Governance, Risk Management & Compliance

CIMB Group Umumkan Laba Bersih 2014 Sebesar RM3,107 Miliar

Minggu 1 Maret 2015 14:8:0

CIMB Group Holdings menyampaikan rencana jangka menengah dengan target ROE sebesar 15%, rasio CET1 di atas 11%, rasio biaya terhadap pendapatan di bawah 50% dan distribusi pendapatan perbankan konsumen sebesar 60% pada akhir 2018.

Jakarta - CIMB Group Holdings Berhad (CIMB Group atau Group) mengumumkan laba bersih tahun buku 2014 (FY14) sebesar RM3,107 miliar atau setara laba per saham (EPS) senilai 37,5 sen. Di luar perolehan tidak rutin pada FY14 dan FY13, laba bersih yang dibukukan CIMB Group untuk Business As Usual (BAU) pada FY14 turun sebesar 24,6% year on year (YoY). Imbal hasil atas ekuitas (ROE) bersih yang disetahunkan untuk FY14 tercatat 9,2%.

"Tahun 2014 merupakan tahun yang berat bagi CIMB Group karena laba dipengaruhi oleh turunnya pendapatan sedangkan provisi untuk kredit perbankan korporasi mengalami kenaikan, baik di CIMB Niaga maupun di Malaysia. Salah satu penyebabnya adalah pelemahan nilai Rupiah. Kondisi pasar modal masih belum menggembirakan akibat rendahnya volume perdagangan dan volatilitas, yang berdampak terhadap kinerja unit IB maupun Treasury & Markets. Namun demikian, kami tetap berbesar hati sebab unit perbankan konsumen di Malaysia dan CIMB Bank Singapore menunjukkan kinerja positif sementara CIMB Thai terus menguat," jelas Tengku Dato' Zafrul Tengku Abdul Aziz, Group Chief Executive, CIMB Group.

Dari sisi pendapatan operasional CIMB Group pada FY14 mengalami penurunan 1,0% menjadi RM14,019 miliar. Pendapatan bunga bersih naik 6,1% sementara pendapatan bukan bunga turun 14,9% akibat melemahnya kegiatan transaksi pasar modal dan treasury serta turunnya komisi bancassurance di  Indonesia.

Kontribusi CIMB Niaga kepada CIMB Group juga dipengaruhi oleh dampak depresiasi Rupiah hingga 8,9% (rata-rata) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Biaya operasional dapat ditekan sehingga kenaikannya hanya sebesar 0,6%, dan CIMB Group pun mampu membukukan Pre Provision Operating Profit (PPOP) 3,2% lebih rendah. Meski demikian, PBT Group turun 23,0% menjadi RM4,277 miliar akibat meningkatnya provisi untuk kredit korporasi pada unit di Indonesia dan Malaysia.

PBT yang dihasilkan unit Consumer Banking regional CIMB Group pada FY14 turun 0,6% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya menjadi RM2,258 miliar atau 53% dari PBT Group (dari 41% pada FY13). Kontribusi unit perbankan konsumen di Malaysia, Singapura dan Thailand meningkat, dengan kontribusi dari unit di Indonesia mengalami penurunan sebagai imbas dikeluarkannya peraturan tentang bancassurance dan melemahnya kurs mata uang.

PBT unit Regional Wholesale Banking CIMB Group turun 40,9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya menjadi RM1,606 miliar seiring naiknya provisi perbankan korporasi dan kurang menggembirakannya kondisi pasar modal. Sementara itu, PBT unit Investments menurun 26,5% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusi dari unit perbankan konsumen dan korporasi yang menjadi andalan CIMB Group tercatat naik dari 66% menjadi 69% terhadap total PBT.

Kontribusi PBT dari unit operasional di luar Malaysia kepada CIMB Group turun menjadi 28% pada FY14 dari 38% pada FY13. Hal ini disebabkan berkurangnya PBT BAU unit di Indonesia sebesar 52,6% menjadi RM838 juta dibanding periode yang sama tahun sebelumnya akibat penurunan pendapatan CIMB Niaga dan depresiasi Rupiah.  Kontribusi PBT Thailand kepada Group turun 37,2% menjadi RM213 juta dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dengan dibukukannya perolehan luar biasa pada FY13 dan meningkatnya provisi dan penurunan pendapatan CIMB Securities (Thailand). Total kontribusi PBT dari unit di Singapura naik 40,4% menjadi RM323 juta menyusul peningkatan PBT CIMB Bank Singapore hingga 60,1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Selanjutnya, total pinjaman bruto yang disalurkan CIMB Group (di luar kredit bermasalah yang angkanya terus menurun) meningkat 13,2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode tersebut, jumlah simpanan naik 7,3% YoY, dan kondisi ini membuat rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR) mengalami peningkatan menjadi 93,0% dari sebelumnya 88,4%.

Gross impairment ratio menunjukkan perbaikan yakni menjadi 3,1% per Desember 2014 dari sebelumnya 3,2% pada Desember 2013, dengan angka penyisihan sebesar 82,7% per Desember 2014. Rasio biaya terhadap pendapatan BAU CIMB Group naik menjadi 59,1% dari 58,2% akibat penurunan pendapatan operasional dan peningkatan biaya operasional. CIMB Group mencatatkan marjin bunga bersih (NIM) sedikit lebih rendah, yakni 2,81%.

Per 31 Desember 2014, rasio modal CIMB Group tercatat 15,1% sedangkan rasio modal Common Equity Tier 1 (CET 1) perusahaan mencapai 10,1%. Dengan demikian terjadi peningkatan cukup tinggi untuk rasio CET1 sebesar 210 bps dari rasio CET1 per 31 Desember 2013 yang sebesar 8,0%. Hal ini merupakan imbas dari diterbitkannya saham senilai RM3,55 miliar pada 1QFY14, dikeluarkannya cadangan wajib oleh Bank Negara Malaysia (BNM) pada 4QFY14 dan dilanjutkannya pelaksanaan Dividend Reinvestment Scheme (DRS).

Sementara itu, PBT CIMB Islamic naik 7,1% menjadi RM526 juta dibanding periode yang sama tahun sebelumnya akibat peningkatan transaksi di pasar modal syariah. Aktiva pembiayaan bruto CIMB Islamic mengalami kenaikan 3,4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, setara 13,8% total kredit yang dikucurkan CIMB Group. Total simpanan naik 7,3% menjadi RM41,3 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Terkait rencana M&A, CIMB Group memutuskan untuk tidak melanjutkan pembahasan usulan merjer dengan RHB Capital Berhad dan Malaysia Building Society Berhad mengingat kondisi perekonomian saat ini. Pada FY14, CIMB Group mulai mengoperasikan kantor cabang CIMB Bank di Hong Kong dan Shanghai guna memfasilitasi kebutuhan transaksi perbankan para nasabah korporasi di ASEAN. CIMB Thai meresmikan kantor cabang di Laos pada Juli 2014.

Target

CIMB Group Holdings menyampaikan rencana jangka menengah dengan target ROE sebesar 15%, rasio CET1 di atas 11%, rasio biaya terhadap pendapatan di bawah 50% dan distribusi pendapatan perbankan konsumen sebesar 60% pada akhir 2018. Terkait langkah reorganisasi  akan dibentuk sejumlah divisi regional baru, dan perubahan jajaran manajemen di lingkungan CIMB Group. Di samping itu juga akan diangkat CEO baru CIMB Niaga dan Group Asset Management & Investments serta Group Chief Compliance Officer.

Masih terkait program target 2018, diumumkan pula bahwa CIMB Group memutuskan untuk menutup kantor cabangnya di Sydney dan Melbourne, Australia. Keputusan tersebut diambil menyusul kajian strategis atas seluruh usaha CIMB Group. Hal ini terkait juga dengan upaya menekan biaya operasional untuk unit perbankan investasi dan ekuitas di kawasan Asia Pasifik hingga 30% pada tahun 2015 ini.

"Pada tahun 2015, posisi modal jauh lebih kuat jadi kami akan mampu mengatasi rintangan yang menghambat industri perbankan. Prospek pertumbuhan negara-negara berkembang tahun ini tidak sebaik tahun sebelumnya, dan pada tahun ini pula kami memutuskan untuk menata diri dengan melaksanakan program T18. Terkait dengan langkah tersebut, kami terpaksa mengambil keputusan untuk melakukan perampingan unit operasional serta mengadakan perubahan manajemen maupun organisasi yang tujuannya agar CIMB dapat bertahan di masa mendatang. Biaya akan menjadi perhatian utama manajemen, dan untuk itu kami telah mulai melakukan perampingan unit kerja dan menyesuaikan struktur biaya dengan kondisi pasar," jelas Tengku Zafrul.

Gandeng China Galaxy Securities, CIMB Awali Bisnis Pialang Saham di Asia

Thu, 18 Jan 2018 - Usaha patungan berpeluang tumbuh untuk mendukung aktivitas kepialangan se-Asia sejalan dengan lingkungan baru industri kepialangan saham.

CIMB dan China Galaxy Jajaki Kerjasama Stockbroking

Mon, 17 Oct 2016 - Dalam usaha patungan tersebut, kedua perusahaan yang terdepan di pasar mereka masing-masing akan menggabungkan kemampuan dan jangkauannya agar usahanya semakin besar dan naik setingkat lebih tinggi.

Konferensi Tahunan CIMB ke-9 tentang Indonesia 2015

Fri, 12 Jun 2015 - Prakarsa ini menjadi sarana bagi peserta untuk membahas dan mendapatkan peluang guna meningkatkan pertumbuhan dan kerja sama di Indonesia.

Tengku Dato' Zafrul Aziz Ditunjuk Jadi Executive Director CIMB Group

Fri, 27 Feb 2015 - Tengku Zafrul bergabung dengan CIMB Group pada 2 Januari 2014, dan diserahi tugas menjadi Pelaksana Tugas Group Chief Executive pada 1 September 2014.



Non Bank

Presiden Jokowi: Pengembangan Ekonomi Digital Butuh Kebijakan yang Akomodatif

Pengaturan yang akomodatif menjadi semakin penting, aga

Bhinneka Life Gelar Literasi Keuangan untuk Guru Se-Yogyakarta

Mengajak peran serta para guru mata pelajaran ekonomi d

Mandiri Inhealth Tangani 447 Kasus di Asian Games 2018

Bukti dukungan Mandiri Inhealth dalam ajang Asian Games

OJK Temukan 182 Fintech dan 10 Entitas Penawaran Investasi Tanpa Izin

Jumlah peer to peer lendingtidak berijin yang ditemukan

Portofolio

OJK Dorong Pertumbuhan Industri di Daerah Melalui Pasar Modal

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong perusahaan

Ini 57 Entitas Yang Aktivitasnya Dilarang Satgas Waspada Investasi OJK

Imbauan ini dikeluarkan mengingat entitas tersebut tida

Gandeng China Galaxy Securities, CIMB Awali Bisnis Pialang Saham di Asia

Usaha patungan berpeluang tumbuh untuk mendukung aktivi

Menkeu Berharap Pemda Manfaatkan Investasi untuk Bangun Daerah

Menkeu mencontohkan daerah Halmahera Utara dan Tabanan

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi