Governance, Risk Management & Compliance

CNAF Bukukan Laba Sebelum Pajak Sebesar Rp256,7 Miliar

Selasa 21 Mei 2019 12:59:0

Sebagai perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor, per31 Desember 2018, laba bersih CNAF tercatat naik 77 persen menjadi Rp 173,2 miliar.

JAKARTA, Stabilitas--PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatatkan kinerja dan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2018. Hingga akhir 2018, CNAF berhasil membukukan laba sebelum pajak atau profit before tax (PBT) sebesar Rp256,7 miliar. Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan, kinerja ini naik 33 persen dibandingkan posisi yang sama tahun 2017 sebesar Rp193,0 miliar.

"Pencapaian CNAF sepanjang tahun 2018 merupakan hasil dari strategi dan inisiatif yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan di berbagai aspek dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan customer experience. Komitmen kami terhadap aspek keberlanjutan dan pembiayaan yang bertanggung jawab mulai memberikan hasil yang menggembirakan terhadap kinerja perusahaan,"kata Ristiawan di Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Adapun laba bersih CNAF per 31 Desember 2018 tercatat naik 77 persen year on year (YoY) menjadi Rp173,2 miliar, dibandingkan dengan Rp98.0 miliar pada posisi yang sama tahun 2017. Peningkatan signiflkan pada laba bersih tersebut menghasilkan kenaikan pada return of asset (ROA) menjadi 8,15 persen pada tahun 2018, naik 449 bps dari posisi 3,66 persen di tahun 2017.

Pada saat yang sama return of equity (ROE) mencapai sebesar 12.65 persen di tahun 2018 atau naik 431 bps dari posisi 8,34 persen di tahun 2017. Rasio keuangan lainnya juga tercatat baik di mana net interest margin (NIM) berada di posisi 7,13 persen di tahun 2018, naik 109 bps dari 6,04 persen pada tahun 2017.

Dengan raihan tersebut, hingga 31 Desember 2018 CNAF berhasil mengumpulkan total aset sebesar Rp2,5 triliun dan portofolio pembiayaan (gross) tercatat sebesar Rp2,2 triliun.

"Penyaluran pembiayaan tetap diimbangi dengan asas kehati-hatian dan mengutamakan kualitas pembiayaan sehingga CNAF dapat menjaga rasio kredit berrnasalah atau non performing financing (NPF) di bawah rata-rata industri yaitu sebesar 2,38 persen,"imbuhnya.

Menurut Ristiawan, untuk menjaga konsistensi kinerja positif tersebut, CNAF terus memperkuat aliansi strategis dengan induk usaha, PT Bank CIMB Niaga Tbk. Selain itu, perseroan juga bertransformasi melakukan pengembangan pada seluruh aspek bisnis guna mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik, serta memanfaatkan layanan digital. (Is)



Non Bank

Tanamduit Targetkan Dana Kelolaan Rp 1 Triliun

Total dana kelolaan atau asset under management (AUM) T

DJP, DJBC dan DJA Kolaborasi Optimalkan Kesadaran Bayar Pajak

Kolaborasi ini memunculkan beberapa program untuk mengo

Sri Mulyani Lantik Pejabat Eselon II dan Eselon III Kementerian Keuangan

Menkeu juga mengingatkan kepada para pejabat di Kemenke

Kantongi Izin BI, Cashlez Siap Lebarkan Sayap

Setelah sebulan mengajukan izin beroperasi 2 tahun yang

Portofolio

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi