Governance, Risk Management & Compliance

Riset HSBC: Baru 30 Persen Orang Indonesia Sadar Investasi

Selasa 12 Februari 2019 15:33:0

Penelitian HSBC menunjukkan masih banyak orang Indonesia yang ingin memiliki kehidupan pensiun yang nyaman namun belum memiliki perencanaan keuangan yang mapan. Beberapa di antaranya bahkan mengharapkan uang yang bersumber dari anak.

JAKARTA, Stabilitas— Survey HSBC yang bertajuk Future of Retirement Bridging the Gap menunjukkan 68 peren responden yang menginginkan masa tua yang nyaman, sementara hanya 30 persen yang telah sadar dan tergerak untuk mulai berinvestasi untuk masa pensiun.

Berdasarkan hasil survey, sebanyak 86 persen khawatir akan dapat hidup dengan nyaman dan mandiri secara finansial, 83 persen khawatir akan meningkatnya kebutuhan biaya kesehatan, dan 77 persen khawatir akan kehabisan dana pensiun. 

Head of Wealth Management PT Bank HSBC Indonesia Steven Suryana mengatakan, masa pensiun merupakan saat seseorang idealnya menikmati masa istirahat bersama keluarga setelah bertahun-tahun bekerja, namun hal ini harus direncanakan dengan matang sedari dini.

"Sayangnya kesadaran ini biasanya timbul saat sudah mendekati masa pensiun,"kata Steven di On Three, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Dirinya menambahkan, meskipun telah memiliki penghasilan tetap, sebanyak sembilan dari 10 orang menyatakan kekhawatiran mereka terhadap biaya di masa pensiun. Oleh karena itu, lanjutnya, survei ini menunjukkan bahwa 2/3 responden usia kerja menyatakan akan tetap lanjut bekerja setalah pensiun.

Untuk pekerjaan setelah pensiun, 54 persen dari responden ingin memulai berwirausaha saat pensiun, sedangkan sisanya memilih untuk mengandalkan kebutuhan sehari-hari dari hasil tabungan sebanyak 29 persen, kembali mencari pekerjaan 25 persen, serta membangun kos-kosan atau menyewakan rumah 19 persen.

"Yang juga mengkhawatirkan adalah lebih dari 3/4 responden usia kerja mengharapkan anaknya akan membantu mereka di masa pensiun, sedangkan kenyataannya saat ini hanya kurang dari 1/3 responden usia pensiun menerima bantuan dari anaknya," lanjutnya.

Sementara itu, beberapa sumber dana lain yang diharapkan menopang masa pensiun seperti tunjangan dari tempat kerja, atau tabungan akan semakin berkurang seiring dengan bertambah tua usia.

Steven juga menjelaskan pentingnya untuk kita mem-visualisasikan masa pensiun kelak sejak sekarang. Dengan memiliki visi masa pensiun yang jelas, bersama mitra keuangan yang tepat, persiapan pensiun dapat dilakukan dengan efektif, menggunakan beragam instrumen yang sesuai dengan profil risiko yang kita miliki.

"Kesadaran akan kebutuhan realistis di hari tua dapat memulai percakapan yang penting untuk perencanaan pensiun. Yang pasti, semakin dini kita mempersiapkan diri, semakin bisa kita mewujudkan mimpi menjadi crazy rich retiree di Indonesia," kata Steven.

Future of Retirement merupakan studi yang dilaksanakan oleh HSBC global terhadap 17.405 orang di 16 negara. Di Indonesia, survei ini direspon oleh 1.050 responden yang terdiri dari mereka yang usia produktif dan pensiun.

HSBC Gandeng British Council agar Lulusan SMK Siap Kerja

Mon, 12 Aug 2019 - Program ini dikhususkan kepada lulusan SMK dengan mengembangkan kemampuan lulusan agar siap memasuki dunia kerja.

Putera Sampoerna Foundationdan & HSBC Gelar Pelatihan UMKM di Bogor

Fri, 04 Mar 2016 - Bersama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) menggelar sebuah pelatihan berkelanjutan untuk memperdalam pemahaman dasar di bidang keuangan dan finansial.



Non Bank

Adira Insurance Buka Kantor Perwakilan di Pusat Perbelanjaan

Keberadaan kantor representatif Adira Insurance ingin m

Gandeng Ralali.com, ASM Maksimalkan E Commerce

Secara korporasi, kerjasama dengan Ralali.com ini juga

Koperasi Obor Mas Melakukan Spin Off dan Membentuk Holding

Spin off dilakukan untuk mengembangkan usaha koperasi k

Merchant Cashlez Terima Pembayaran dengan GoPay

Lebih dari 6.000 Merchant Cashlez Bisa Terima Pembayara

Portofolio

Tamasia Targetkan Jual 150 Kg Emas

CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan

Unilever Raup Laba Rp21,5Triliun

Penjualan di pasar domestik mendominasi pendapatan bers

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi