Governance, Risk Management & Compliance

Ikhtiar Kuasai Pasar, Ummat Islam Luncurkan Koperasi Syariah 212

Jumat 6 Januari 2017 13:47:0

Sentralisasi gerakan ekonomi ummat 212 penting dilakukan untuk mewujudkan masalah yang lebih besar.

Bogor, Stabilitas—Ratusan Ummat Islam yang tergabung dalam Koperasi Syariah 212 dari berbagai daerah di Indonesia meluncurkan Koperasi Syariah 212, di Bogor, (6/1). Peluncuran koperasi ini dilatarbelakangi oleh keinginan yang kuat untuk menjadikan ummat Islam sebagai ummat yang mandiri dari segi ekonomi. Berbagai kalangan di berbagai daerah mencoba untuk membuat unit-unit ekonomi mulai dari koperasi, lembaga keuangan, dan minimarket yang berlabelkan 212.

Berawal dari momentum kebangkitan ummat Islam pada Aksi Damai 212 Desember lalu, semangat ini merambat kepada spektrum ekonomi, sayangnya semangat ini bergerak secara parsial dan masing-masing atau tidak terkoordinir. Pengamat Ekonomi Syariah sekaligus Rektor STEI Tazkia, Syafi’i Antonio dalam sambutan peluncuran Koperasi 212 mengatakan bila ini dibiarkan maka potensi ummat yang demikian besar tidak dapat dimaksimalkan dengan baik.

“Sentralisasi gerakan ekonomi ummat 212 penting dilakukan untuk mewujudkan maslahah yang lebih besar,”tutur Antonio.

Antonio melanjutkan bahwa gerakan ekonomi 212 ini mesti dikelola dengan baik, terpusat, transparan, akuntabel, dan professional. “Semangat aksi bela Islam 212 tidak boleh berhenti hanya pada gerakan saja, namun semangatnya mesti disalurkan pada gerakan-gerakan kolektif ummat Islam,”katanya.

Ide koperasi syariah 212 ini sendiri dimulai dari lontaran ide Eka Gumelar di Sosial Media yang ditanggapi langsung oleh masyarakat sehingga menjadi gerakan nyata atas dasar kepedulian ummat untuk kesejahteraan bersama.

“Latar belakangnya adalah karena adanya momentum ummat setelah Aksi Bela Islam III pada 2 Desember 2016 lalu. Menurut saya semangat keguyuban ini dan persatuan ummat yang tampak dalam aksi tersebut jangan sampai terputus begitu saja, semangat itu justru harus dipublikasikan lagi untuk kebutuhan ummat yang sebenarnya,”jelas Penggagas Koperasi 212, Eka Gumelar.

Dalam peluncuran ini hadir para ulama, tokoh agama diantaranya Ketua Majelis Ulama Indonesia, K.H Ma’ruf Amin; Wakil Ketua Pertimbangan MUI, Prof. Didin Hafiduddin; Ustadz Arifin Ilham; Ekonom, Dr. Muhammad Syafii Antonio serta elemen gerakan Aksi Bela Islam III 212 termasuk di dalamnya eksponen Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI yaitu Ketua Dewan Pembina GNPF MUI, Habib Rizieq Shihab dan Ketua GNPF MUI, Ustadz Bachtiar Natsir.

STEI Tazkia sebagai lembaga pendidikan pelopor ekonomi Islam berusaha memberikan kontribusi terbaiknya dalam mendukung gerakan ini salah satunya menjadi tuan rumah Grand Launching Koperasi Syariah 212.

 

Asbisindo Wacanakan Transaksi Syariah pada Produk Bersertifikasi Halal

Mon, 21 Nov 2016 - Sejak 2003 sampai 2014 produsen yang mengajukan sertifikasi produk makanan halal kepada BPOM dan MUI terus meningkat, namun hal tersebut tidak dibarengi dengan manajemen keuangan yang juga halal.



Non Bank

Untuk Kemudahan Nasabah, Sequis Life Luncurkan Aplikasi Polisku

Sequis Polisku yaitu aplikasi mobile dan website untuk

AXA Financial Indonesia Luncurkan Produk Terbaru untuk Wanita Modern

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap penti

Premi BCA Life Tumbuh 46.33% Jadi Rp 471,308 Miliar di 2017

Seiring dengan penambahan produk baru dan pengembangan

OJK Fokuskan Kebijakan Pada Perlindungan Konsumen Fintech

Dengan fokus pada perlindungan konsumen maka pengembang

Portofolio

Ini 57 Entitas Yang Aktivitasnya Dilarang Satgas Waspada Investasi OJK

Imbauan ini dikeluarkan mengingat entitas tersebut tida

Gandeng China Galaxy Securities, CIMB Awali Bisnis Pialang Saham di Asia

Usaha patungan berpeluang tumbuh untuk mendukung aktivi

Menkeu Berharap Pemda Manfaatkan Investasi untuk Bangun Daerah

Menkeu mencontohkan daerah Halmahera Utara dan Tabanan

Masyarakat Indonesia Mulai Minati Cryptocurrency

puluhan ribu masyarakat Indonesia diklaim telah mulai t

Interview

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Profesional Indonesia Berpotensi Pindah Negara

Pasar bebas ASEAN yang berlaku efektif awal tahun 2016

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi