Governance, Risk Management & Compliance

Dikepung Sentimen Negatif, BWPT Optimistis Harga CPO Bakal Kembali Moncer

Senin 29 Juli 2019 14:2:0

Hampir semua pengusaha sawit saat ini mengalami tekanan yang cukup berat.

JAKARTA, Stabilitas - Industri sawit nasional dalam dua tahun terakhir memang tengah dirundung masalah. Kondisi harga yang terus bergejolak dan cenderung tertekan, dampak dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China serta berbagai kampanye hitam (black champagne) dari Uni Eropa terhadap komoditas sawit terus menjadi sentimen negatif yang mengepung bisnis kelapa sawit Tanah Air.

Belum lagi kebijakan baru pemerintah yang menerapkan moratorium terhadap izin pembukaan lahan sawit baru, sehingga perusahaan sawit dapat dipastikan belum akan bisa berekspansi untuk sementara waktu. "Memang kondisinya sedang sulit untuk saat ini. Hampir semua (pengusaha sawit) mengalami tekanan yang cukup berat. Tapi sebagai pemain lama yang sudah punya pengalaman dan rekam jejak sangat panjang, kami masih sangat yakin (harga minyak sawit mentah) akan kembali bagus," ujar Direktur PT Eagle High Plantations Tbk, Henderi Djunaidi, di Jakarta, pekan lalu.

Dalam pandangan emiten berkode BWPT ini, komoditas minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) merupakan salah satu jenis komoditas bisnis yang sifatnya jangka panjang. Dengan demikian, adalah hal wajar ketika di tengah-tengahnya terjadi fluktuasi harga yang digerakkan oleh sentimen sesaat.

"Berdasarkan pengalaman bisnis sawit itu sifatnya long term, sehingga tidak kaget ketika dalam perjalanannya terjadi volatilitas harga. Itu pasti sifatnya temporer, dan ketika kita tarik garis lurus secara jangka panjang, kami yakin tren harga CPO masih akan terus mengalami kenaikan," tutur Henderi.

Keyakinan tersebut, menurut Henderi, salah satunya didasarkan pada pertumbuhan jumlah populasi dan juga peningkatan konsumsi CPO yang tengah terjadi di Asia dan Afrika. Selain itu, dampak lain dari moratorium ijin pemerintah adalah membuat supply CPO di pasar bakal menjadi terbatas, sehingga dengan sendirinya tentu akan mendongkrak harga.

"Lalu juga rencana implementasi B20 menjadi B30, yang artinya kebutuhan terhadap minyak sawit bakal bertambah, sehingga otomatis bakal mengerek harga CPO di pasar. Ini semua berujung pada kesimpulan bahwa tren harga (CPO) ke depan masih akan bagus. Kami yakin itu," tegas Henderi.

WIKA Beton Bukukan Laba Bersih 2019 Sebesar Rp510,71 Miliar

Fri, 27 Mar 2020 - Melihat positifnya hasil kinerja tahun 2019, WIKA Beton menetapkan target laba bersih sebesar Rp561,2 miliar pada tahun ini.

PT Tower Bersama Infrastructure Umumkan Penawaran Obligasi Rupiah

Fri, 27 Mar 2020 - Saat ini perseroan memiliki struktur utang yang sangat kuat, dengan utang yang sepenuhnya terlindung nilai, jangka panjang dan masih banyak ketersediaan komitmen yang belum digunakan.

Tekan Dampak Covid-19, OJK Pangkas Waktu Perdagangan Saham

Wed, 25 Mar 2020 - Penyingkatan jam perdagangan dan waktu operasional serta penyesuaian waktu proses penyelesaian berlaku sejak 30 Maret 2020.

Puradelta Lestari Tbk Catat Lonjakan Laba Bersih

Mon, 23 Mar 2020 - Emiten berkode saham DMAS itu mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 168,41 persen dari posisi tahun 2018 sebesar Rp496,25 miliar.

OJK & Otoritas Bursa Tetap Jaga Kelangsungan Bursa Efek

Mon, 23 Mar 2020 - OJK dan SRO juga akan terus mengupayakan keberlangsungan aktivitas perdagangan bursa efek yang teratur, wajar dan efisien, dan layanan pasar modal kepada seluruh stakeholders.

Tumbuh 26,42%, Laba Bersih WIKA Tahun 2019 Capai Rp2,62 Triliun

Sat, 21 Mar 2020 - Tahun ini Wika menargetkan dapat memperoleh laba bersih Rp2,92 Triliun atau tumbuh 11,41% dibandingkan dengan realisasi Tahun 2019.



Non Bank

OJK Minta Lembaga Keuangan Beri Keringanan Cicilan

Bank/Leasing wajib melakukan asesmen dalam rangka membe

Menkeu Lantik Febrio Nathan Kacaribu Sebagai Kepala BKF

Pelantikan Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama ini merupa

LPS Dapat Kewenangan Baru Jalankan Perppu

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mendukung penerbitan Pe

Portofolio

Segera Diluncurkan, Kupon SBR-009 Sebesar 6.3 Persen

Instrumen Savings Bond Ritel seri SBR009 sebagai instru

Jelang Tutup Tahun, Kinerja Pasar Modal Positif

IHSG masih mencatatkan pertumbuhan positif meskipun dal

Tamasia Targetkan Jual 150 Kg Emas

CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan

Unilever Raup Laba Rp21,5Triliun

Penjualan di pasar domestik mendominasi pendapatan bers

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi