Governance, Risk Management & Compliance

DMAS Raup Marketing Sales Rp 2,97 Triliun di Tahun 2019

Kamis 6 Februari 2020 10:21:0

Pendapatan pra penjualan Puradelta Lestari ditopang oleh penjualan lahan industri seluas 120 hektare.

CIKARANG, Stabilitas-- Pengembang kawasan modern terpadu Kota Deltamas, PT Puradelta Lestari Tbk. meraih pendapatan prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp2,97 triliun pada tahun 2019. Hasil tersebut, jauh melampaui target marketing sales yang ditentukan di awal tahun 2019 sebesar Rp1,25 triliun.

Tingginya capaian marketing sales di tahun 2019 terutama ditopang oleh kuatnya penjualan lahan industri sepanjang tahun tersebut. Tondy Suwanto, Direktur Puradelta Lestari, mengatakan bahwa permintaan akan lahan industri sudah meningkat sejak awal tahun dan Perseroan berhasil menangkap peluang-peluang yang ada sepanjang tahun tersebut.

"Perseroan menjual 120 hektar lahan industrinya di tahun 2019. Tentunya ini adalah capaian yang sangat baik bagi kami, yang semakin memantapkan Kawasan Industri GIIC di Kota Deltamas sebagai pemimpin pangsa pasar usaha properti industri di Indonesia," tambahnya.

Kawasan Industri GIIC (Greenland International Industrial Center) sendiri merupakan kawasan industri yang dikelola oleh Perseroan di kawasan terpadu Kota Deltamas.

Pembeli lahan industri di tahun 2019 didominasi oleh sektor industri otomotif dan pendukungnya. Sebuah perusahaan otomotif berskala global asal Korea juga telah berinvestasi dan memutuskan untuk mendirikan pabrik manufaktur di kawasan industri GIIC di Kota Deltamas.

Di samping industri otomotif dan pendukungnya, industri pangan juga menjadi kontributor penjualan lahan industri Perseroan di tahun 2019.

"Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan lahan industri dari sektor industri non-otomotif, seperti sektor industri pangan maupun barang konsumen di Kota Deltamas, baik asing maupun domestik, terus menunjukkan peningkatan,"ujar Tondy Suwanto.

Di samping penjualan lahan industri, capaian marketing sales yang kuat tersebut juga didukung oleh penjualan lahan komersial sebesar 12 hektar. Tondy Suwanto mengatakan bahwa telah beroperasinya Cikarang Japanese School di Kota Deltamas telah menggerakkan aktivitas komersial di sekitarnya.

"Di tahun 2019, kami juga menjual lahan komersial yang berlokasi di sebelah Cikarang Japanese School untuk pembangunan gedung apartemen guna mengakomodasi bagi keluarga yang anaknya menempuh pendidikan di sekolah tersebut," ujar Tondy Suwanto.

Seiring dengan meningkatnya aktivitas industri dan komersial di Kota Deltamas, Perseroan juga terus mengembangkan kawasan huniannya untuk memberikan kenyamanan bagi para penghuni maupun pekerja di kawasan Kota Deltamas. Di tahun 2019 sendiri, Perseroan mengembangkan dua kluster hunian, Naraya Park dan Woodchester, serta bekerja sama dengan pengembang asal Jepang, Panahome, mengembangkan Kompleks Hunian Savasa, untuk terus mempercepat pembangunan kawasan hunian di Kota Deltamas.

"Tahun 2019 merupakan tahun yang sangat baik bagi Perseroan, khususnya dalam hal capaian marketing sales. Perseroan sendiri melihat bahwa tahun 2020 akan menjadi tahun yang baik, dimana saat ini permintaan lahan industri mencapai 170 hektar, dan Perseroan akan terus berupaya menangkap peluang yang ada,"tutupnya.



Non Bank

Laba Bersih CNAF untuk Dividen dan Pengembangan Bisnis

RUPST menyetujui Laporan Tahunan Perseroan dan mengesah

OJK Minta Lembaga Keuangan Beri Keringanan Cicilan

Bank/Leasing wajib melakukan asesmen dalam rangka membe

Menkeu Lantik Febrio Nathan Kacaribu Sebagai Kepala BKF

Pelantikan Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama ini merupa

LPS Dapat Kewenangan Baru Jalankan Perppu

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mendukung penerbitan Pe

Portofolio

Kemenkeu Terbitkan SUN dengan Tenor 50 Tahun

SUN tersebut diterbitkan guna memenuhi kebutuhan pembia

Segera Diluncurkan, Kupon SBR-009 Sebesar 6.3 Persen

Instrumen Savings Bond Ritel seri SBR009 sebagai instru

Jelang Tutup Tahun, Kinerja Pasar Modal Positif

IHSG masih mencatatkan pertumbuhan positif meskipun dal

Tamasia Targetkan Jual 150 Kg Emas

CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi