Governance, Risk Management & Compliance

Gelar HMETD, BULL Incar Dana Hingga Rp351,856 Miliar

Rabu 30 Mei 2018 10:35:0

PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) telah mendapatkan pernyataan efektif dari OJK untuk pelaksanaan HMETD sebesar Rp351,856 miliar.

PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) secara resmi telah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait pelaksanaan penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dulu (HMETD) sebesar Rp351,856 miliar. Dalam aksi korporasi ini, perusahaan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 2.513.257.581lembar saham baru dan 837.752.527 Waran Seri III yang menyertai HMETD. Nantinya setiap pemegang dua saham BULL yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per tanggal 21 Juni 2018 pukul 16.00 WIB bakal mendapatkan satu HMETD. Per satu HMETD sendiri nantinya akan diberi hak untuk membeli satu lembar saham baru yang ditawarkan dengan harga pelaksanaan sebesar Rp140 per saham.Selain itu, di setiap tiga saham hasil pelaksanaan HMETD juga melekat ha katas satu lembar Waran Seri III. Setiap pemegang satu waran nantinya berhak untuk membeli satu lembar saham BULLdengan harga pelaksanaan Rp175 per saham.

Sedianya dana yang terkumpul dari aksi korporasi ini bakal dimanfaatkan perusahaan untuk modal kerja, yang meliputi pembayaran kepada pemasok dalam rangka kegiatan operasional kapal, seperti pemeliharaan kapal, beban umum dan administrasi. Selain itu, dana hasil HMETD juga akan digunakan untuk pembelian kapal secara langsung maupun pembelian kapal secara tidak langsung yang akan dilakukan olehanak usaha yang akan ditunjuk kemudian, dalam bentuk setoran modal. “Pembelian kapal baru ini kami lakukan dalam rangka diversifikasi dan ekspansi usaha,” ujar Direktur Utama BULL, Kevin Wong, di Jakarta, Rabu (30/5).

Selain aktif di kapal tanker minyak, FPSO/FSO dan gas sebagai bisnis utama yang terus dikembangkan, BULL juga ingin membidik bisnis kapal curah kering, seperti kapal pengangkutan batubara serta kapal tunda dan tongkang guna menyambut Beyond Cabotage, Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 82 Tahun 2017 tentang Ketentuan Penggunaan Angkutan Laut Dan Asuransi Nasional Untuk Ekspor Dan Impor Barang Tertentu. Dimana Peraturan tersebut mengatur tentang penggunaan kapal nasional untuk ekspor batu bara dan CPO.



Non Bank

Industri Halal Indonesia Masih Tertinggal

Dalam mengembangkan Industri halal, tentunya tidak terl

Amartha Konsisten Gandeng UMKM Perempuan

PT Amartha Mikro Fintek terus berkomitmen menyalurkan p

Kuartal III, Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Melambat 15%

Industri asuransi jiwa pada kuartal ketiga 2018 mencata

AXA Mandiri Berikan Penghargaan bagi Bengkel Rekanan Terbaik

Program STAR WORKSHOP AWARD memberikan penghargaan kepa

Portofolio

2019, Pasar modal syariah akan lebih baik dari 2018

Perbaikan itu bukan disebabkan oleh pasar modal syariah

ASCORT ASIA: SBI Jangka Pendek Cocok untuk Pembiayaan Proyek Infrastruktur

SBI JP merupakan alternatif pilihan investasi menarik b

Penyelesaian Transaksi Bursa Dua Hari (T+2) Berjalan Lancar

Percepatan transaksi bursa T+2, memiliki tujuan untuk m

Dorong Milenial Investasi, SGE Gelar Festival

Berdasarkan data terbaru dari Bursa Efek Indonesia, gen

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi