Governance, Risk Management & Compliance

Kemendag Dukung Peningkatan Produk Ramah Lingkungan

Kamis 11 Juli 2019 16:57:0

Menurut Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, kekuatan ekonomi sebuah negara bersumber pada potensi kekuatan daerah, sehingga pemerintah daerah berperan penting dalam memanfaatkan sumber daya alam menjadi nilai ekonomi yang menguntungkan.

JAKARTA, Stabilitas--Dalam menyikapi tuntutan pasar yang semakin mengutamakan produk berkualitas dan ramah lingkungan, Kementerian Perdagangan berkomitmen untuk memberdayakan para pelaku usaha kecil menengah (UKM) untuk meningkatkan kualitas produk yang ramah lingkungan malalui kegiatan bimbingan teknis. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti dalam pembukaan acara Bimbingan Teknis Pengembangan Produk di Cirebon, Jawa Barat, hari ini, Rabu (10/7/2019).

"Pemerintah selalu mendukung para pelaku usaha dalam menghasilkan produk dalam negeri yang ramah lingkungan dan berkualitas serta berdaya saing internasional. Sehingga, dapat menjadi raja di pasar domestik serta mewujudkan peningkatan kinerja ekspor yang berkelanjutan," ujar Tjahya.

Dukungan pemerintah dalam peningkatan daya saing dan kemudahan akses pasar bagi produk UKM, serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri telah diatur dalam Undang-undang Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 47 tahun 2016 tentang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri.

Menurut Tjahya, kekuatan ekonomi sebuah negara bersumber pada potensi kekuatan daerah, sehingga pemerintah daerah berperan penting dalam memanfaatkan sumber daya alam menjadi nilai ekonomi yang menguntungkan.

"Selain itu, pemanfaatan teknologi yang tepat guna juga diperlukan dalam mengejar ketertinggalan dari daerah dan negara lain," tegasnya.

Dalam bimbingan teknis yang dikhususkan kepada pelaku usaha batik ini, kegiatan difokuskan kepada diversifikasi pewarnaan alam dari kearifan lokal. Pewarnaan kain batik umumnya dilakukan dengan menggunakan pewarna kimia. Namun, kini semakin populer proses pewarnaan yang menggunakan bahan baku dari alam. Dengan menggunakan pewarna alam, proses pembuatan batik menjadi lebih ramah lingkungan.

"Industri pembuatan kain batik, baik skala kecil maupun menengah, diimbau untuk menggunakan pewarna alami. Limbah hasil pencelupan batik dengan pewarna alami dinilai lebih aman dan tidak menimbulkan dampak pencemaran lingkungan," jelas Tjahya.

Acara bimbingan ini berlangsung selama dua hari pada 10—11 Juli 2019 dan diikuti 100 pelaku usaha di bidang batik yang merupakan binaan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cirebon. Setelah penyelenggaraan bimbingan, Kemendag akan terus melakukan pendampingan kepada pelaku usaha dari segi penguatan produk.

"Kegiatan ini diharapkan bermanfaat untuk para pelaku usaha dalam menambah pengetahuan, keterampilan, teknis produksi, serta pengelolaan bisnis. Sehingga, para pelaku usaha bisa mengembangkan usahanya lebih luas lagi dan menjadi mandiri," pungkas Tjahya.

LPEI Fasilitasi UKM dengan Calon Pembeli

Wed, 16 Oct 2019 - UMKM binaan merupakan peserta Coaching Program for New Exporters (CPNE) yang telah mendapatkan pelatihan serta pendampingan dari LPEI selama satu tahun ini.

Fintech Do-It dan AIQQON Jalin Kerja Sama Strategis

Mon, 07 Oct 2019 - Kerja sama ini menargetkan jutaan UMKM Go Digital.

Bank Wakaf Mikro Salurkan Pembiayaan Nasabah Klaster Batik

Wed, 02 Oct 2019 - Bank Wakaf Mikro(BWM) yang hingga September 2019 telah mencapai 53 BWM di 16 Provinsi dan telah menyalurkan pembiayaan sebanyak Rp27,7 miliar kepada 21.557 nasabah.

Kemendag Perkenalkan Program Designer Dispatch Services

Tue, 24 Sep 2019 - Pada forum tersebut, CEO juga menyepakati penyelenggaraan kegiatan ATPF CEO Meeting pada 2020 di Macao.

Indonesia Raih USD 2,38 Juta di Pameran Mamin Australia

Tue, 24 Sep 2019 - Fine Food Australia merupakan pameran tahunan industri mamin olahan terbesar di Australia. Dalam pameran tersebut, Paviliun Indonesia menampilkan lima perusahaan Indonesia di sektor mamin.

BCA Syariah Dorong Millenial Berwirausaha

Wed, 18 Sep 2019 - Pembiayaan untuk segmen UMKM di BCA Syariah sampai dengan Agustus 2019 telah mencapai Rp1,01 triliun atau sekitar 20,33 persen dari total portofolio pembiayaan perusahaan sebesar Rp4,95 triliun.



Non Bank

CIMB Niaga dan BPJPH Sinergi Dukung Industri Halal

Kerja sama CIMB Niaga melalui Unit Usaha Syariah (UUS)

Digibank Jadi Mitra Distribusi Obligasi Ritel Indonesia

ORI016 adalah salah satu instrumen SBN yang ditawarkan

Fintech Do-It dan AIQQON Jalin Kerja Sama Strategis

Kerja sama ini menargetkan jutaan UMKM Go Digital.

Modalku & Hipmi Jaya Bagikan Kiat Melancarkan Arus Kas Bisnis

Proses Invoice Financing yang cepat menjadikan pinjaman

Portofolio

Tamasia Targetkan Jual 150 Kg Emas

CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan

Unilever Raup Laba Rp21,5Triliun

Penjualan di pasar domestik mendominasi pendapatan bers

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi