Governance, Risk Management & Compliance

Pasar Modal Tumbuh Positif di Tengah Ketidakpastian Global

Senin 12 Agustus 2019 9:29:0

Perlambatan ekonomi global ini masih akan mewarnai perkembangan ekonomi domestik dan juga tentunya kinerja pasar modal kita ke depan.

JAKARTA, Stabilitas - Ditengah tingginya ketidakpastian perekonomian global, namun pasar saham Indonesia masih mencatatkan kinerja positif.

Menurut Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, kondisi tersebut tentunya ditopang oleh kondisi ekonomi makro yang masih solid dengan pertumbuhan ekonomi dapat dijaga di atas 5 persen, inflasi terjaga rendah per Juli 3,32 persen (yoy), dan cadangan devisa kita juga terus tumbuh per Juli 125,9 miliar dollar Amerika Serikat sejalan masuknya dana investor asing.

"Sampai dengan akhir minggu lalu kita melihat, net buy investor asing di pasar saham cukup besar mencapai Rp64,9 triliun ytd dan dipasar SBN sebesar Rp113,4 triliun ytd," ujar Wimboh pada "Peringatan 42 Tahun Diaktifkannya Pasar Modal Indonesia", di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (12/8).

Meskipun penghimpunan dana di pasar modal menggembirakan, lanjutnya, namun tantangan masih besar baik dari global maupun domestik. "Proyeksi perlambatan ekonomi global semakin nyata, berbagai negara melakukan rate cut suku bunga acuannya, termasuk Indonesia

Kita semua harus merespons dinamika ini dengan cepat dan tepat," ucapnya.

Selain itu, kata Wimboh, sampai dengan akhir minggu lalu, penghimpunan dana dari pasar modal cukup menggembirakan, mencapai Rp109,2 triliun dengan emiten baru tercatat sebanyak 29 perusahaan. Sedangkan total dana kelolaan investasi mencapai Rp802,4 triliun atau tumbuh 7,2 persen ytd.

"Namun demikian, kita jangan terlena karena kondisi perekonomian global diperkirakan belum akan membaik. Tensi trade war antara Amerika dan Tiongkok diperkirakan masih berlanjut dan bahkan sudah mengarah ke currency war," pesan mantan Direktur Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) ini.

Wimboh menyebut, kondisi tersebut mengakibatkan prediksi perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang diperkirakan berbagai Lembaga internasional menjadi semakin nyata dan memberikan tekanan pada perdagangan internasional.

Menurutnya, berbagai negara telah menyadari hal ini dan merespon dengan lebih agresif menurunkan suku bunga acuannya, seperti akhir-akhir ini yang dilakukan oleh India yang menurunkan 35bps, lebih besar dari perkiaraan.

Kemudian, New zaeland menurunkan suku bunga acuannya menjadi yang terendah sepanjang sejarah. Ada pula Thailand diluar perkiraan menurunkan suku bunga acuannya. Begitu juga Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuannya dan juga melonggarkan Giro Wajib Minumumnya.

"Hal ini mengindikasikan tantangan dari perlambatan ekonomi global ini masih akan mewarnai perkembangan ekonomi domestik dan juga tentunya kinerja pasar modal kita ke depan. Untuk itu, Kita semua harus merespons dinamika ini dengan cepat dan tepat," tegas Wimboh.

 

Strategi IKNB Hadapi Tantangan Berat Tahun Depan

Thu, 28 Nov 2019 - Begitu juga dengan asuransi. Unit link diprediksi akan tetap mendominasi. Seperti pada tahun sebelumnya, menguasai pasar hingga 47 persen dari total premi asuransi jiwa.

Kembangkan Bisnis, ATIC Akuisisi Tiga Perusahaan Fintech

Thu, 28 Nov 2019 - Setidaknya tiga perusahaan fintech telah diakuisisi ATIC dengan nilai investasi mencapai Rp50 miliar.

RUPSLB UNVR Sepakati Pergantian Direksi

Wed, 20 Nov 2019 - Stock split menjadikan harga saham perusahaan lebih terjangkau oleh investor retail.

Triwulan III 2019, Laba Bersih Tugu Insurance Naik 174%

Fri, 15 Nov 2019 - Di tengah tantangan ketidakpastian ekonomi global, Tugu Insurance berhasil mempertahankan peringkat Global Rating A- (Excellent) dari A.M. Best, yang merupakan lembaga pemeringkat global di bidang perasuransian.

OJK Cabut Izin BPRS Hareukat Banda Aceh

Fri, 11 Oct 2019 - OJK menghimbau nasabah PT BPRS Hareukat agar tetap tenang karena dana masyarakat di perbankan termasuk BPRS dijamin LPS sesuai ketentuan yang berlaku.

Melantai Perdana, Saham PURE Ramai Diburu Investor

Wed, 09 Oct 2019 - Proses pencatatan saham ini sendiri merupakan akhir dari proses penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) yang dilakukan perusahaan, dengan melepas 333,33 juta sahamnya ke publik.



Non Bank

Strategi IKNB Hadapi Tantangan Berat Tahun Depan

Begitu juga dengan asuransi. Unit link diprediksi akan

Aset CNAF Tembus Rp3,3 Triliun pada Sembilan Bulan Pertama 2019

Penyaluran pembiayaan CNAF sebesar Rp2,45 triliun per 3

Allianz Indonesia Lakukan Berbagai Automasi Digital

Hal ini merupakan langkah Allianz Indonesia untuk mempe

CIMB Niaga dan BPJPH Sinergi Dukung Industri Halal

Kerja sama CIMB Niaga melalui Unit Usaha Syariah (UUS)

Portofolio

Tamasia Targetkan Jual 150 Kg Emas

CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan

Unilever Raup Laba Rp21,5Triliun

Penjualan di pasar domestik mendominasi pendapatan bers

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi