Governance, Risk Management & Compliance

Dentsu Aegis Tunjuk Dua Bos Baru

Jumat 13 Juni 2014 6:11:45

Jakarta – Dentsu Aegis Network (DAN) Asia Tenggara hari ini mengumumkan pergantian kepemimpinan untuk tim di Indonesia sebagai bagian dari langkah lanjutan dalam mengintegrasikan Dentsu dan Aegis. Dalam penggabungan dua agency tersebut, deng

Jakarta – Dentsu Aegis Network (DAN) Asia Tenggara hari ini mengumumkan pergantian kepemimpinan untuk tim di Indonesia sebagai bagian dari langkah lanjutan dalam mengintegrasikan Dentsu dan Aegis. Dalam penggabungan dua agency tersebut, dengan 477 pekerja di dalam negeri, Yusca Ismail menjabat non-executive chairman dan Harris Thajeb sebagai chief executive officer (CEO) dari seluruh operasional grup di Indonesia. Keduanya akan bertugas mulai 1 Juli 2014 dan berkoordinasi langsung dengan CEO Regional Group, Dick van Motman.

Dengan selalu mengedepankan inovasi dalam membangun brand (merek), DAN Asia Tenggara akan meneruskan tradisi menyediakan solusi lengkap kepada seluruh klien di Indonesia dengan menghadirkan berbagai pelayanan terbaik dari beragam brand di bawah grup: Dentsu Indonesia, Dentsu Media Indonesia, Dentsu Strat, Dentsu Spark, Carat, iProspect, Isobar, Posterscope, dan Vizeum.

Dick van Motman, Chairman & CEO DAN Asia Tenggara, sangat yakin atas kepemimpinan Yusca dan Harris. “Kami merasa sangat beruntung dan diberkati memiliki banyak sekali anggota tim yang penuh bakat dan passion yang tinggi di dalam grup. Saya percaya, di bawah kepemimpinan Yusca dan Harris ini DAN Indonesia menuju era baru. Dengan pasar Indonesia yang sangat menjanjikan, amat penting bagi kami memberikan yang terbaik. Jadi, dengan kepercayaan tinggi saya yakin kepemimpinan mereka berdua paling siap menghadapi semua tantangan di depan,” katanya.

Harris Thajeb akan memimpin DAN Indonesia, menggerakkan pelaksanaan tugas harian dan bekerja sama dengan seluruh pimpinan unit bisnis di dalam grup. “Sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan terbesar, Indonesia merupakan pasar penting di kawasan Asia. Dilihat dari pertumbuhannya, DAN telah menunjukkan hasil luar biasa. Apalagi struktur baru akan sangat memungkinkan lebih tangkas, cermat, dan fokus dalam memberikan pelayanan kepada para klien. Saya sangat bersemangat untuk membawa grup ke fase pertumbuhan berikutnya, bekerja sama dengan senior seperti Yusca dan seluruh pimpinan unit bisnis di Indonesia demi kemajuan kita bersama,” ungkap Harris.

Kini Executive Chairman Aegis Media Indonesia, Yusca Ismail, telah berpengalaman 30-an tahun dalam industri advertising. Selama empat tahun di Aegis Media, Yusca telah berhasil membesarkan unit-unit bisnis dan brand baru di bawah Aegis seperti iProspect, Isobar, Vizeumm, dan Posterscope. Sebagai non-executive chairman DAN, Yusca akan bertanggung jawab membantu perkembangan kolaborasi dari seluruh unit bisnis, mengatur posisi strategis DAN di Indonesia, sekaligus fokus pada perkembangan sumber daya manusia di dalam grup.



Non Bank

Indofood dan Anak Usaha Bagi-bagi Dividen

PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan anak usahanya PT Indo

PMK 75/2011 Direvisi, LPDB KUMKM Bisa Langsung Biayai UMKM

"Selama ini kita hanya bisa membiayai skim pembiayaan u

Laba Bersih Bersih Sinarmas MSIG Life Tumbuh 49 Persen di 2017

Selain mengumumkan catatan pertumbuhan positif selama 2

Untuk Kemudahan Nasabah, Sequis Life Luncurkan Aplikasi Polisku

Sequis Polisku yaitu aplikasi mobile dan website untuk

Portofolio

Ini 57 Entitas Yang Aktivitasnya Dilarang Satgas Waspada Investasi OJK

Imbauan ini dikeluarkan mengingat entitas tersebut tida

Gandeng China Galaxy Securities, CIMB Awali Bisnis Pialang Saham di Asia

Usaha patungan berpeluang tumbuh untuk mendukung aktivi

Menkeu Berharap Pemda Manfaatkan Investasi untuk Bangun Daerah

Menkeu mencontohkan daerah Halmahera Utara dan Tabanan

Masyarakat Indonesia Mulai Minati Cryptocurrency

puluhan ribu masyarakat Indonesia diklaim telah mulai t

Interview

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Profesional Indonesia Berpotensi Pindah Negara

Pasar bebas ASEAN yang berlaku efektif awal tahun 2016

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi