Governance, Risk Management & Compliance

BI Beri Sinyal Kembali Longgarkan Kebijakan Moneter

Jumat 29 Januari 2016 11:57:0

Pelonggaran bisa dilakukan dalam beberapa kebijakan, misalnya penurunan suku bunga acuan (BI Rate) maupun Giro Wajib Minimum (GWM) primer.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Setelah menurunkan suku bunga Bank Indonesia (BI) atau BI Rate, Bank Indonesia (BI) kembali memberikan sinyal pelonggaran kebijakan moneter.

Dalam forum yang diadakan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Iluni) UI, seorang mahasiswa menanyakan mengenai peluang turunnya suku bunga acuan BI atau BI rate ke level 7 persen.

Atas pertanyaan tersebut, Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara membenarkan, sejak Oktober 2015 BI mengakui adanya ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter. Namun, pelonggaran itu tidak hanya soal BI rate, bisa juga dengan menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) primer.

"BI pada waktu Rapat Dewan Gubernur 14 Januari menurunkan BI Rate dan di pers rilis BI, BI katakan masih ada ruang pelonggaran kebijakan moneter subject to situasi global, pasar keuangan," paparnya di Graha Niaga, Jumat (29/1).

Dia mengatakan, selama situasi ekonomi global dan dalam negeri stabil, ruang pelonggaran moneter selalu terbuka. Tapi sebelum melakukan pelonggaran, pihaknya mengaku terus memantau kondisi ekonomi global. Indonesia yang memiliki utang luar negeri (ULN) yang besar, mau tidak mau bergantung pada ekonomi global.

"The Fed, China, dua faktor dominan dari ekonomi global, kenapa kita mengacu ekonomi global? Karna funding negara ini banyak sekali dari luar, APBN, korporasi, jadi kita enggak bisa tutup mata dengan apa yang terjadi di global," tukasnya

Sebelumnya Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo mengatakan, masih ada ruang untuk melakukan pelonggaran kebijakan moneter. Pelonggaran bisa dilakukan dalam beberapa kebijakan, misalnya penurunan suku bunga acuan (BI Rate) maupun Giro Wajib Minimum (GWM) primer.

Selain menurunkan suku bunga 25 basis point dari 7,5 persen menjadi 7,25 persen, BI juga sudah menurunkan besaran GWM primer menjadi 7,5 persen.

"Bisa dalam bentuk berbagai instrumen, baik GWM atau policy rate. Ini bisa kami lakukan setelah kami lakukan kajian indikator ekonomi pada saat nanti RDG pada 18 Februari 2016, kami lihat ada ruang pelonggaran," paparnya di sela Mandiri Investor Forum 2016.

Meskipun begitu, untuk memutuskan pelonggaran kebijakan, BI perlu melakukan banyak pertimbangan. Untuk itu, BI bakal terus memantau pergerakan ekonomi global maupun kondisi ekonomi dalam negeri.

"Kondisi global perlu kami perhatikan. Banyak yang katakan tekanan harga minyak menekan harga komoditas. Ekonomi China masih akan ada koreksi," tandasnya.

Asia Perlu Pendekatan Kawasan Untuk Memanfaatkan Sepenuhnya Potensi Fintech

Thu, 11 Oct 2018 - Disintermediasi layanan fintech atau konsentrasi layanan di antara beberapa penyedia juga dapat menimbulkan risiko terhadap stabilitas keuangan.

BI: Dorong Ekspor dan Pariwisata untuk Ketahanan Ekonomi Indonesia

Thu, 11 Oct 2018 - Dengan kebutuhan impor yang masih besar, semakin penting bagi Indonesia untuk mendorong ekspor dan pariwisata.

Indonesia dan Singapura Sepakati Kerja Sama Keuangan Antar-Bank Sentral

Thu, 11 Oct 2018 - Salah satu substansi kerja sama yang disepakati adalah kerja sama antara Bank Indonesia (BI) dan Monetary Authority of Singapore (MAS) dalam pengelolaan likuiditas valas secara bilateral (Bilateral Liquidity Management Arrangement-BLMA)

BI dan Federal Reserve Bank of New York Bahas Dampak Normalisasi Kebijakan Ekonomi Negara Maju

Wed, 10 Oct 2018 - Melalui kegiatan yang dihadiri oleh para pemimpin bank sentral dari seluruh penjuru dunia tersebut, kedua lembaga bertujuan menggali perspektif dan pandangan yang berbeda dalam menyikapi perkembangan ekonomi global saat ini.

Tiga Aspek Paradigma Baru Pembiayaan Infrastruktur Versi Bank Indonesia

Tue, 09 Oct 2018 - Ketiga aspek tersebut adalah pergeseran dari pembiayaan Pemerintah ke pembiayaan swasta. Kedua, proyek infrastruktur sebagai sebuah kelas aset (class asset). Ketiga, basis investor yang luas.

Forum Investor 2018 Angkat Paradigma Baru Pembiayaan Infrastruktur

Tue, 09 Oct 2018 - Dengan paradigma baru pembiayaan ini, keterlibatan pihak swasta dalam pembiayaan infrstruktur dapat menjadi pilihan pertama.



Non Bank

Presiden Jokowi: Pengembangan Ekonomi Digital Butuh Kebijakan yang Akomodatif

Pengaturan yang akomodatif menjadi semakin penting, aga

Bhinneka Life Gelar Literasi Keuangan untuk Guru Se-Yogyakarta

Mengajak peran serta para guru mata pelajaran ekonomi d

Mandiri Inhealth Tangani 447 Kasus di Asian Games 2018

Bukti dukungan Mandiri Inhealth dalam ajang Asian Games

OJK Temukan 182 Fintech dan 10 Entitas Penawaran Investasi Tanpa Izin

Jumlah peer to peer lendingtidak berijin yang ditemukan

Portofolio

Ini 57 Entitas Yang Aktivitasnya Dilarang Satgas Waspada Investasi OJK

Imbauan ini dikeluarkan mengingat entitas tersebut tida

Gandeng China Galaxy Securities, CIMB Awali Bisnis Pialang Saham di Asia

Usaha patungan berpeluang tumbuh untuk mendukung aktivi

Menkeu Berharap Pemda Manfaatkan Investasi untuk Bangun Daerah

Menkeu mencontohkan daerah Halmahera Utara dan Tabanan

Masyarakat Indonesia Mulai Minati Cryptocurrency

puluhan ribu masyarakat Indonesia diklaim telah mulai t

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi