UIN Mataram Dalam Layanan Virtual Account

Fri, 03 Jul 2020 - Potensi kerjasama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram ini cukup besar salah satunya terkait dengan potensi pembayaran SPP/UKT Mahasiswa baik sarjana maupun pasca sarjana sebesar Rp 35 miliar.



Non Bank

Menkeu Tetapkan Aturan Penjaminan untuk UMKM dalam Rangka PEN

Selain penjaminan, melalui PMK ini pemerintah juga memb

Menkeu Tetapkan Aturan Penempatan Uang Negara pada Bank Umum Mitra

Sri Mulyani menetapkan empat bank mitra untuk penempata

AAJI: Pembayaran Klaim Meningkat di Tengah Pandemi Corona

Pembayaran Total Klaim dan Manfaat naik sebesar 4,1%, y

Pengamat Sebut Investasi di Indonesia Masih Menarik

Kondisi fundamental yang baik membuat investor asing ke

Portofolio

Selidiki Kasus Jiwasraya, Internal BPK Dinilai 'Terbelah'

Yang menarik, langkah pelaporan yang ditempuh oleh Agun

Tawarkan SBN, PermataBank: Manfaatkan Potensi Reksadana dan ORI 017

Data riset Bank Permata soal kepemilikan asing pasar ob

Berharap Pada Prospek Saham BUMN

Saham-saham Bank BUMN seperti BRI, Mandiri, BNI dan BTN

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi