Governance, Risk Management & Compliance

BRI Talangi Pembebasan Lahan Anak Usaha Waskita Toll Road Senilai Rp 7,160 T

Kamis 31 Mei 2018 20:14:0

Total nilai pinjaman khusus untuk pembebasan lahan diberikan kepada tiga anak usaha PT Waskita Toll Road ini mencapai Rp. 7,160 Triliun.

JAKARTA, Stabilitas -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melakukan Penandatanganan Perjanjian Pinjaman Dana Talangan Tanah dengan tiga Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) --anak usaha PT Waskita Toll Road-- yakni PT Cimanggis Cibitung Tollways, PT Trans Jabar Tol, dan PT Kresna Kusuma Dyandra Marga. Total nilai pinjaman khusus yang diberikan kepada tiga anak usaha PT Waskita Toll Road ini mencapai Rp. 7,160 Triliun.

Penandatanganan kerjasama untuk dana talangan pembebasan lahan dalam rangka percepatan proyek Infrastruktur tersebut dilakukan oleh Bapak I Made Suka selaku Kepala Divisi BUMN I PT Bank BRI (Persero) Tbk, dengan perwakilan masing-masing tiga badan usaha, yakni Bapak Mokh. Sadali selaku Direktur Utama PT Trans Jabar Tol, Bapak Ridwan Dharma selaku Direktur Utama PT Cimanggis Cibitung Tollways, Bapak A. D Erlangga selaku Direktur Teknik dan Operasi PT Cimanggis Cibitung Tollways, dan Bapak Herwidiakto selaku Direktur Utama PT Kresna Kusuma Dyandra Marga.

Bertempat di Binakarna Ballroom, Hotel Bidakara, Jakarta 31 Mei 2018, hadir dan turut menyaksikan penandatangan kerjasama pinjaman ini antara lain Bapak Kuswiyoto selaku Corporate Banking Director PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, bersama Bapak Y. Ariandi Siregar selaku Direktur Keuangan dan SDM PT Waskita Toll Road.

Dana Talangan Tanah tersebut merupakan pembiayaan untuk pembebasan tanah pada tiga ruas tol diatas dimana nantinya akan diganti dana APBN oleh pemerintah melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

Dari total nilai pinjaman Dana Talangan Tanah untuk tiga anak usaha PT Waskita Toll Road yang sebesar Rp. 7,160 Triliun ini akan digunakan untuk Ruas Tol Cimanggis Cibitung sebesar Rp. 3,702 Triliun, Ruas Tol Bogor Ciawi Sukabumi sebesar Rp. 2,078 Triliun, dan Ruas Tol Bekasi Cawang Kampung Melayu sebesar Rp. 1,380 Triliun.

"Tujuan Dana Talangan Tanah ini sebagai wujud dari upaya mendukung percepatan pembangunan proyek infrastruktur di Indonesia, khususnya jalan tol" jelas Bapak Ariandi.

Untuk diketahui, saat ini progres pembebasan lahan ruas Cimanggis – Cibitung telah mencapai 47,72%, sehingga diharapkan dengan adanya kerjasama ini, dapat mempercepat pembebasan lahan. PT Cimanggis Cibitung Tollways adalah pemegang konsesi ruas Cimanggis – Cibitung dengan panjang 26,3 km yang masuk di dalam ruas JORR 2. Ruas tol ini menghubungkan dua ruas jalan tol besar yang telah lama beroperasi yaitu ruas Jagorawi dan Cikampek, dan juga menghubungkan ruas tol Cijago dan Cilincing. Disamping itu, sebagai pelengkap jaringan Jalan Tol Jabodetabek, Tol Cimanggis – Cibitung diharapkan juga mampu memecah kepadatan dua tol ibu kota, yakni Jalan Tol Jakarta – Cikampek dan Jalan Tol Jagorawi.

PT Waskita Toll Road selaku induk usaha menargetkan ruas tol Cimanggis – Cibitung untuk Seksi 1 dapat selesai pada tahun ini dan secara keseluruhan Seksi 2 pada akhir tahun 2019, diharapkan dengan selesainya konstruksi tol ini dapat memecah kepadatan lalu lintas yang saat ini terjadi di empat daerah ( 2 kabupaten dan 2 kota).

Selanjutnya, PT Trans Jabar Tol adalah pemegang konsesi ruas tol Bogor – Ciawi – Sukabumi (Bocimi) yang memiliki panjang jalan total 54 km. PT Waskita Toll Road menargetkan proyek jalan tol Bocimi untuk ruas Jalan Tol Ciawi – Sukabumi Seksi 1 dengan ruas Ciawi – Cigombong sepanjang 15,35 kilometer dapat mulai beroperasi pada September tahun ini. Untuk lebaran hanya berlaku fungsional. Kemudian sampai ke Cibadak diperkirakan tahun 2020 akan selesai. Sampai dengan Sukabumi Timur ditargetkan selesai di tahun 2021.

Sementara PT Kresna Kusuma Dyandra Marga adalah anak usaha PT Waskita Toll Road pemegang konsesi ruas Bekasi – Cawang – Kampung Melayu (Becakayu) dengan keseluruhan mencapai panjang 16 kilometer. Ruas ini terdiri dari dua seksi yakni seksi 1A yang menyambungkan Cipinang Muara hingga Kampung Melayu dan seksi 2 dari Jakasampurna ke Duren Jaya sepanjang 10,04 kilometer.

Saat ini PT Kresna Kusuma Dyandra Marga tengah fokus untuk mempercepat pembebasan, sehingga dapat menyelesaikan pembangunan seksi IA, yaitu antara Cipinang Muara hingga Kampung Melayu, sehingga dapat beroperasi pada September 2018. Sedangkan seksi II antara Jaka Sampurna hingga Bekasi Barat yang ditargetkan selesai dan mulai beroperasi pada Desember 2018 mendatang. Sebelumnya seksi 1B Cipinang Melayu – Pangkalan Jati dan 1C Pangkalan Jati – Jakasampurna telah resmi beroperasi sejak November 2017.

Telkom Gandeng Tiga Bank BUMN Untuk Permudah Layanan

Thu, 31 Jan 2019 - Tiga bank milik negara yang tergabung dalam HIMBARA menjalin kerja sama dengan PT Telkom untuk mempermudah nasabahnya melakukan pembayaran layanan IndiHome.

BRI Targetkan Akuisisi Beres di Semester I 2019

Wed, 30 Jan 2019 - Pada semester pertama tahun 2019, BRI akan membereskan akuisisi perusahaan asuransi. Sebelumnya BRI telah melakukan akuisisi terhadap tiga manajer investasi untuk menambah unit bisnisnya.

Sunarso Kembali Ditunjuk Jadi Wakil Dirut BRI

Thu, 03 Jan 2019 - PT Bank BRI Persero Tbk kembali mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham dan menetapkan Wakil Direktur serta memberhentikan Komisaris dan Direksi Perseroan.

Masuki Industri 4.0, Bank Milik Negara Kembangkan Cloud

Thu, 20 Dec 2018 - Bank-bank milik negara (Himbara) bersinergi mengembangkan teknologi cloud untuk mendukung transformasi digital menuju Industri 4.0.

Ekspansi Bisnis Infrastruktur, SEAM Group Rangkul ASCORT ASIA dan BRI

Mon, 03 Dec 2018 - SEAM Group berahap kerjasama dengan ASCORT ASIA GROUP akan mempercepat rencana penyelesaian beberapa infrastruktur jalan dan pelabuhan laut yang telah direncanakan perseroan.

Apresiasi Media, Futsal SahabatPers BRI Kembali Digelar

Mon, 26 Nov 2018 - Memasuki usia yang ke 123 tahun, Bank BRI terus mempererat tali silaturahmi dengan SahabatPers BRI, antara lain melakukan olahraga bersama melalui kompetisi futsal antara forum wartawan setiap tahunnya.



Non Bank

IdEA Akan Gelar Pasar E-Commerce 2019

Menyadari potensi besar industri e-commerce di Indonesi

Penetrasi Pasar Jadi Tantangan E-commerce menjadi Unicorn

Asosiasi E-commerce Indonesia menilai penetrasi pasar b

Chubb Life Tunjuk Budi Tatawidjaja Sebagai Direktur Kepatuhan

PT Chubb General Insurance mengangkat Budi Tatawidjaja

Riset HSBC: Baru 30 Persen Orang Indonesia Sadar Investasi

Penelitian HSBC menunjukkan masih banyak orang Indonesi

Portofolio

Hadirkan Produk Derivatif GOFX, Pasar ICDX Semakin Liquid

GOFX adalah kelompok produk derivatif komoditi, terdiri

Pemanfaatan data Dispendukcapil, KSEI: Pembuatan Rekening Lebih Mudah

kerjasama ini dilakukan untuk memperdalam pasar investa

2019, Pasar modal syariah akan lebih baik dari 2018

Perbaikan itu bukan disebabkan oleh pasar modal syariah

ASCORT ASIA: SBI Jangka Pendek Cocok untuk Pembiayaan Proyek Infrastruktur

SBI JP merupakan alternatif pilihan investasi menarik b

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi