Governance, Risk Management & Compliance

Buana Finance Optimistis Bisnis Pembiayaan Bakal Membaik

Kamis 16 Mei 2019 5:39:0

PT Buana Finance Tbk meyakini bahwa bisnis pembiayaan ke depan secara bertahap bakal kembali membaik seiring dengan rampungnya pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu).

JAKARTA, Stabilitas-Industri pembiayaan merupakan salah satu sektor yang kinerja bisnisnya relatif melambat terimbas oleh pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) di tahun 2019 ini. Kondisi tersebut diakui oleh PT Buana Finance Tbk. Seiring dengan rampungnya kegiatan tersebut, perusahaan dengan kode saham BBLD itu pun meyakini bahwa bisnis pembiayaan ke depan secara bertahap bakal kembali membaik. "Dengan berakhirnya Pemilu kami yakini pasar akan kembali menggeliat lagi. Bisnis akan membaik lagi. Terutama didorong juga oleh momen Ramadhan dan Lebaran, trennya di kami ada peningkatan sekitar 20 persen sampai 25 persen untuk jenis pembiayaan consumer," ujar Direktur Utama PT Buana Finance Tbk, Yanjar Alin, usai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan, di Jakarta, Kamis (16/5).

Berkaca pada tren yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, menurut Yanuar, momen Ramadhan dan Lebaran relatif tidak terlalu memberikan pengaruh yang signifikan. Namun lantaran pada triwulan I/2019 tahun ini ada tren wait and see di masyarakat, sehingga kinerja di triwulan II/2019 secar otomatis ikut terdorong. "Harusnya di triwulan II/2019 akan lebih baik. Faktor Ramadhan dan Lebaran juga akhirnya terlihat memberi pengaruh juga," tutur Yanuar.

Dengan tren yang terus membaik itu, lanjut Yanuar, pihaknya telah mamatok target laba bersih dari bisnis pembiayaan di sepanjang tahun 2019 ini sebesar Rp75 miliar hingga akhir tahun. Target tersebut ditetapkan dengan mengasumsikan adanya pertumbuhan sebesar 29 persen dibanding realisasi laba bersih pada tahun sebelumnya. "Laba bersih itu nantinya akan coba kami dapat dari target pembiayaan konsumen sebesar Rp2,2 triliun dan sewa pembiayaan sebesar Rp1 triliun," tegas Yanuar.



Non Bank

Allianz Life Indonesia Perkenalkan Asuransi Jiwa Unit Link Terbaru

Sampai 2019 produk asuransi jiwa unitlink masih mendomi

MTF Beri Restrukturisasi Rp 5 Triliun bagi Pelanggan Terdampak Covid-19

Mandiri Tunas Finance menyalurkan 11.000 Paket Sembako

Menkeu Jelaskan Latar Belakang Perppu Nomor 1 Tahun 2020

Sri Mulyani menjelaskan, Perppu dikeluarkan untuk bisa

Portofolio

Berharap Pada Prospek Saham BUMN

Saham-saham Bank BUMN seperti BRI, Mandiri, BNI dan BTN

Mandiri Sekuritas Permudah Proses Pembukaan Rekening Efek

Mandiri Sekuritas mendorong masyarakat berinvestasi di

Kemenkeu Terbitkan SUN dengan Tenor 50 Tahun

SUN tersebut diterbitkan guna memenuhi kebutuhan pembia

Segera Diluncurkan, Kupon SBR-009 Sebesar 6.3 Persen

Instrumen Savings Bond Ritel seri SBR009 sebagai instru

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi