Governance, Risk Management & Compliance

Formaksi Terapkan Layanan Cashless Untuk Pasien BPJS-AKT

Kamis 27 September 2018 5:6:0

Forum Asuransi Kesehatan Indonesia (Formaksi) menyediakan layanan nontunai (cashless) kepada pasien Rumah Sakit (RS) Hermina.

Forum Asuransi Kesehatan Indonesia (Formaksi) menyediakan layanan nontunai (cashless) kepada pasien Rumah Sakit (RS) Hermina. Layanan tersebut disediakan untuk pasien BPJS Kesehatan yang memiliki Asuransi Kesehatan Tambahan (BPJS-AKT). Direktur Eksekutif Formaksi, Dumasi Marisina Magdalena Samosir, menjelaskan bahwa saat ini pasien BPJS Kesehatan yang memiliki AKT harus menanggung selisih biaya rawat inap atau ekses yang terjadi jika memilih perawatan di atas hak alias naik kelas kamar. Selanjutnya, pasien harus mencairkan klaim ekses secara mandiri kepada pihak asuransi. Dumasi menyatakan, dalam kerja sama ini BPJS Kesehatan tetap menjadi pihak penanggung jawab pembayaran pertama (first payer). "Dengan kerja sama ini, ekses yang timbul akan ditagih langsung oleh RS Hermina ke BPJS Kesehatan, lalu sisanya perusahaan asuransi yang menerbitkan polis," ujar Dumasi, di Jakarta, Kamis (27/9).

Meski demikian, ekses yang ditanggung oleh perusahaan asuransi tetap menyesuaikan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2017 Tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 52 Tahun 2016 Tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan. Dalam Pasal 25 Ayat 2 poin b dirincikan, untuk naik kelas dari kelas 1 ke kelas VIP, pembayaran tambahan biaya paling banyak sebesar 75 persen dari tarif INA CBG kelas 1. 

Sementara untuk naik kelas dari kelas 2 ke kelas VIP, adalah selisih tarif INA CBG kelas 1 dengan tarif INA CBG kelas 2 ditambah pembayaran tambahan biaya dari kelas 1 ke kelas VIP paling banyak sebesar 75 persen dari tarif INA CBG kelas 1. Lalu untuk naik kelas dari kelas 3 ke kelas VIP adalah selisih tarif INA CBG kelas 1 dengan tarif INA CBG kelas 3 ditambah pembayaran tambahan biaya dari kelas 1 ke VIP paling banyak sebesar 75 persen dari tarif INA CBG kelas 1. "Jadi kehadiran kami di sini adalah menanggung ekses yang tidak bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan mengikuti aturan Permenkes Nomor 4 Tahun 2017," tutur Dumasi. 

Dumasi melanjutkan, dalam kerja sama dengan RS Hermina ini, asuransi tidak harus memanfaatkan skema kerja sama manfaat antara asuransi swasta dan BPJS Kesehatan atauCoordination of Benefit (CoB). Ia bahkan menyebut dari 11 asuransi yang memberikan layanan nontunai itu, hanya tiga asuransi yang memiliki kerja sama CoB. "Tidak ada pun CoB, kerja sama kami dengan BPJS Kesehatan ini bisa berjalan," tuturnya.

Sebagai informasi, 11 perusahaan asuransi yang memberikan layanan nontunai kepada pasien yang memiliki AKT di RS Hermina antara lain, PT Astra Aviva Life, PT Asuransi Allianz Life Indonesia, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk, PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya, PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG, PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk, PT Asuransi Sinar Mas, PT Avrist Assurance, PT BNI Life Insurance, PT Equity Life Indonesia, dan PT Lippo General Insurance Tbk. Terdapat 2,8 juta peserta asuransi kesehatan yang saat ini terdaftar di 11 perusahaan tersebut. 



Non Bank

Pelanggaran Fintech, Pertemuan OJK dan LBH Belum Ada Titik Temu

Belum ada titik temu disebebkan belum ada kesepahaman m

Industri Halal Indonesia Masih Tertinggal

Dalam mengembangkan Industri halal, tentunya tidak terl

Amartha Konsisten Gandeng UMKM Perempuan

PT Amartha Mikro Fintek terus berkomitmen menyalurkan p

Kuartal III, Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Melambat 15%

Industri asuransi jiwa pada kuartal ketiga 2018 mencata

Portofolio

2019, Pasar modal syariah akan lebih baik dari 2018

Perbaikan itu bukan disebabkan oleh pasar modal syariah

ASCORT ASIA: SBI Jangka Pendek Cocok untuk Pembiayaan Proyek Infrastruktur

SBI JP merupakan alternatif pilihan investasi menarik b

Penyelesaian Transaksi Bursa Dua Hari (T+2) Berjalan Lancar

Percepatan transaksi bursa T+2, memiliki tujuan untuk m

Dorong Milenial Investasi, SGE Gelar Festival

Berdasarkan data terbaru dari Bursa Efek Indonesia, gen

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi