Governance, Risk Management & Compliance

BRI Raup Laba Rp. 6,47 Triliun Sepanjang Kuartal I 2017

Jumat 21 April 2017 8:2:0

Di akhir tahun 2017 Bank BRI menargetkan pencapaian laba bersih tumbuh 3 persen hingga 5 persen dibandingkan pencapaian di Desember 2016.

JAKARTA, Stabilitas -- PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. mampu mempertahankan kinerja cemerlang di awal tahun 2017. Hingga akhir Maret 2017, Bank BRI mampu meraup laba bersih sebesar Rp. 6,47 Triliun atau meningkat 5,5 persen dibanding laba periode yang sama tahun 2016 yakni sebesar Rp. 6,1 Triliun.

“Kenaikan ini didorong oleh penyaluran kredit yang tumbuh diatas rata-rata industri serta kenaikan fee based income,” kata Direktur Utama Bank BRI Suprajarto dalam konferensi pers paparan kinerja keuangan Triwulan I tahun 2017 di Kantor Pusat Bank BRI, Kamis (20/4/2017).

Sampai dengan akhir Maret 2017, Bank BRI berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp. 653,1 Triliun atau naik 16,4 persen dibandingkan dengan penyaluran kredit di akhir Maret 2016 sebesar Rp. 561,1 Triliun. Kenaikan penyaluran kredit ini terutama didorong oleh penyaluran kredit di sektor UMKM, tercatat BRI telah menyalurkan kredit senilai Rp. 471 Triliun atau sebesar 72,1 persen dari keseluruhan portofolio kredit BRI. Dari penyaluran tersebut, kredit mikro masih memegang porsi terbesar dari seluruh segmen kredit BRI, yakni sebesar 33 persen atau senilai Rp. 216,1 Triliun dari seluruh kredit yang disalurkan.

Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga masih menjadi fokus Bank BRI di tahun ini, dimana selama tiga bulan di awal tahun ini Bank BRI mampu menyalurkan KUR senilai Rp. 14,11 Triliun kepada lebih dari 763 Ribu debitur baru. Dari penyaluran tersebut, 30 persen diantaranya disalurkan ke sektor produktif. Target di akhir tahun, Bank BRI mematok minimal 40 persen penyaluran KUR kepada sektor produktif sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

Dengan pencapaian tersebut, apabila dihitung sejak KUR skema baru diluncurkan pada Agustus 2015, secara total Bank BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp. 99,7 Triliun kepada lebih dari 5,6 juta debitur.

Suprajarto menambahkan, dengan pertumbuhan kredit yang signifikan, Bank BRI berhasil menjaga kualitas kredit yang disalurkan. Pada kuartal I tahun 2017 rasio NPL gross Bank BRI sebesar 2,16 persen atau turun dibandingkan dengan NPL gross kuartal I tahun 2016 sebesar 2,22 persen.

“Khusus untuk segmen mikro, rasio NPL gross sebesar 1,35 persen di akhir Maret 2017,” imbuh Suprajarto. Bank BRI juga meningkatkan NPL Coverage menjadi sebesar 181,55 persen atau naik dibandingkan NPL Coverage kuartal I 2016 sebesar 150 persen.

Sementara itu, DPK BRI berhasil tumbuh sebesar 11 persen, dari Rp. 631,7 Triliun di kuartal I 2016 menjadi Rp. 701,2 Triliun di kuartal I 2017. Secara komposisi, dana murah (CASA) masih mendominasi sebesar 56,63 persen atau naik dibandingkan dengan CASA di kuartal I 2016 sebesar 56,54 persen. Pertumbuhan ini tidak lepas dari salah satu strategi Bank BRI, yakni implementasi transaction banking dalam rangka pemberian layanan perbankan yang terintegrasi bagi nasabah.

Pertumbuhan laba BRI juga didukung oleh kenaikan fee based income, tercatat sepanjang kuartal I 2017 Bank BRI mampu meraup fee based income senilai Rp. 2,5 Triliun atau naik 29,3 persen dibandingkan dengan fee based income di kuartal I 2016 senilai Rp. 2 Triliun. Penyumbang fee based income terbesar adalah dari simpanan sebesar 39 persen dan fee terkait e-banking sebesar 23 persen. Secara keseluruhan, fee based income berkontribusi sebesar 9,2 persen dari total seluruh pendapatan Bank BRI di kuartal I 2017 atau meningkat dibandingkan dengan kuartal I 2016 dimana fee based income berkontribusi sebesar 7,8 persen dari total pendapatan Bank BRI.

Kinerja sepanjang kuartal I 2017 turut mengerek rasio CAR Bank BRI, dimana kuartal I 2017 CAR BRI sebesar 20,86 persen, atau naik dibandingkan dengan CAR kuartal I 2016 sebesar 19,49 persen. Penguatan CAR tersebut menjadikan Bank BRI memiliki landasan yang kuat untuk tumbuh secara berkelanjutan di masa yang akan datang. Selain itu, Bank BRI mampu mencatatkan rasio Return on Asset (ROA) sebesar 3,34 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 18,77 persen.

Berkaca dari kinerja sepanjang kuartal I 2017, Bank BRI optimis mampu mencapai target yang telah ditetapkan di akhir tahun 2017. Di akhir tahun 2017 Bank BRI menargetkan pencapaian laba bersih tumbuh 3 persen hingga 5 persen dibandingkan pencapaian di Desember 2016. Untuk kredit, perseroan menargetkan pertumbuhan antara 12 persen hingga 14 persen.

Dukung Program Lindung Nilai, BI, BNI, & BRI Gandeng 50 Top Eksportir

Mon, 24 Sep 2018 - Ketentuan yang diatur melalui Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) No.20/18/PADG/2018 itu menurunkan batas pengajuan minimum transaksi FX Swap Lindung Nilai dari USD 10 juta menjadi USD 2 juta.

BRI Talangi Pembebasan Lahan Anak Usaha Waskita Toll Road Senilai Rp 7,160 T

Thu, 31 May 2018 - Total nilai pinjaman khusus untuk pembebasan lahan diberikan kepada tiga anak usaha PT Waskita Toll Road ini mencapai Rp. 7,160 Triliun.

Holcim Luncurkan PowerMax dan WallMax

Mon, 18 Dec 2017 - Saat ini produk WallMax, PowerMax dan Holcim Mortar telah tersedia di beberapa area di Jakarta, Jawa Barat, dan akan terus ditingkatkan distribusinya hingga merata di seluruh pulau Jawa.

Rencana Bisnis 2018: BRI Incar Pertumbuhan “Double Digit”

Mon, 27 Nov 2017 - Untuk mencapai target tersebut, manajemen BRI tetap mengedepankan prinsip kehatihatian dengan tetap menjaga kualitas aktiva produktif tetap sehat.

BRISyariah Berikan KPR FLPP Spesial DP 1 Persen di Pameran Rumah Rakyat 2017

Thu, 13 Jul 2017 - BRISyariah dalam expo ini memberikan program KPR FLPP spesial DP 1%-an sudah termasuk subsidi uang muka dan beragam doorprize serta hadiah langsung bagi para pengunjung expo yang datang langsung ke stand BRISyariah.

PT AJ Bumiputera Gandeng BRI dalam "Cash Management"

Thu, 18 May 2017 - "Kami terus berupaya memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi nasabah dalam hal pembayaran premi atas polis-polis asuransinya karena akses untuk melakukan pembayaran tersebar luas di jaringan BRI di seluruh Indonesia..”



Non Bank

Presiden Jokowi: Pengembangan Ekonomi Digital Butuh Kebijakan yang Akomodatif

Pengaturan yang akomodatif menjadi semakin penting, aga

Bhinneka Life Gelar Literasi Keuangan untuk Guru Se-Yogyakarta

Mengajak peran serta para guru mata pelajaran ekonomi d

Mandiri Inhealth Tangani 447 Kasus di Asian Games 2018

Bukti dukungan Mandiri Inhealth dalam ajang Asian Games

OJK Temukan 182 Fintech dan 10 Entitas Penawaran Investasi Tanpa Izin

Jumlah peer to peer lendingtidak berijin yang ditemukan

Portofolio

OJK Dorong Pertumbuhan Industri di Daerah Melalui Pasar Modal

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong perusahaan

Ini 57 Entitas Yang Aktivitasnya Dilarang Satgas Waspada Investasi OJK

Imbauan ini dikeluarkan mengingat entitas tersebut tida

Gandeng China Galaxy Securities, CIMB Awali Bisnis Pialang Saham di Asia

Usaha patungan berpeluang tumbuh untuk mendukung aktivi

Menkeu Berharap Pemda Manfaatkan Investasi untuk Bangun Daerah

Menkeu mencontohkan daerah Halmahera Utara dan Tabanan

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi