Governance, Risk Management & Compliance

Ekonom DBS Perkirakan BI Turunkan Suku Bunga Acuan

Kamis 18 Juli 2019 9:43:0

Ada beberapa faktor yang mendukung BI turunkan bunga acuan yakni penguatan rupiah dan membaiknya neraca perdagangan Indonesia

JAKARTA, Stabilitas— Ekonom Bank DBS Masyita Crystallin memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, hari ini. Penurunan ini didukung beberapa faktor antara lain neraca perdagangan Indonesia yang semakin membaik dan nilai rupiah yang stabil di tengah peraturan The Fed yang kian dovish.

"Tingkat suku bunga rupiah lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga bank sentral negara-negara lain di kawasan, sementara risiko inflasi masih dapat dikelola. Kami memperkirakan suku bunga diturunkan sebesar 25 basis poin pada tahun ini, dengan penurunan tambahan sebesar 50 basis poin pada tahun 2020,"tulisnya dalam keterangan resmi kepada media, Kamis (18/7/2019).

Lebih jauh Crystallin menjabarkan, kondisi diselaraskan bagi Bank Indonesia untuk memulai siklus pelonggaran moneter, dan penurunan tingkat suku bunga diramalkan terjadi paling lambat pada Kamis (18/7). Dengan kinerja baik rupiah di tengah kebijakan lunak Bank Sentral AS, serta perbaikan dalam neraca perdagangan, dirinya berpendapat bahwa Bank Indonesia dapat menurunkan tingkat suku bunga secara akumulatif sebesar 75 basis poin (25 basis poin pada tahun 2019 serta 50 basis poin pada tahun 2020) dalam beberapa triwulan ke depan.

"Inflasi telah berhasil dikendalikan dan bukan lagi sebuah prioritas, karena kombinasi kegiatan ekonomi, yang melambat, akibat harga komoditas, yang melemah, serta manajemen pasokan beras domestik, telah mendorong inflasi turun di bawah 3 persen. Kami telah merevisi ramalan inflasi kami menjadi lebih rendah, di tingkat 3,2 persen untuk tahun 2019, dan 3,4 persen untuk tahun 2020, dari perkiraan awal, yang sebesar 3,6 persen."tambahnya

Meski demikian dirinya menambahkan, harga bahan bakar dan listrik perlu disesuaikan tahun ini, kami tidak beranggapan inflasi dapat bergeser jauh dari sasaran titik tengah Bank Indonesia, yang sebesar 3,5 persen.           

Sementara itu, neraca perdagangan telah berubah menjadi positif dalam dua bulan terakhir, yakni sebesar 218 juta dolar AS dan 196 juta dolar AS pada bulan Mei dan Juni. Semula, diperkirakan terjadi defisit sebesar 2,3 miliar dolar AS pada bulan April.

"Dalam kenyataan, ruang untuk perbaikan neraca perdagangan dapat menjadi lebih sempit jika harga komoditas menurun serta penyusutan ekspor industri manufaktur berlanjut. Karena infrastruktur tetap menjadi prioritas Presiden Joko Widodo, impor barang modal diperkirakan akan digenjot pada tahun 2019, yang kemungkinan tidak tercermin pada paruh kedua tahun 2019 karena perlu waktu cukup lama untuk memacu pembangunan infrastruktur tahun ini,"pungkas Crystallin.                                                          

BI dan OJK Dorong Ekonomi Digital

Mon, 07 Oct 2019 - Data tahun 2018 menunjukkan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 265.4 juta jiwa dengan pengguna internet sebanyak 132.7 juta, pengguna sosial media aktif sebanyak 130 juta, pengguna ponsel sebanyak 177.9 juta dan pengguna sosial ponsel aktif sebanyak 120

Fintech Expo: Sinergi Mendorong Inovasi Keuangan Digital untuk Mempercepat Inklusi Keuangan

Mon, 23 Sep 2019 - Sinergi para pemangku kepentingan, baik regulator maupun pelaku, menjadi penting untuk menumbuhkan ekosistem yang memberikan efek positif bagi perkembangan ekonomi.

FWD Life Dukung Komunitas Bikers

Tue, 17 Sep 2019 - FWD Life ingin agar seluruh masyarakat dapat menjalankan passion yang paling ekstrem sekalipun tanpa rasa khawatir dengan beragam risiko yang ada

LPS Turunkan Suku Bunga Penjaminan

Wed, 31 Jul 2019 - Suku bunga penjaminan turun dari 7 persen menjadi 6,75 persen untuk simpanan rupiah di bank umum sedangkan untuk simpanan rupiah di BPR, suku bunga penjaminan juga turun 25 bps menjadi 9,25 persen.

Bilateral Meeting OJK & Bank of Thailand

Mon, 22 Jul 2019 - OJK mendorong perbankan Indonesia untuk mengaktifkan peran dan kehadiran di Thailand melalui akusisi ataupun langkah strategis lainnya



Non Bank

Strategi IKNB Hadapi Tantangan Berat Tahun Depan

Begitu juga dengan asuransi. Unit link diprediksi akan

Aset CNAF Tembus Rp3,3 Triliun pada Sembilan Bulan Pertama 2019

Penyaluran pembiayaan CNAF sebesar Rp2,45 triliun per 3

Allianz Indonesia Lakukan Berbagai Automasi Digital

Hal ini merupakan langkah Allianz Indonesia untuk mempe

CIMB Niaga dan BPJPH Sinergi Dukung Industri Halal

Kerja sama CIMB Niaga melalui Unit Usaha Syariah (UUS)

Portofolio

Tamasia Targetkan Jual 150 Kg Emas

CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan

Unilever Raup Laba Rp21,5Triliun

Penjualan di pasar domestik mendominasi pendapatan bers

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi