Governance, Risk Management & Compliance

Dukung Likuiditas, Kemenkeu Tempatkan Dana di Bank Peserta

Jumat 12 Juni 2020 14:59:0

Penempatan dana untuk program PEN ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yang berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) yang dibeli oleh Bank Indonesia (BI) di pasar perdana.

JAKARTA, Stabilitas -- Pemerintah telah menetapkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 23 tahun 2020, yang mengatur kebijakan pemulihan perekonomian yang terkena imbas pandemi Covid-19. Salah satu kebijakan yang ada di dalam PP 23/2020 adalah penempatan dana pada Bank Peserta, yang tata caranya diatur di dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 64 tahun 2020. PMK ini telah berlaku sejak tanggal diundangkan pada 5 Juni 2020.

Rahayu Puspasari, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan menyampaikan, sebagai bagian dari program PEN, Pemerintah dapat menempatkan sejumlah dana pada Bank Peserta.

"Dana ini akan menjadi dukungan likuiditas untuk restrukturisasi kredit/pembiayaan dan/atau memberikan tambahan kredit/pembiayaan modal kerja kepada Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dan Koperasi,"ujar Rahayu.

Rahayu melanjutkan, penempatan dana pada Bank Peserta akan dilaksanakan dalam bentuk simpanan deposito atau sertifikat deposito, dengan jangka waktu penempatan dana paling lama 6 bulan dan dapat diperpanjang. Tingkat bunga yang diberikan adalah paling rendah sebesar tingkat bunga penerbitan SBN yang dibeli oleh BI (setelah dikurangi burden sharing).

"Namun, sebelum mendapatkan penempatan dana, Bank Peserta harus terlebih dahulu memaksimalkan sumber likuiditas melalui saluran yang telah ada, seperti Pasar Uang Antar Bank (PUAB) dan Repo BI,"lanjut Rahayu.

Kemudian, jika Bank telah berupaya memaksimalkan kebutuhan likuiditasnya, namun posisi Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) turun hingga batas bawah 6 persen dan Bank tetap dalam kondisi sehat, maka Bank dapat mengajukan penempatan dana pemerintah di perbankan.

Untuk menjadi calon Bank Peserta, proposal tertulis beserta dokumen lengkap diajukan kepada Menteri Keuangan c.q. Direktur Jenderal Perbendaharaan. Nantinya, Menteri Keuangan akan menetapkan daftar Bank Peserta, berdasarkan informasi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Terkait proposal penempatan dana final yang disetujui, Direktur Jenderal Perbendaharaan akan menyampaikan informasi kepada BI dan OJK mengenai jumlah, jangka waktu, tingkat bunga, dan tanggal setelmen Penempatan Dana.

Untuk memastikan tercapainya tujuan dan disaat yang sama menjamin keamanan dana pemerintah yang ditempatkan di Bank Peserta, beberapa instansi (sesuai tugas dan fungsi masing-masing) bekerja sama untuk mendukung kebijakan ini, seperti Bank Indonesia, OJK, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Di masa pandemi Covid-19 ini, Pemerintah membantu dunia perbankan untuk tetap dapat beroperasi dengan baik, dengan memberikan layanan intermediasi khususnya dalam tugas perbankan untuk pemberian kredit dalam rangka mendukung PEN,"pungkasnya.

Jamkrindo Jamin Kredit Modal Kerja UMKM

Tue, 07 Jul 2020 - Program ini dijalankan pemerintah sebagai stimulus untuk menggerakkan perekonomian yang terdampak pandemi covid-19.

Menkeu Serukan Solidaritas Global untuk Pulihkan Ekonomi

Fri, 03 Jul 2020 - Sri Mulyani mengatakan pandemi Covid-19 telah mempengaruhi tiga unsur dari pilar 5P Pembangunan Berkelanjutan, yaitu people, prosperity, dan partnership.

Indonesia Naik Peringkat Menjadi Upper Middle Income Country

Fri, 03 Jul 2020 - Kenaikan ini akan memperkuat kepercayaan serta persepsi investor, mitra dagang, mitra bilateral dan mitra pembangunan atas ketahanan ekonomi Indonesia.

Kemenperin Buka Jalan Pelaku IKM Ikut Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah

Tue, 30 Jun 2020 - 15 satker Kemenperin prioritaskan belanja barang kepada IKM

Realisasi Stimulus Fiskal dan Pemulihan Ekonomi Nasional Meningkat

Tue, 30 Jun 2020 - Proses administrasi dan verifikasi yang rigid menjadi kendala implementasi stimulus.

Menkeu Tetapkan Aturan Penjaminan untuk UMKM dalam Rangka PEN

Tue, 30 Jun 2020 - Selain penjaminan, melalui PMK ini pemerintah juga memberikan pinjaman atas modal kerja baru atau tambahan pinjaman modal kerja dalam rangka restrukturisasi.



Non Bank

Menkeu Tetapkan Aturan Penjaminan untuk UMKM dalam Rangka PEN

Selain penjaminan, melalui PMK ini pemerintah juga memb

Menkeu Tetapkan Aturan Penempatan Uang Negara pada Bank Umum Mitra

Sri Mulyani menetapkan empat bank mitra untuk penempata

AAJI: Pembayaran Klaim Meningkat di Tengah Pandemi Corona

Pembayaran Total Klaim dan Manfaat naik sebesar 4,1%, y

Pengamat Sebut Investasi di Indonesia Masih Menarik

Kondisi fundamental yang baik membuat investor asing ke

Portofolio

Selidiki Kasus Jiwasraya, Internal BPK Dinilai 'Terbelah'

Yang menarik, langkah pelaporan yang ditempuh oleh Agun

Tawarkan SBN, PermataBank: Manfaatkan Potensi Reksadana dan ORI 017

Data riset Bank Permata soal kepemilikan asing pasar ob

Berharap Pada Prospek Saham BUMN

Saham-saham Bank BUMN seperti BRI, Mandiri, BNI dan BTN

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi