Governance, Risk Management & Compliance

Ditutup OJK, LPS Siapkan Proses Likuidasi PT BPRS Muamalat Yotefa

Rabu 15 Mei 2019 10:3:0

Lembaga Penjaminan SImpanan akan melakukan tugasnya dalam melikuidasi BPR Yotefa yang telah dicabut ijin usahanya oleh OJK.

JAYAPURA, Stabilitas— OJK sebagai badan otoritas mencabut ijin usaha BPR Usaha PT BPRS Muamalat Yotefa. Keputusan pencabutan tersebut tertuang dalam Keputusan Anggota Dewan Komisioner Nomor: KEP- 87/D.03/2019 tentang Pencabutan Izin dan terhitung sejak tanggal 15 Mei 2019.

Menurut Sekertaris LPS, Samsu Adi Nugroho, dengan dikeluarkannya keputusan pencabutan izin usaha tersebut, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan menjalankan fungsi penjaminan dan melakukan proses likuidasi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang Lembaga Penjamin Simpanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2009 dan peraturan pelaksanaannya.

"Dalam rangka pembayaran klaim penjaminan simpanan nasabah PT BPRS Muamalat Yotefa, LPS akan melakukan rekonsiliasi dan verifikasi atas data simpanan dan informasi lainnya untuk menetapkan simpanan yang layak dibayar dan tidak layak dibayar."paparnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, rekonsiliasi dan verifikasi dimaksud akan diselesaikan LPS paling lama 90 hari kerja sejak tanggal pencabutan izin usaha.   Sementara itu, dalam rangka likuidasi PT BPRS Muamalat Yotefa, LPS mengambil alih dan menjalankan segala hak dan wewenang pemegang saham, termasuk hak dan wewenang RUPS.

LPS sebagai RUPS PT BPRS Muamalat Yotefa akan mengambil beberapa tindakan yakni membubarkan badan hukum bank, membentuk tim likuidasi, menetapkan status bank sebagai "Bank Dalam Likuidasi" serta menonaktifkan seluruh Direksi dan Dewan Komisaris.

"Selanjutnya, hal-hal yang berkaitan dengan pembubaran badan hukum dan proses likuidasi PT BPRS Muamalat Yotefa akan diselesaikan oleh Tim Likuidasi yang dibentuk LPS. Pengawasan atas pelaksanaan likuidasi PT BPRS Muamalat Yotefa tersebut akan dilakukan oleh LPS,"ungkap Samsu.

LPS menghimbau agar nasabah PT BPRS Muamalat Yotefa tetap tenang dan tidak terpancing/terprovokasi untuk melakukan hal-hal yang dapat menghambat proses pelaksanaan penjaminan dan likuidasi PT BPRS Muamalat Yotefa serta kepada karyawan PT BPRS Muamalat Yotefa diharapkan tetap membantu proses pelaksanaan penjaminan dan likuidasi tersebut.

LPS Turunkan Suku Bunga Penjaminan

Wed, 31 Jul 2019 - Suku bunga penjaminan turun dari 7 persen menjadi 6,75 persen untuk simpanan rupiah di bank umum sedangkan untuk simpanan rupiah di BPR, suku bunga penjaminan juga turun 25 bps menjadi 9,25 persen.

LPS Siapkan Platform Pelaporan Terintegrasi

Mon, 29 Jul 2019 - LPS menargetkan, pada tahun depan platform pengaduan sudah bisa digunakan untuk melaporkan laporan keuangan bank kepada otoritas

LPS Likuidasi 6 BPR Bermasalah

Mon, 29 Jul 2019 - Dengan dilikuidasinya 6 bank pada paruh pertama tahun 2019 ini, maka jumlah total bank yang telah ditutup sejak LPS beroperasi berjumlah 98 bank.

OJK Cabut Izin BPR Efita Dana Sejahtera Depok

Thu, 04 Jul 2019 - OJK mengimbau nasabah PT Bank Perkreditan Rakyat Efita Dana Sejahtera agar tetap tenang karena dana masyarakat di perbankan termasuk BPR dijamin LPS sesuai ketentuan yang berlaku.

LPS Siap Bayarkan Klaim Nasabah BPR Efita Dana

Wed, 03 Jul 2019 - Dalam rangka pembayaran klaim simpanan nasabah PT BPR Efita Dana Sejahtera, LPS akan memastikan simpanan nasabah dapat dibayar sesuai ketentuan yang berlaku.

LPS Likuidasi BPR Legian

Fri, 21 Jun 2019 - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan melakukan proses likuidasi klaim nasabah



Non Bank

Pendapatan Industri Asuransi Jiwa QII 2019 Tumbuh 31,9%

Di kuartal Kedua 2019, total Pendapatan Premi memang me

AAJI Gali Potensi Pasar Asuransi Jiwa di Segmen Milenial

AAJI kembali menyelenggarakan DRIM AAJI 2019 pada 25-27

Dukung Inklusi Keuangan, Cigna Bermitra dengan Lifepal

PT Asuransi Cigna meresmikan kerja sama dengan Lifepal,

Perluas Pasar Sumatera, Generali Resmikan Kantor Baru di Palembang

Pembukaan kantor lantaran didukung oleh potensi dan tin

Portofolio

Tamasia Targetkan Jual 150 Kg Emas

CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan

Unilever Raup Laba Rp21,5Triliun

Penjualan di pasar domestik mendominasi pendapatan bers

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi