Governance, Risk Management & Compliance

Dorong Profesionalisme, AAJI Berharap 50% Agen Asuransi Jiwa Masuk MDRT

Senin 6 Agustus 2018 18:30:0

Kendati anggota MDRT Indonesia masih sekira 1 persen dari total anggota asuransi jiwa yang telah mencapai 600 ribu agen, posisi MDRT yang diakui secara global menjadi alasan bagi AAJI mendorong para agen asuransi jiwa untuk bergabung ke MDRT.

JAKARTA, Stabilitas-- Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengapresiasi keberadaan komunitas agen asuransi jiwa yang tergabung dalam Million Dollar Round Table (MDRT) Indonesia yang keanggotaanya tumbuh melampaui 40 persen di tahun 2018 ini menjadi 2.048 anggota.

Kendati anggota MDRT Indonesia masih sekira 1 persen dari total anggota asuransi jiwa yang telah mencapai 600 ribu agen, posisi MDRT yang diakui secara global menjadi alasan bagi AAJI mendorong para agen asuransi jiwa untuk bergabung ke MDRT.

"Profesionalisme MDRT Member yang tersertifikasi secara global menjadi alasan AAJI mendorong agen asuransi jiwa yang belum bergabung untuk turut segera mendaftar masuk MDRT member. Kalau bisa sampai 50 persen agen asurwnai jiwa bergabung MDRT itu sangat membesarkan industri asuransi ini," kata Ketua Umum AAJI, Hendrisman dalam konferensi pers MDRT Day 2018 di kantor pusat AAJI, Jakarta, Jumat (3/8/2018).

Memang, saat ini AAJI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mendorong pencapaian target 10 juta agen asuransi dalam beberapa tahun ke depan. Menurut Hendrisman, untuk mencapai target tersebut tidak mudah, apalagi sekaligus mendapatkan agen yang profesional. Maka AAJI menilai inisiatif dari Komite MDRT memggenjot jumlah anggota agen berkompetensi global harus disuport.

"AAJI mensuport MDRT, karena dua alasan. Pertama kita harus menciptakan 10 juta agen. Ini tidak mudah, karena sampai hari ini baru dapat 600 ribuan agen tersertifikasi. Kedua, apalagi agen dengan kompetensi yang baik, lebih susah lagi. Nah sekarang MDRT ini ekslusif dan dikenal secara global. Ini harus kita gemankan ke semua agen, supaya profesi ini jadi andalan hidup mereka," jelas Hendrisman.

Hendrisman juga mengapresiasi kepada agen-agen muda di asuransi jiwa yang telah menjadikan agen asuransi sebagai profesi yang ideal. "Apresiasi untuk Country Chair MDRT Indonesia yang baru. Satu-satunya Country Chair termuda di Indonesia bahkan di dunia. Suatu kebanggaan bagi industri asuransi dan bukti bahwa anak muda sudah mulai menjadikan agen asuransi sebagai profesi yang sejajar dengan profesi-profesi lainnya," kata Hendrisman.

Hendrisman menambahkan, agen masih menjadi penopang dalam industri asuransi jiwa di Indonesia. Pada akhir 2017, dari total premi yang berhasil dikumpulkan oleh industri asuransi jiwa nasional sebesar Rp 195,72 triliun atau tumbuh 17.2 persen dari tahun sebelumnya, dimana 37.1% diantaranya merupakan kontribusi jalur distribusi keagenan.

Glen Alexander Winata, Country Chair MDRT Indonesia di kesempatan yang sama menjelaskan, MDRT merupakan suatu perkumpulan dari para profesional asuransi dari seluruh dunia yang telah berdiri sejak tahun 1927. Perkumpulan ini juga biasa disebut dengan The Premiere Association of Financial Professional.

Saat ini keanggotaan MDRT global mencapai lebih dari 65,000 profesional di bidang jasa asuransi jiwa dan finansial yang berasal dari 511 perusahaan dari 77 negara di dunia. Keanggotaan MDRT diakui secara internasional sebagai standar mutu tinggi di dunia jasa asuransi jiwa dan finansial.

Untuk tahun 2018, jumlah agen asuransi jiwa di Indonesia yang menjadi anggota MDRT, meningkat mencapai 2.048 anggota, atau meningkat 49%. Di banding negara lain di kawasan Asia Tenggara, jumlah anggota MDRT di Indonesia menempati posisi ke empat. Posisi pertama ditempati oleh Thailand dengan 2.237 anggota dan posisi kedua Vietnam dengan 2.229 anggota. Posisi ketiga Philipina 2.068 anggota. Posisi kelima Singapura 1.473 anggota dan Malaysia dengan 1.166 anggota.

"Tahun lalu Indonesia menempati posisi ketiga. Harapannya tahun depan kita bisa kembali ke posisi tiga atau bahkan lebih dari itu. Dalam tiga hingga lima tahun ke depan, jumlah anggota MDRT Indonesia ditargetkan bisa tumbuh konsisten sebesar 20-50% per tahun. Sedangkan, untuk tahun depan jumlah anggota MDRT ditargetkan bisa mencapai lebih dari 3.000 anggota," harap Glen.

Lalu bagaimana caranya untuk dapat menjadi anggota MDRT?

Menurut Glen, untuk menjadi anggota MDRT memang ada persyaratannya. Pertama dari sisi premi harus mencapai FYP (First Year Premium) minimal sebesar Rp. 552.561.000 yang merupakan akumulasi premi pertama dalam satu tahun. Setelah memenuhi ketentuan tersebut agen harus mendaftar sebagai anggota MDRT. Biaya mendaftar sebagai anggota MDRT sebesar US$ 550. Saat ini sebenarnya banyak agen asuransi jiwa yang sudah mencapai target premi namun tidak mendaftar sebagai anggota MDRT.

Untuk itu menjadi tugas dan tantangan Komite MDRT Indonesia untuk terus mempromosikan manfaat-manfaat yang bisa diperoleh dengan menjadi anggota MDRT. "Bahwa nilai investasi US$ 550 itu sebanding dengan manfaat yang akan kita terima. Kami juga terus menyelenggarakan MDRT road show dan mendukung mentoring class di perusahaan-perusahaan asuransi jiwa. Perusahaan-perusahaan juga perlu terus diedukasi manfaat MDRT karena salah satunya dapat meningkatkan kualitas dan pendapatan perusahaan," urai Glen.

Sedangkan untuk masuk ke level yang lebih tinggi yakni court of the table, jumlah preminya harus mencapai Rp1.657.683.000. Dan, untuk menduduki level tertinggi yakni top of the table, seorang agen harus bisa mengumpulkan premi sebesar Rp3.315.366.000. Disamping itu, agen juga bisa mendaftar menjadi anggota MDRT dilihat dari besarnya komisi pribadi tahun pertama. Untuk MDRT, komisinya adalah sebesar Rp. 276.280.500, COT Rp. 828.841.500 dan TOT Rp. 1.657.683.000

Meski menunjukkan tren kenaikan yang signifikan, jumlah anggota MDRT ini masih minim jika dibandingkan total agen asuransi jiwa di Indonesia yang mencapai 600 ribu lebih agen di semster pertama 2018. Artinya jumlah anggota MDRT di Indonesia masih dibawah 1%. Inilah yang menjadi tantangan bagi saya dan komite MDRT Indonesia untuk terus mempromosikan manfaat-manfaat yang bisa diperoleh dengan menjadi anggota MDRT.

Untuk itu, lanjut Glen, fokus Komite MDRT Indonesia adalah meningkatkan jumlah member MDRT. Caranya dengan menyelenggarakan MDRT Day, menyelenggarakan MDRT road show dan siap melayani permintaan untuk mensupport Mentoring Class di perusahaan-perusahaan asuransi dengan cara mengirimkan pembicara dari komite MDRT Indonesia jika ada permintaan. "Secara terus-menerus kami juga akan mengedukasi manfaat MDRT karena salah satunya dapat meningkatkan kualitas dan pendapatan perusahaan," katanya.

Guna mendukung upaya tersebut, Seminar MDRT Day Indonesia 2018 kembali digelar dengan Tema GROWING GLOBAL ADVISORS pada Rabu, 29 Agustus 2018 bertempat di ICE BSD City, Serpong, Tangerang Selatan.

Bercermin dari antusiasme para agen untuk menghadiri seminar MDRT Day Indonesia di tahun sebelumnya, maka tahun ini kami menyelenggarakan Seminar MDRT Day Indonesia dengan target peserta 7.000 orang.

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Thu, 02 Aug 2018 - Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya selalu berkuat pada berapa komisi yang saya dapatkan. Padahal sejatinya agen asuransi itu memberikan yang terbaij kepada calon nasabah untuk tujuan proteksi mereka dan jangan pernah memikirkan komisi.

AAJI: Q1/2017 Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 16,4 Persen

Thu, 15 Jun 2017 - Total pendapatan premi merupakan kontributor terbanyak atas total pendapatan industri asuransi jiwa, yakni sebesar 75,8 persen

Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Tumbuh 78,1 Persen di Q III/2016

Sat, 19 Nov 2016 - Total pendapatan industri asuransi jiwa tumbuh 78,1 persen menjadi Rp158,65 triliun, dari posisi sebesar Rp89,10 triliun di kuartal III-2015.

AAJI: Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Tumbuh 10% di Kuartal II-2016

Tue, 11 Oct 2016 - Peningkatan total pendapatan ini didukung oleh meningkatnya total pendapatan premi yang terdiri dari total premi bisnis baru sebesar 10,8% menjadi Rp43,41 triliun dan total premi lanjutan sebesar 9% menjadi Rp31,19 triliun.

MDRT Indonesia Optimis Capai 1.500 Anggota di Akhir Tahun 2016

Thu, 25 Aug 2016 - Akhir tahun nanti Aryani optimistis agen asuransi jiwa yang tergabung dalam MDRT bisa mencapai 1.500 anggota.



Non Bank

Bhinneka Life Kenalkan Asuransi pada Petani Tasikmalaya

“Dalam tiga tahun ke depan, kita akan memberikan eduk

Dorong Profesionalisme, AAJI Berharap 50% Agen Asuransi Jiwa Masuk MDRT

Kendati anggota MDRT Indonesia masih sekira 1 persen da

"The Gade Clean and Gold" Menukar Sampah menjadi Tabungan Emas

Masyarakat bisa menjual sampah dan hasil penjualannya b

PEFINDO Biro Kredit dan Trimegah Sekuritas Resmikan Perjanjian Keanggotaan

“Kami menyambut baik bergabungnya Trimegah Sekuritas

Portofolio

Ini 57 Entitas Yang Aktivitasnya Dilarang Satgas Waspada Investasi OJK

Imbauan ini dikeluarkan mengingat entitas tersebut tida

Gandeng China Galaxy Securities, CIMB Awali Bisnis Pialang Saham di Asia

Usaha patungan berpeluang tumbuh untuk mendukung aktivi

Menkeu Berharap Pemda Manfaatkan Investasi untuk Bangun Daerah

Menkeu mencontohkan daerah Halmahera Utara dan Tabanan

Masyarakat Indonesia Mulai Minati Cryptocurrency

puluhan ribu masyarakat Indonesia diklaim telah mulai t

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi