Governance, Risk Management & Compliance

Bertahan di Tengah Pandemi, Perbankan Wajib Perkuat Permodalan

Kamis 9 Juli 2020 18:25:0

Posisi modal (capital) menjadi kunci yang sangat penting di tengah kondisi tekanan krisis yang hingga kini belum juga terukur bakal terjadi sampai kapan.

JAKARTA, Stabilitas - Pandemi COVID19 yang menyebar hampir ke seluruh wilayah di dunia terbukti telah membawa dampak besar terhadap kehidupan masyarakat. Tak terkecuali juga di Indonesia. Berbagai sektor usaha seketika terhantam oleh lemahnya daya beli masyarakat dan kondisi rantai pasokan (supply chain) yang juga terganggu oleh kebijakan lockdown yang diterapkan di sejumlah negara. Laju roda perekonomian pun secara otomatis melambat, dan bahkan seolah jalan di tempat.

Dari kondisi tersebut, banyak pihak pun mulai mengkhawatirkan kondisi lembaga keuangan yang ada di Indonesia. Memori buruk masyarakat terhadap krisis tahun 1998 kembali muncul. Industri perbankan yang merupakan sektor jasa keuangan yang paling mapan, dominan dan sangat dekat dalam kehidupan masyarakat kemudian menjadi yang paling dikhawatirkan bakal terimbas dengan adanya tekanan dari pandemi ini.

"(Agar perbankan bisa bertahan) Perlu ada peran dan komitmen dari pemilik modal perbankan nasional, bahwa kesehatan perbankan harus senantiasa dijaga, dipantau penuh, tak peduli itu (bank) asing maupun dalam negeri," ujar Direktur Eksekutif Penelitian dan Pengaturan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Anung Herlianto, dalam diskusi virtual dengan tema ‘Peran Pemilik dalam Mendukung Kinerja Bank’, pada Kamis (8/7).

Menurut Anung, setidaknya ada dua hal besar yang kini menjadi concern OJK untuk terus diawasi guna memastikan kinerja industri perbankan masih dapat berjalan dengan baik di tengah pandemi. Dua hal tersebut adalah soal risiko likuiditas dan juga risiko dari kinerja penyaluran kredit. Guna menjaga dua hal tersebut, diperlukan ‘bantalan’ yang cukup memadai dari segi ketersediaan permodalan.

"Posisi CAR (capital adequacy ratio/rasio kecukupan modal) harus benar-benar dijaga, dan untuk itu perlu peran lebih dari pemilik modal, terlebih dalam kondisi krisis seperti saat ini," tutur Anung.

Senada dengan pendapat Anung, Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk, Ryan Kiryanto, juga menyebut bahwa posisi modal (capital) menjadi kunci yang sangat penting di tengah kondisi tekanan krisis yang hingga kini belum juga terukur bakal terjadi sampai kapan. Tanpa permodalan yang mumpuni, secara bertahap bank diyakini Ryan bakal semakin kesulitan untuk terus menjaga operasional kinerjanya dengan baik.

"Kuncinya adalah capital. Dengan modal yang cukup, bank akan bisa lebih kuat dalam mempertahankan operasionalnya. Caranya ada dua, yaitu lewat suntikan modal langsung atau menahan agar tidak ada pembagian dividen. (Modal) Ini sangat dibutuhkan karena bank harus ‘lari marathon’ dalam jangka Panjang. Bahkan ‘garis finish’nya saja kita belum tahu kapan. Kalau (modal) tidak kuat, bisa habis nafas di tengah jalan," tegas Ryan.

Minimalkan Risiko, 90% Member AFPI Lapor ke FIntech Data Center

Tue, 04 Aug 2020 - Dengan demikian diharapkan mitigasi risiko akan meningkat seiring banyaknya anggota yang terkoneksi dengan pusat data fintech lending ini.

LPEI Akan Terus Kucurkan Pembiayaan

Thu, 16 Jul 2020 - Penyaluran pembiayaan untuk ekspor tersebut akan secara selektif diberikan kepada sektor usaha debitur yang terdampak

Menko Airlangga Beberkan Kiat Pemerintah Percepat PEN

Wed, 15 Jul 2020 - Pemerintah, ujar Menko Airlangga, meyakini bahwa digitalisasi dari berbagai proses bisnis yang digabungkan dengan industrialisasi pada beberapa sektor merupakan prasyarat untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, inklusif dan seimbang.

Maybank Serahkan Masker Tanda Kasih kepada ASEAN

Tue, 14 Jul 2020 - Masker-masker ini terbuat dari katun murni dan sutera bukan dibuat mesin, melainkan hasil rajutan sekitar 250 penenun wanita terampil di Provinsi Takeo, Kamboja.

Bantu Penanganan Covid, CItiBank Beri Bantuan Rp2 Miliar

Tue, 14 Jul 2020 - Bantuan tersebut akan disalurkan melalui HOPE worldwide Indonesia ke beberapa wilayah di Indonesia yaitu, Jakarta, Tangerang, Semarang, Bandung, Surabaya, Medan dan Denpasar.



Non Bank

Menkeu Tetapkan Aturan Penjaminan untuk UMKM dalam Rangka PEN

Selain penjaminan, melalui PMK ini pemerintah juga memb

Menkeu Tetapkan Aturan Penempatan Uang Negara pada Bank Umum Mitra

Sri Mulyani menetapkan empat bank mitra untuk penempata

AAJI: Pembayaran Klaim Meningkat di Tengah Pandemi Corona

Pembayaran Total Klaim dan Manfaat naik sebesar 4,1%, y

Pengamat Sebut Investasi di Indonesia Masih Menarik

Kondisi fundamental yang baik membuat investor asing ke

Portofolio

Selidiki Kasus Jiwasraya, Internal BPK Dinilai 'Terbelah'

Yang menarik, langkah pelaporan yang ditempuh oleh Agun

Tawarkan SBN, PermataBank: Manfaatkan Potensi Reksadana dan ORI 017

Data riset Bank Permata soal kepemilikan asing pasar ob

Berharap Pada Prospek Saham BUMN

Saham-saham Bank BUMN seperti BRI, Mandiri, BNI dan BTN

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi