Governance, Risk Management & Compliance

RUPS BTN Setujui Bagikan Dividen 20 Persen

Jumat 17 Mei 2019 12:49:0

Dalam RUPS tersebut, selain membahas laporan keuangan perseroan, RUPS juga memutuskan untuk mengganti anggota dewan komisaris dan mengubah nomenklatur jabatan direksi.

JAKARTA, Stabilitas-- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyelenggarakan RUPS di Menara BTN Jakarta. Dalam RUPS tersebut, pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar 20 persen dari laba bersih perseroan atau sebear Rp561,53 miliar dari total raihan laba sebesar Rp3.2 triliun.

Direktur Finance, Treasury, and Strategy Nixon L.P Napitupulu mengatakan, nilai dividen per unit saham sebesar Rp53,029.

"Menurut rencana dividen akan dibagikan ke pemegang saham pada Minggu kedua Juni 2019. Sementara 80 persen laba ditahan perseroan atau setara dengan Rp2,24 triliun yang akan digunakan Bank BTN untuk ekspansi kredit, penguatan modal dan pengembangan usaha perseroan."ujar Nixon

Nixon menambahkan, selama tahun 2018, kinerja Bank BTN telah berhasil tumbuh di atas rata-rata industri perbankan, misalnya dari sisi aset dan kredit. Total aset BTN tahun 2018 mencapai Rp306,4 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp261,4 triliun. Pertumbuhan aset tersebut mencapai 17,24 persen atau berada diatas rata-rata industri yang tercatat 9,21 persen yoy.

Sementara itu kredit dan pembiayaan yang diberikan tercatat mencapai Rp237,8 triliun, meningkat dibanding tahun 2017 yang sebesar Rp198,9 triliun. Kredit dan pembiayaan ini tumbuh 19,48 persen. Angka tersebut jauh diatas rata-rata pertumbuhan kredit tahun 2018 lalu yang dicatatkan industri sebesar 11,75 persen yoy.

"Dengan kinerja 2018, BTN tetap optimis menghadapi tahun 2019 dengan memasang target peningkatan aset sebesar 11 persen-13 persen yang akan didukung oleh peningkatan kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK)."papar Nixon.

Sementara itu Dirut BTN Maryono menambahkan, dengan membaiknya sektor properti, Kredit dan pembiayaan diharapkan manajemen tetap melaju dengan pertumbuhan 12 persen-14 persen, sementara DPK ditargetkan tumbuh di angka yang sama yaitu 12 persen-14 persen.

"Kami fokus mengejar low cost fund untuk memperbesar porsi dana murah, strateginya antara lain mengejar nasabah captive dengan menggunakan produk KPR sebagai entry poin, merangkul nasabah dari generasi milenial dan mengembangkan fitur digital banking, untuk meningkatkan dana murah berbasis transaksi," kata Maryono menjelaskan.

Menurut Maryono, selain menyetujui Laporan Tahunan termasuk Pengesahan Laporan Keuangan dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun buku 2018, penggunaan laba Perseroan untuk tahun buku 2018, RUPST Bank BTN juga memutuskan perubahan pengurus perseroan.

RUPST mengubah nomenklatur jabatan Direksi Perseroan dari semula Direktur Strategy Compliance and Risk menjadi Direktur Compliance serta mengubah Direktur Finance and Treasury menjadi Direktur Finance, Treasury and Strategy. Nixon L.P Napitupulu akan merangkap jabatan sebagai Direktur Finance,Treasury & Strategy sampai ada yang menggantikan. RUPST juga memberhentikan dengan hormat anggota Dewan Komisaris, diantaranya Komisaris utama I Wayan Agus Mertayasa, dan Parman Nataatmadja, serta Maurin Sitorus sebagai komisaris.

Adapun susunan pengurus Bank BTN sesuai hasil RUPST adalah sebagai berikut:

Direksi :

Direktur Utama                                                                 : Maryono

Direktur IT & Operation                                                     : Andi Nirwoto

Direktur Commercial Banking                                             : Oni Febriarto Rahardjo

Direktur Compliance                                                          : R. Mahelan Prabantarikso

Direktur Finance and Treasury & Strategy

merangkap Direktur Collection, Aset Management                : Nixon L.P Napitupulu

Direktur Consumer Banking                                                : Budi Satria

Direktur Distribution & Network                                          : Dasuki Amsir

Direktur Strategic & Human Capital                                     : Yossi Istanto

Komisaris :

Komisaris Utama/ Independen                      : Asmawi Syam

Komisaris Independen                                  : Kamaruddin Sjam

Komisaris Independen                                  : Arie Coerniadi

Komisaris Independen                                  : Lucky Fathul Aziz Hadibrata

Komisaris Independen                                  : Garuda Wiko

Komisaris                                             : Sumiyati

Komisaris                                             : Iman Sugema

Komisaris                                                             : Eko Djoeli Heripoerwanto

Menteri Rini Dorong Telkom Perluas Digital Learning di Indonesia

Mon, 22 Jul 2019 - Selain menyerahkan bantuan, Rini juga turut menyaksikan penandatanganan kerja sama dukungan Telkom kepada PGRI.

BTN Umumkan RBB Terbaru

Fri, 19 Jul 2019 - Menghadapi pengetatan likuiditas Bank BTN menyesuaikan rencana bisnisnya. Tak hanya rencana bisnis bank, salah satunya dengan melakukan revisi terhadap target rasio perbankan.

PTPN V Kembalikan Lahan kepada Negara

Fri, 05 Jul 2019 - Lahan diserahkan kepada warga Desa Senaman Nenek, Kampar, Riau setelah disetujui dalam RUPS.

Program Kemitraan Perum Jamkrindo Libatkan 2.333 UMKM

Fri, 05 Jul 2019 - Perum Jamkrindo mengembangkan aplikasi pemeringkatan UMKM bernama J-Score dan UMKM juga bisa mendaftarkan diri melalui aplikasi UMKM Layak

Menteri Rini Ajak BUMN Sinergi Kembangkan Pariwisata Kebumen

Thu, 04 Jul 2019 - Melihat tingginya potensi pariwisata yang ada, Menteri Rini juga mendorong produk khas masyarakat sekitar tempat wisata juga dipasarkan di Rumah Kreatif BUMN.

Resmi Diluncurkan, LinkAja Kenalkan Jajaran Manajemen dan Pencapaian

Thu, 04 Jul 2019 - Meski baru resmi diluncurkan, LinkAja tercatat telah bekerja sama dengan 20 e-commerce di Indonesia.



Non Bank

Ekonom DBS Perkirakan BI Turunkan Suku Bunga Acuan

Ada beberapa faktor yang mendukung BI turunkan bunga ac

Sequis Hadirkan Produk untuk Milenial

M!Protection adalah produk asuransi yang diperuntukkan

Resmi Diluncurkan, LinkAja Kenalkan Jajaran Manajemen dan Pencapaian

Meski baru resmi diluncurkan, LinkAja tercatat telah be

Tanamduit Targetkan Dana Kelolaan Rp 1 Triliun

Total dana kelolaan atau asset under management (AUM) T

Portofolio

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi