Governance, Risk Management & Compliance

Go Regional, Paytren Resmi Gandeng Grab

Kamis 14 Desember 2017 3:44:0

Perusahaan penyedia aplikasi layanan transaksi dan pembayaran, Paytren, baru saja menandatangani kerjasama dengan salah satu penyedia layanan transportasi daring, Grab Indonesia.

JAKARTA-Perusahaan penyedia aplikasi layanan transaksi dan pembayaran, Paytren, baru saja menandatangani kerjasama dengan salah satu penyedia layanan transportasi daring, Grab Indonesia. Melalui kerjasama tersebut, mulai Januari 2018 mendatang proses rekrutmen mitra pengemudi Grab akan bisa dilayani melalui aplikasi Paytren. Sebaliknya, para mitra Paytren juga bisa memanfaatkan peluang bisnis sebagai penjual berbagai produk yang ditawarkan oleh anak usaha Grab, yaitu Kudo. Menurut founder sekaligus pemilik Paytren, Ustadz Yusuf Mansyur kerjasama ini sengaja dijalin untuk memperkuat sistem teknologi dan juga keamanan Paytren dalam bertransaksi. Selain itu dengan menggandeng Grab yang notabene merupakan pemain regional, Paytren pun ingin bisnisnya juga turut go Asia Tenggara. “Intinya ini adalah sebuah kesepahaman untuk dapat tumbuh bersama-sama antara Paytren dan Grab. Dan tentunya muara dari semua ini adalah pemberdayaan masyarakat kecil, kelas mikro yang selama ini nggak punya akses barang, akses pembeli, ayo kita semua bahu-membahu untuk kemajuan bersama,” ujar Yusuf Mansur, usai penandatanganan kerjasama, di Jakarta, Rabu (13/12).

Dengan kerjasama ini, menurut pria yang akrab disapa YM ini, Paytren dan Grab bakal terus-menerus berdiskusi dan berkoordinasi untuk dapat semakin memperluas cakupan kinerja bisnis yang bisa dikerjasamakan. Salah satu ide yang telah ada dalam benak Ustadz YM adalah dengan memasukkan layanan top up GrabPay dalam daftar transaksi yang bisa dilayani lewat aplikasi Paytren. “Bahkan kalau perlu, kan Paytren punya perusahaan aset manajemen tuh. Jadi bisa saja ke depan kalau mau beli reksadana kita (milik Paytren Asset Management), nggak usah repot-repot lagi. Bisa beli reksadana sambil naik Grab. Kan cakep tuh,” tutur YM.



Non Bank

Bhinneka Life Kenalkan Asuransi pada Petani Tasikmalaya

“Dalam tiga tahun ke depan, kita akan memberikan eduk

Dorong Profesionalisme, AAJI Berharap 50% Agen Asuransi Jiwa Masuk MDRT

Kendati anggota MDRT Indonesia masih sekira 1 persen da

"The Gade Clean and Gold" Menukar Sampah menjadi Tabungan Emas

Masyarakat bisa menjual sampah dan hasil penjualannya b

PEFINDO Biro Kredit dan Trimegah Sekuritas Resmikan Perjanjian Keanggotaan

“Kami menyambut baik bergabungnya Trimegah Sekuritas

Portofolio

Ini 57 Entitas Yang Aktivitasnya Dilarang Satgas Waspada Investasi OJK

Imbauan ini dikeluarkan mengingat entitas tersebut tida

Gandeng China Galaxy Securities, CIMB Awali Bisnis Pialang Saham di Asia

Usaha patungan berpeluang tumbuh untuk mendukung aktivi

Menkeu Berharap Pemda Manfaatkan Investasi untuk Bangun Daerah

Menkeu mencontohkan daerah Halmahera Utara dan Tabanan

Masyarakat Indonesia Mulai Minati Cryptocurrency

puluhan ribu masyarakat Indonesia diklaim telah mulai t

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi