Governance, Risk Management & Compliance

Dorong Ekosistem Bisnis Industri Fashion Kemenperin Ciptakan Aplikasi 'Fitting Room'

Selasa 11 Juni 2019 13:55:0

Aplikasi ini memudahkan konsumen membeli produk fashion serta masih dalam taraf uji coba di IKM di Jawa Barat.

JAKARTA, Stabilitas-- Kementerian Perindustrian akan membuat platform yang menghubungkan ekosistem bisnis industri fashion yang terdiri dari suplier bahan baku, desainer, penjahit dan industri fashion dalam konsep yang dinamakan "Fitting Room". Platform tersebut bakal dibuat tahun ini sebagai salah satu wujud penerapan digitalisasi sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0.

"Selain mengintegrasikan supply chain industri fashion, melalui platform ini juga akan memberikan kemudahan kepada konsumen dalam membeli produk fashion sesuai dengan ukuran tubuhnya tanpa harus datang kepada penjahit," kata Direktur Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian E. Ratna Utarianingrum di Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Ratna mengungkapkan, proyek percontohan tersebut bakal diuji coba dahulu kepada IKM fashion di Jawa Barat.

"Kami berharap IKM fashion di kota lainnya juga dapat mengimplementasikan industri 4.0," ujarnya. Apalagi, industri fashion nasional mengalami pertumbuhan positif setiap tahunnya.

Kemenperin mencatat, Indonesia berhasil mengekspor produk fashion hingga 14,29 miliar dolar AS pada tahun 2018 atau meningkat 7,75 fashion dari tahun 2017 yang hanya mencapai 13,29 miliar dolar AS. "Hal ini menunjukkan bahwa industri fashion Indonesia memiliki daya saing komparatif yang cukup tinggi di pasar internasional," jelasnya.

Selain itu, industri fashion turut mendorong pertumbuhan gemilang di sektor industri tekstil dan pakaian jadi pada triwulan I tahun 2019, yang mencatatkan posisi tertinggi dengan capaian 18,98 persen. Kinerja ini melampaui pertumbuhan ekonomi sebesar 5,07 persen di periode yang sama.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan, industri tekstil dan produk tesktil (TPT) dalam negeri mampu kompetitif di kancah global karena telah memiliki daya saing tinggi. Hal ini didorong lantaran struktur industrinya sudah terintegrasi dari hulu sampai hilir dan produknya juga dikenal memiliki kualitas yang baik di pasar internasional.

"Dengan pertumbuhan ekonomi dan pergeseran permintaan dari pakaian sehari-hari (basic clothing) menjadi pakaian fungsional seperti baju olahraga, industri TPT nasional pun perlu membangun kemampuan produksi dan meningkatkan skala ekonomi agar dapat memenuhi permintaan di pasar domestik maupun ekspor," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih menyampaikan, pemerintah menyadari produk IKM Indonesia memiliki pasar yang terus meningkat. Maka itu, para penggiat IKM termasuk sektor fashion menjadi salah satu tombak ekonomi kerakyatan yang tahan terhadap krisis ekonomi global.

"Untuk itu, Kemenperin terus berupaya mengembangkan IKM melalui berbagai program, antara lain peningkatan kompetensi SDM, pengembangan kualitas produk, standardisasi, fasilitasi mesin atau peralatan serta promosi dan pameran batik di dalam dan luar negeri," sebutnya.

Gati menambahkan, guna meningkatkan akses pasar bagi pelaku IKM, Kemenperin memiliki program e-Smart IKM yang menjalin kerja sama dengan beberapa marketplace. Melalui program e-Smart ini produk IKM di dorong untuk memasuki pasar online, sehingga memiliki jangkauan pasar yang lebih luas karena dapat diakses oleh konsumen dari berbagai daerah.

"Kami juga mendorong agar para pelaku IKM untuk memperoleh berbagai fasilitas pembiayaan seperti KUR, dan lembaga pembiayaan perbankan atau non perbankan lainnya untuk memperkuat struktur modalnya. Dengan demikian, diharapkan IKM nasional dapat tumbuh signifikan dan daya saingnya meningkat," imbuhnya. (Is)

Ciptakan IKM Unggul, Kemenperin Dukung e-Commerce Cetak Wirausaha Baru

Tue, 25 Jun 2019 - Salah satu cara yang dilakukan Kemenperin adalah dengan menggandeng salah satu e-commerce Indonesia dalam menggelar kompetisi untuk menciptakan pelaku industri yang kreatif di Indonesia.

Peluang Ekspor Teh di Tengah 'Perang' AS-China

Tue, 18 Jun 2019 - Melihat peluang perang dagang China dan Amerika, Kemenperin mengkaji kemungkinan kegiatan ekspor teh ke Amerika Serikat.

Pemerintah Siapkan Insentif bagi Pengusaha

Fri, 14 Jun 2019 - Fasilitas super tax deduction juga akan diberlakukan untuk investasi riset dan pengembangan yang dilakukan perusahaan

Kemenperin Percepat Pembangunan Kawasan Industri Halal

Thu, 13 Jun 2019 - Sebanyak 4 kawasan industri telah mengajukan pembangunan kawasan industri halal kepada Kemenperin.



Non Bank

Tanamduit Targetkan Dana Kelolaan Rp 1 Triliun

Total dana kelolaan atau asset under management (AUM) T

DJP, DJBC dan DJA Kolaborasi Optimalkan Kesadaran Bayar Pajak

Kolaborasi ini memunculkan beberapa program untuk mengo

Sri Mulyani Lantik Pejabat Eselon II dan Eselon III Kementerian Keuangan

Menkeu juga mengingatkan kepada para pejabat di Kemenke

Kantongi Izin BI, Cashlez Siap Lebarkan Sayap

Setelah sebulan mengajukan izin beroperasi 2 tahun yang

Portofolio

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi