Governance, Risk Management & Compliance

Divestasi Aset, PTPP Incar Dana Segar Rp500 Miliar

Kamis 2 Mei 2019 10:50:0

Tiga proyek yang bakal didivestasi tersebut meliputi jalan tol Pandaan-Malang, tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dan juga Pelabuhan Kuala Tanjung.

JAKARTA, Stabilitas - PT PP Tbk (PTPP) berencana mengurangi kepemilikan sahamnya di tiga proyek pembangunan jalan tol guna mendapatkan dana segar untuk membiayai proyek-proyek barunya di tahun ini. Tiga proyek yang bakal didivestasi tersebut meliputi jalan tol Pandaan-Malang, tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dan juga Pelabuhan Kuala Tanjung. DIharapkan dari proses divestasi tersebut, PTPP dapat mengantongi dana segar sedikitnya Rp500 miliar.

"Nantinya dana (segar) itu bakal kami gunakan untuk memperkuat anggaran belanja modal (capital expenditure/Capex) perusahaan," ujar Direktur PTPP, Agus Purbianto, usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan, di Jakarta, Selasa (30/4).

Pada tahun ini, menurut Agus, pihaknya telah menganggarkan capex sebesar Rp9 triliun dengan 70 persen diantaranya bakal dipenuhi dari pinjaman. Sedangkan 30 persen lagi bakal ditutup dengan menggunakan kas internal perusahaan. Dari keseluruhan anggaran capex tersebut, sebesar Rp3,3 triliun bakal digunakan untuk sektor energi.

Lalu ada juga alokasi sekitar Rp2,4 triliun untuk penggarapan proyek infrastruktur.  Sementara untuk proses divestasi, Agus masih belum mau menjelaskan dengan rinci perkiraan komposisi saham yang bakal dilepas perusahaan. "Belum ada (keputusan soal porsi saham yang bakal dilepas). Yang jelas, divestasi ini akan kami lakukan untuk aset dengan kepemilikan kami di atas 20 persen. Kami akan kurangi secara bertahap seiring dengan mulai beroperasinya kinerja operasional aset tersebut," tutur Agus.

Dalam kesempatan yang sama, manajemen juga mengumumkan perolehan kontrak baru di sepanjang triwulan I/2019 yang mencapai Rp9,79 triliun. Dengan capaian tersebut, perusahaan merasa optimistis bakal mampu merealisasikan target perolehan tahun baru di sepanjang tahun ini yang telah dipatok sebesar Rp50 triliun. "Dengan melihat kondisi yang ada saat ini, kami meyakini kinerja di tahun 2019 ini bakal berjalan cukup baik dan berimbas positif terhadap catatan keuangan kami ke depan," tegas Agus. (TS)


Non Bank

Tanamduit Targetkan Dana Kelolaan Rp 1 Triliun

Total dana kelolaan atau asset under management (AUM) T

DJP, DJBC dan DJA Kolaborasi Optimalkan Kesadaran Bayar Pajak

Kolaborasi ini memunculkan beberapa program untuk mengo

Sri Mulyani Lantik Pejabat Eselon II dan Eselon III Kementerian Keuangan

Menkeu juga mengingatkan kepada para pejabat di Kemenke

Kantongi Izin BI, Cashlez Siap Lebarkan Sayap

Setelah sebulan mengajukan izin beroperasi 2 tahun yang

Portofolio

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi