Governance, Risk Management & Compliance

Genjot Invetor Syariah, Mandiri Sekuritas - BSM Gelar Gathering Pasar Modal

Jumat 4 Maret 2016 15:25:0

Jumlah investor pasar modal syariah terus mengalami pertumbuhan secara signifikan. Jika di 2013 j baru mencapai 803 investor, hingga Desember 2015 telah mencapai 4.908 investor.

JAKARTA, Stabilitas - Sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia, Indonesia merupakan pasar yang sangat besar untuk pengembangan industri keuangan syariah, khususnya di pasar modal. Meskipun perkembangannya relatif baru jika dibandingkan dengan perbankan syariah maupun asuransi syariah, investasi syariah di pasar modal diharapkan dapat meningkat signifikan sejalan dengan pertumbuhan pasar modal Indonesia setiap tahunnya.

Jumlah investor pasar modal syariah terus mengalami pertumbuhan secara signifikan. Jika di 2013 jumlah pemodal pasar modal syariah baru mencapai 803 investor, maka di 2014 telah tumbuh 248% menjadi 2.795 investor. Jumlah tersebut kembali naik 76% menjadi 4.908 investor hingga Desember 2015.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memang terus melakukan serangkaian program yang bertujuan meningkatkan jumlah investor pasar modal syariah. Sejalan dengan itu, beberapa pelaku industri juga berkomitmen mendukung BEI dalam mengenalkan dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai investasi saham berbasis syariah. Salah satunya adalah melalui program “Investor Gathering Saham Syariah” yang diselenggarakan oleh PT Mandiri Sekuritas dan PT Bank Syariah Mandiri (BSM) di BEI hari ini.

Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Abiprayadi Riyanto melihat, kebutuhan masyarakat muslim di Indonesia terhadap investasi di pasar modal yang mengikuti prinsip-prinsip syariah terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hal tersebut dinilai Abiprayadi sangat relevan mengingat besarnya jumlah penduduk muslim yang mencapai 90% dari total populasi di Indonesia.

"Selain itu, pemahaman masyarakat akan pentingnya bermuamalah secara syar'i juga semakin meningkat," ujar Abiprayadi, dalam acara Konferensi Pers Investor Gathering Saham Syariah Mandiri Sekuritas dan BSM di BEI, Jumat (4/3).

Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Dewan Syariah Nasional (DSN) telah mengeluarkan fatwa yang mengakomodasi masyarakat untuk dapat berinvestasi saham sesuai syariat Islam. Aturan tersebut ditetapkan melalui Fatwa DSN No. 40/2003 Tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di Bidang Pasar Modal serta Fatwa DSN No. 80/2011 Tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek.

Mandiri Sekuritas sebagai salah satu investment bank terbesar dan Anggota Bursa lokal teraktif di Indonesia, telah menghadirkan layanan berbasis syariah melalui Mandiri Sekuritas Online Trading Syariah (MOST Syariah) untuk memfasilitasi nasabah dalam melakukan transaksi saham yang terdaftar di lndeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Fasilitas ini melengkapi layanan MOST berbasis web yang sudah hadir sebelumnya.

Melalui MOST Syariah, nasabah dapat melakukan transaksi dengan basis dan mekanisme syariah untuk portofolio saham yang terdaftar di ISSI. Saat ini terdapat 318 emiten yang diperdagangkan melalui ISSI dan dapat ditransaksikan menggunakan MOST Syariah.

Perluas Layanan

Sebagai bagian dari Group Bank Mandiri, Mandiri Sekuritas bersama BSM beraliansi memperluas jangkauan layanan investasi saham syariah ke seluruh Indonesia. Abiprayadi mengatakan, strategi ini dilakukan guna mengoptimalkan basis nasabah, jaringan distribusi serta keunggulan layanan kedua perusahaan dengan mereferensikan nasabah BSM untuk menjadi investor saham syariah di Mandiri Sekuritas.

Menurut Abiprayadi, investor ritel merupakan salah satu tumpuan bagi masa depan industri sekuritas di Indonesia. Sebagai gambaran, saat ini Mandiri Sekuritas telah memiliki lebih dari 50 ribu nasabah dengan 84% dari total nasabah tersebut adalah investor berusia produktif atau berusia 18 hingga 45 tahun.

"Kami berharap sinergi ini menjadi langkah awal untuk dapat mendorong pertumbuhan jumlah investor lokal yang akan menjadi penopang utama pasar modal Indonesia di masa depan,” kata Abiprayadi.

Direktur Utama BSM Agus Sudiarto menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari fokus Perusahaan untuk menggarap bisnis ritel, mengintensifkan cash management, serta memperkuat sinergi dengan Grup Bank Mandiri. BSM sendiri merupakan salah satu bank administrator rekening dana nasabah, serta bank syariah pertama yang menyediakan layanan investasi saham syariah melalui Tabungan Saham Syariah (TSS) dan kini Referral Retail Brokerage (RRB).

Layanan tersebut bekerja sama dengan Mandiri Sekuritas untuk memberikan nilai tambah bagi para nasabah utama BSM serta memperluas pilihan masyarakat untuk melakukan diversifikasi aset ke pasar modal. Pada tahun 2013, BSM resmi meluncurkan Layanan Rekening Dana Nasabah (RDN) Syariah dan mengembangkan produknya dengan TSS yang khusus digunakan untuk keperluan penyelesaian transaksi efek.

TSS tersebut dikembangkan demi meningkatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi di pasar modal, khususnya pasar modal syariah di Indonesia. Hingga saat ini, BSM telah membuka 6 outlet RDN, yakni 5 kantor cabang di Jakarta dan 1 kantor cabang di Bandung. Jumlah investor yang berinvestasi melalui TSS mencapai 2.256 nasabah.

“Kami optimis dapat menambah sebanyak 1.000 investor saham dengan menambah 7 outlet di Jakarta dan 3 outlet masing-masing di Medan, Surabaya dan Makassar,” kata Agus.

Literasi Pasar Modal

Direktur Pengembangan BEI, Nicky Hogan memandang positif kegiatan Investor Gathering Saham Syariah Mandiri Sekuritas dan BSM ini dan berharap kegiatan yang sama akan diikuti oleh perusahaan korporasi lain. Dukungan dari Mandiri Sekuritas dan BSM ini merupakan bagian dari program  Kampanye “Yuk Nabung Saham BEI” yang telah diluncurkan oleh BEI sejak November 2015.

"Ke depannya, kami juga akan mengajak stakeholders lain untuk bersama-sama melakukan sosialisasi dan edukasi agar tingkat literasi masyarakat mengenai pasar modal, khususnya pasar modal syariah dapat terus meningkat sehingga dapat menambah jumlah investor domestik di pasar modal Indonesia," jelas Nicky.  

Saat ini terdapat sembilan anggota bursa (AB) atau perusahaan sekuritas yang telah memiliki sistem online trading syariah (SOTS), serta dua bank syariah yang menjadi bank administrator rekening dana nasabah.

Ada Insiden Balkon BEI Ambruk, Perdagangan Saham di BEI Tetap Berjalan Normal

Mon, 15 Jan 2018 - “Proses transaksi dan setelmen transaksi berjalan normal. Tidak ada gangguan listrik dan jaringan. Sistem JATS, E-CLEARS dan C-BEST berjalan normal...”

BI Buka Kantor Perwakilan di Beijing

Mon, 15 Jan 2018 - Keberadaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Beijing diharapkan dapat semakin mengoptimalkan hubungan ekonomi dan keuangan kedua negara

Efisiensi, OJK Akan Terapkan Sistem E-Registration di Pasar Modal

Thu, 18 May 2017 - Dengan penerapan pendaftaran elektronik ini, penyampaian pernyataan pendaftaran akan lebih mudah, cepat dan efisien

Bidik  Pertumbuhan KPR 13%, BSM Gandeng Ciputra Group

Wed, 12 Apr 2017 - BSM membidik pertumbuhan 13% karena potensi pembiayaan rumah cukup besar mengingat masih banyak masyarakat yang belum memiliki rumah

OJK Dorong Industri di Daerah Manfaatkan Pembiayaan Pasar Modal

Tue, 11 Apr 2017 - Saat ini sumber pendanaan masih menjadi kendala dalam pengembangan usaha, sehingga diperlukan upaya mencari alternatif pembiayaan seperti dari pasar modal

BEI Sediakan Insentif Bagi Emiten Baru

Tue, 03 Jan 2017 - "Kuncinya, pertama bagaimana menambah jumlah emiten, dan memudahkan aksesnya, kami percaya di atas 30. yang kedua adalah memperkuat broker, menambah produknya..."



Non Bank

Dongkrak Soliditas, Askrindo Grup Kumpulkan Anak Usaha

PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) mengumpulkan ti

Jamkrindo dan LPDB KUMKM Kerjasama Pembiayaan Syariah ke Koperasi dan UMKM

Perum Jamkrindo terus mendukung kegiatan penjaminan bag

tanamduit, Digital Platform Beli Reksa Dana

Di tengah munculnya berbagai digital platform yang memb

Perkoperasian Diharapkan Jadi Materi Kuliah Magister Kenotariatan PTN

“Sekurang-kurangnya peningkatan kualitas koperasi dim

Portofolio

Gandeng China Galaxy Securities, CIMB Awali Bisnis Pialang Saham di Asia

Usaha patungan berpeluang tumbuh untuk mendukung aktivi

Menkeu Berharap Pemda Manfaatkan Investasi untuk Bangun Daerah

Menkeu mencontohkan daerah Halmahera Utara dan Tabanan

Masyarakat Indonesia Mulai Minati Cryptocurrency

puluhan ribu masyarakat Indonesia diklaim telah mulai t

Tradisi ‘Bendera Putih’ BEI

Lagi-lagi PT Bursa Efek Indonesia merevisi targetnya. K

Interview

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Profesional Indonesia Berpotensi Pindah Negara

Pasar bebas ASEAN yang berlaku efektif awal tahun 2016

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi