Governance, Risk Management & Compliance

Dorong Permintaan Domestik, BI Siapkan 4 Jurus

Jumat 22 Maret 2019 13:50:0

Dalam rangka mendorong permintaan domestik, BI menyiapkan kebijakan-kebijakan yang lebih akomodatif. Salah satunya adalah dengan mendorong penggunaan instrumen lindung nilai.

JAKARTA, Stabilitas—Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI memutuskan untuk menahan suku bunga(BI7DRR) sebesar 6,00 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75 persen.

"Sementara kebijakan suku bunga dan nilai tukar tetap difokuskan pada stabilitas eksternal, Bank Indonesia menempuh kebijakan-kebijakan lain yang lebih akomodatif untuk mendorong permintaan domestik,"kata Perry dalam paparannya di gedung BI, Jakarta, Kamis (21/3/2019).

Kebijakan tersebut antara lain:

Pertama,Terus menempuh strategi operasi moneter untuk meningkatkan ketersediaan likuiditas melalui transaksi term-repo secara reguler dan terjadwal di samping FX Swap.

Kedua, memperkuat kebijakan makroprudensial yang akomodatif dengan menaikkan kisaran batasan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dari 80-92 persen menjadi 84-94 persen untuk mendukung pembiayaan perbankan bagi dunia usaha.

Ketiga, Mengakselerasi kebijakan pendalaman pasar keuangan dengan: (a) memperkuat market conduct melalui pemenuhan kewajiban sertifikasi tresuri bagi pelaku pasar, dan (b) mendorong penggunaan instrumen lindung nilai terhadap perubahan suku bunga domestik melalui penerbitan ketentuan pelaksanaan tentang instrumen derivatif suku bunga Rupiah Interest Rate Swap (IRS) – Overnight Index Swap (OIS).

"Keempat, memperkuat kebijakan sistem pembayaran untuk mendukung kegiatan ekonomi dan keuangan inklusif, yaitu (a) Memperluas program elektronifikasi untuk penyaluran bansos, transportasi dan keuangan pemerintah daerah dan (b) Mempersiapkan standardisasi QR Code payment dengan model MPM (Merchant Presented Mode) ke dalam QRIS (QR Indonesia Standard) untuk memperluas interkoneksi dalam rangka mendukung ekosistem ekonomi keuangan digital,"papar Perry.

Sementara itu, BI melaporkan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga disertai fungsi intermediasi yang membaik dan risiko kredit yang terkendali. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan Januari 2019 tetap tinggi yakni 23,1 persen dan disertai rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) tetap rendah yakni 2,6 persen (gross) atau 1,2 persen (net).

"Dari fungsi intermediasi, pertumbuhan kredit pada Januari 2019 tercatat 12,0 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan kredit Desember 2018 sebesar 11,8 persen (yoy,"paparnya.

Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Januari 2019 sebesar 6,4 persen, tidak berbeda jauh dibandingkan dengan pertumbuhan Desember 2018 sebesar 6,5 persen. Sementara itu, kinerja korporasi go public membaik tercermin dari peningkatan keuntungan dan kemampuan membayar kewajiban.

"Ke depan, Bank Indonesia memandang ruang ekspansi pertumbuhan kredit tanpa mengganggu stabilitas sistem keuangan tetap terbuka. Hal ini mempertimbangkan siklus kredit yang berada di bawah level optimum di tengah prospek permintaan yang tinggi,"pungkasnya

Bank Indonesia memprakirakan kredit perbankan tetap tumbuh tinggi mendekati batas atas kisaran 10-12 persen (yoy) dan didukung pertumbuhan DPK yang diprakirakan dalam kisaran 8-10 persen (yoy). (Is)

BI Lakukan Soft Launching QR Code Indonesia Standard

Mon, 27 May 2019 - Dalam tahap awal, BI memperkenalkan QRIS untuk Merchant Presented Mode atau MPM dan akan mulai diimplementasikan pada Semester II tahun ini.

Ramadhan dan Idulfitri, BI Siapkan 2900 Titik Layanan Penukaran

Fri, 10 May 2019 - Bank Indonesia juga mempersiapkan strategi internal dan eksternal dalam pemenuhan ketersediaan uang bagi seluruh masyarakat Indonesia.

BI Terbitkan Ketentuan Market Operator

Tue, 07 May 2019 - Penerbitan PBI ini adalah untuk menjaga integritas pasar uang dan pasar valas serta mendorong terciptanya pasar uang dan valas yanga dil, transparan, likuid dan efisien.

Kuartal I, Laba Maybank Turun 10,4 Persen

Mon, 29 Apr 2019 - Meski laba mengalami penurunan sebanyak 10,4 persen yoy, pendapatan bunga bersih Maybank tumbuh 7.7 persen menjadi Rp2.0Triliun.

JCR Perbaiki Outlook Rating Indonesia dari Stable menjadi Positive

Fri, 26 Apr 2019 - JCR sebelumnya meningkatkan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia dari BBB-/outlook positif menjadi BBB/outlook stabil pada pada 8 Februari 2018.



Non Bank

ASM Bagikan Asuransi Mikro dan Celengan Impian Untuk Masyarakat Sentani

PT Asuransi Sinar Mas (ASM) menyelenggarakan kegiatan L

Amartha Fintek Resmi Kantongi Izin Usaha OJK

Amartha menjadi salah satu dari lima perusahaan fintech

Buana Finance Optimistis Bisnis Pembiayaan Bakal Membaik

PT Buana Finance Tbk meyakini bahwa bisnis pembiayaan k

Buana Finance Optimistis Bisnis Pembiayaan Bakal Membaik

PT Buana Finance Tbk meyakini bahwa bisnis pembiayaan k

Portofolio

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi