Governance, Risk Management & Compliance

Daya Saing Indonesia di Kawasan Asia Pasifik Diklaim Meningkat

Kamis 7 Juni 2018 6:23:0

Dalam IMD World Competitiveness Yearbook Tahun 2018, Indonesia diketahui mengalami penurunan satu peringkat di level internasional, namun pada saat yang sama justru meningkat satu peringkat di kawasan Asia Pasifik.

JAKARTA-Institute for Management Development (IMD) baru saja merilis hasil risetnya yang diberi nama IMD World Competitiveness Yearbook Tahun 2018. Dalam riset tersebut, Indonesia berada pada peringkat 43 dari 63 negara dari berbagai Kawasan dunia yang masuk dalam data IMD World Competitivesness Center. Posisi Indonesia tersebut menurun dibanding peringkat pada riset yang sama tahun 2017 di mana Indonesia berada di peringkat 42. Namun demikian, pada saat yang sama, posisi daya saing Indonesia justru mengalami peningkatan dibanding tahun lalu. Bila pada hasil riset tahun 2017 tersebut Indonesia berada di peringkat 12, maka pada tahun ini meningkat satu strip menjadi peringkat 11.

Dalam melakukan riset kali ini, pihak IMD menggandeng Lembaga Manajemen (LM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI). Menurut pandangan LM FEB UI, titik krusial yang dihadapi Indonesia terletak pada semua komponen pembangunan. Pada komponen kinerja ekonomi saat ini, misalnya, memerlukan perhatian dengan harapan mampu menstimulasi pembangunan yang berkelanjutan. Pada komponen efisiensi pemerintahan titik krusial pembenahan perlu dilakukan pada kerangka institusional, hukum bisnis, dan kerangka sosial di dalam pemerintahan itu sendiri. “Pada komponen efisiensi bisnis, aspek yang perlu dibenahi terletak pada daya produktivitas dan efisiensi bisnis,” ujar Managing Director LM FEB UI, Toto Pranoto, usai rilis hasil riset, di Jakarta, Selasa (6/6).

Sedangkan untuk sektor infrastruktur, lanjut Toto, titik krusial terletak pada semua aspek daya dukung pembangunan infrastruktur, meliput infrastruktur dasar, teknologi, scientific infrastruktur, kesehatan dan lingkungan, serta edukasi. Sejumlah permasalahan pada government dan corporation, memerlukan ruang harmonisasi supaya kebijakan publik dan bisnis dapat beririsan membentuk pertumbuhan ekonomi yang solid. “Dengan pertumbuhan ekonomi (Product Domestic Bruto/PDB) tahun 2018 sebesar 5,1-5,2%, maka daya dukung manajemen sangat diperlukan. Pemahaman manajemen tata kelola kebijakan publik harus dapat memahami tata kelola privat sebagai entitas bisnis," tegas Toto



Non Bank

Allianz Utama Indonesia Fokus Inovasi Digital dan Perkuat Bisnis Ritel di 2019

Sejalan dengan berkembangnya tren digital dalam kehidup

DanaLaut Siap Fasilitasi Pembiayaan UMK Kelautan Rp50 Miliar

Di 2019, DanaLaut berkomitmen menyalurkan pembiayaan ke

BI: Alipay dan Wechat Perlu Ijin Untuk Beroperasi

Perusahaan pembiayaan asing yang bergerak di sistem pem

Shopee Dukung Aturan Pajak e-Commerce

Sebagai salah satu perusahaan e-commece di Indonesia, S

Portofolio

Hadirkan Produk Derivatif GOFX, Pasar ICDX Semakin Liquid

GOFX adalah kelompok produk derivatif komoditi, terdiri

Pemanfaatan data Dispendukcapil, KSEI: Pembuatan Rekening Lebih Mudah

kerjasama ini dilakukan untuk memperdalam pasar investa

2019, Pasar modal syariah akan lebih baik dari 2018

Perbaikan itu bukan disebabkan oleh pasar modal syariah

ASCORT ASIA: SBI Jangka Pendek Cocok untuk Pembiayaan Proyek Infrastruktur

SBI JP merupakan alternatif pilihan investasi menarik b

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi