Governance, Risk Management & Compliance

Dongkrak Soliditas, Askrindo Grup Kumpulkan Anak Usaha

Rabu 31 Januari 2018 2:7:0

PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) mengumpulkan tiga anak usahanya, yaitu Nasional Re, Askrindo Syariah dan Askrindo Mitra Utama, dalam sebuah acara sarasehan bersama.

Jakarta-PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) mengumpulkan tiga anak usahanya, yaitu Nasional Re, Askrindo Syariah dan Askrindo Mitra Utama, dalam sebuah acara sarasehan bersama. Melalui acara ini pihak Askrindo berharap dapat meningkatkan tali silahturahmi antara induk dan anak usaha, yang diyakini dapat berujung pada pertumbuhan kinerja perusahaan seiring dengan terciptanya situasi dan kondisi kerja yang kondusif dan nyaman. “"Dengan lingkungan kerja yang semakin kondusif dan solid, Askrindo Group pun semakin yakin dalam menggapai visi perusahaan sebagai market leader di tahun 2020 mendatang,” ujar Direktur Utama PT Askrindo, sebagai penggagas acara, di Jakarta, Selasa (30/1).

Dalam sarasehan tersebut, Asmawi memaparkan beberapa target yang harus dicapai perusahaan dalam beberapa tahun mendatang. Pada tahun 2018, misalnya, pihak Askrindo mengaku telah memasang target peningkatan bisnis perusahaan dengan mengedepankan pemberdayaan UMKM dan mengembangkan bisnis komersil melalui penguatan sumberdaya. Selain itu, dalam menggapai mimpi untuk tampil sebagai Market Leader di tahun 2020 mendatang, Askrindo dikatakan Asmawi telah merencanakan beberapa strategi khusus secara bertahap yaitu, pada tahun ini menargetkan menjadi market leader untuk produk suretyship, sedangkan tahun 2019 akan berupaya menjadi market leader pada produk asuransi kredit dan pada tahun 2020 Askrindo berupaya akan menjadi market leader diseluruh produk asuransi yang dimiliki Askrindo. “Askrindo senantiasa terus mengembangkan sayapnya, didukung 60 kantor cabang yang tersebar di 34 Provinsi kita siap menerapkan tujuh pilar utama guna menuju market leader di tahun 2020,” tegas Asmawi.

 



Non Bank

Bhinneka Life Gelar Literasi Keuangan untuk Guru Se-Yogyakarta

Mengajak peran serta para guru mata pelajaran ekonomi d

Mandiri Inhealth Tangani 447 Kasus di Asian Games 2018

Bukti dukungan Mandiri Inhealth dalam ajang Asian Games

OJK Temukan 182 Fintech dan 10 Entitas Penawaran Investasi Tanpa Izin

Jumlah peer to peer lendingtidak berijin yang ditemukan

Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Melemah 22,9 Persen

Kendati demikian, secara total pendapatan industri asur

Portofolio

Ini 57 Entitas Yang Aktivitasnya Dilarang Satgas Waspada Investasi OJK

Imbauan ini dikeluarkan mengingat entitas tersebut tida

Gandeng China Galaxy Securities, CIMB Awali Bisnis Pialang Saham di Asia

Usaha patungan berpeluang tumbuh untuk mendukung aktivi

Menkeu Berharap Pemda Manfaatkan Investasi untuk Bangun Daerah

Menkeu mencontohkan daerah Halmahera Utara dan Tabanan

Masyarakat Indonesia Mulai Minati Cryptocurrency

puluhan ribu masyarakat Indonesia diklaim telah mulai t

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi