Governance, Risk Management & Compliance

Bhinneka Life Gelar Literasi Keuangan untuk Guru Se-Yogyakarta

Jumat 14 September 2018 18:16:0

Mengajak peran serta para guru mata pelajaran ekonomi dinilai sebagai langkah yang tepat dalam upaya mempercepat pemahaman masyarakat terhadap literasi keuangan yang saat ini masih rendah.

YOGYAKARTA, Stabilitas -- Bhinneka Life bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan kegiatan literasi keuangan bagi 50 orang guru mata pelajaran ekonomi di kota Yogyakarta.

Penyelenggaraan literasi ini juga melibatkan Musyawarah Guru Mata Pelajaran Ekonomi (MGMPE) Tingkat SLTA Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagai langkah awal kegiatan literasi ini akan dilakukan di lima kota yaitu: Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Bandung dan Padang.

Direktur Operasional & Marketing Bhinneka Life, Lina Bong mengatakan, kegiatan literasi bagi guru SLTA adalah sebagai bentuk kepedulian sosial / Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bhinneka Life.

"Kami juga menyerahkan sumbangan Buku Mengenal Otoritas Jasa Keuangan & Industri Jasa Keuangan kepada SMA Negeri 1 Yogyakarta yang menjadi lokasi kegiatan literasi dan kepada seluruh peserta literasi," katanya di Yogyakarta, Kamis (13/9/2018).

Lina menjelaskan, selaras dengan semangat Bhinneka Life Bersatu Dalam Kebaikan, pihaknya berperan aktif mendukung pembangunan bangsa, terutama generasi masa depan.

"Kami menyampaikan manfaat mengelola keuangan untuk masa depan yang lebih baik kepada kalangan luas dalam hal ini melalui para guru dan siswa-siswinya," tutur Lina.

Lebih lanjut Lina menjelaskan, Guru mempunyai peran penting sebagai pendidik generasi masa depan, sehingga mengajak peran serta para guru mata pelajaran ekonomi dinilai sebagai langkah yang tepat dalam upaya mempercepat pemahaman masyarakat terhadap literasi keuangan yang saat ini masih rendah.

"Karena itu, setelah kegiatan ini para guru diharapkan dapat menyebarluaskan materi literasi kepada para peserta didiknya, sehingga sejak dini mereka memiliki pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan yang baik dan terencana," jelas Lina.

Bhinneka Life terus melakukan inisiatif agar masyarakat semakin mengetahui dan mengerti asuransi, sehingga guru & siswa bisa mempersiapkan serta menyusun rencana keuangan yang lebih baik dalam kehidupannya, yang pada akhirnya membantu mereka dalam mengambil keputusan yang lebih baik pula.

"Meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berasuransi adalah salah satu indikasi bahwa pemahaman masyarakat terhadap literasi keuangan semakin membaik," katanya.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga tahun 2017, indeks literasi asuransi di Indonesia baru mencapai 15,76 persen, turun dari survei tahun 2013 yang berada pada angka 17,84 persen.

Rendahnya tingkat literasi ini berdampak kepada masih banyaknya penduduk Indonesia yang tidak terlindungi asuransi. Menurut data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), dari total penduduk Indonesia sekitar 255 juta jiwa, baru sekitar 7,5 persen masyarakat yang memiliki asuransi.

Untuk itu, Kepala OJK DI Yogyakarta, Untung Nugroho mendukung kegiatan literasi yang dilakukan oleh Bhinneka Life. Karena di tengah kompetisi global dan inovasi produk dan jasa keuangan yang berkembang pesat, generasi muda perlu melek perencanaan keuangan.

"Di sinilah betapa krusial peran guru, sang pahlawan tanpa tanda jasa untuk turut serta memberi pemahaman sejak dini kepada murid-muridnya," kata Untung.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Yogyakarta, sebagai salah satu pusat perdagangan, Yogyakarta memiliki potensi perekonomian yang sangat tinggi.

Dengan jumlah populasi mencapai sekitar 3.618.084 jiwa, pada 2017 lalu pertumbuhan ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta 5,45 %, tumbuh 5,26 persen, lebih tinggi dibanding tahun 2016 yang tumbuh sebesar 5,05 persen. Laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi tersebut diikuti tren tingkat inflasi yang meningkat hampir 1%, termasuk di dalamnya adalah pada sektor pendidikan.

"Dengan memiliki literasi keuangan yang baik, terutama literasi tentang asuransi, kita harapkan masyarakat Yogyakarta dapat mengelola keuangannya dengan bijaksana, sehingga kondisi ekonomi mereka tetap baik dan biaya pendidikan untuk putra-putri mereka tidak terganggu," ujar Lina Bong.



Non Bank

Bhinneka Life Gelar Literasi Keuangan untuk Guru Se-Yogyakarta

Mengajak peran serta para guru mata pelajaran ekonomi d

Mandiri Inhealth Tangani 447 Kasus di Asian Games 2018

Bukti dukungan Mandiri Inhealth dalam ajang Asian Games

OJK Temukan 182 Fintech dan 10 Entitas Penawaran Investasi Tanpa Izin

Jumlah peer to peer lendingtidak berijin yang ditemukan

Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Melemah 22,9 Persen

Kendati demikian, secara total pendapatan industri asur

Portofolio

Ini 57 Entitas Yang Aktivitasnya Dilarang Satgas Waspada Investasi OJK

Imbauan ini dikeluarkan mengingat entitas tersebut tida

Gandeng China Galaxy Securities, CIMB Awali Bisnis Pialang Saham di Asia

Usaha patungan berpeluang tumbuh untuk mendukung aktivi

Menkeu Berharap Pemda Manfaatkan Investasi untuk Bangun Daerah

Menkeu mencontohkan daerah Halmahera Utara dan Tabanan

Masyarakat Indonesia Mulai Minati Cryptocurrency

puluhan ribu masyarakat Indonesia diklaim telah mulai t

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi