Governance, Risk Management & Compliance

INDEF: Anggaran Meningkat, Kebutuhan Utang Otomatis Meningkat

Selasa 11 Juli 2017 14:51:0

"Katakanlah, lanjut Bhima, hasil lobi di DPR dan realisasi faktual defisit menjadi 2,67 persen, maka surat utang diprediksi akan bertambah hingga Rp 33 triliun hingga Rp 67,3 triliun..."

JAKARTA, Stabilitas-- Untuk mengurangi defisit, apabila belanja tidak dikurangi, opsi lain yang akan semakin membahayakan negara adalah utang yang baru. Meningkatnya defisit anggaran, otomatis mengingkatkan kebutuhan akan utang.

Hal tersebut dijelaskan oleh Ekonom INDEF, Bhima Yudistira Adhinegara dalam keterangan persnya, Selasa (11/7). Katakanlah, lanjut Bhima, hasil lobi di DPR dan realisasi faktual defisit menjadi 2,67 persen, maka surat utang diprediksi akan bertambah hingga Rp 33—67,3 triliun. Predisksi sebelumnya kebutuhan pendanaan utang Rp 400 triliun, kini terancam bengkak menjadi Rp 467,3 Triliun.

“Otomatis dengan penambahan penerbitan SBN, rasio utang terhadap PDB akan mendekati 28—29 persen. Artinya batas aman 30 persen sesuai konsensus internasional bisa terlewati,”terang Bhima.

Menurutnya, Pemerintah bukan tidak mengerti soal konsekuensi ini, hanya saja jalan pintas ini telah menjadi tradisi yang selalu dimaklumi dengan alasan pembiayaan untuk infrastruktur serta peningkatan rating surat utang oleh Standard and Poors. Dalam kurun waktu 2,5 tahun terakhir utang bertambah Rp 1.000 triliun lebih.

Bhima menuturkan dampak jeratan utang ini berimbas pada APBN yang semakin terkuras hanya untuk membiayai cicilan pokok dan bunga yang mencapai Rp 221 triliun pada 2017. Selin itu pemerintah diprediksi akan semakin agresif mencari utang lain untuk menutup utang yang ada.

“Pemerintah akan menerapkan strategi gali lubang tutup lubang menjelang 2019 karena total utang jatuh tempo yang wajib dibayar mencapai Rp 810 triliun,”tandasnya.

Biaya Produksi Tinggi, Petani Tak Kunjung Sejahtera

Thu, 27 Jul 2017 - Sekalipun harga gabah diatas HPP, namun petani tidak kunjung sejahtera seiring dengan meningkatnya biaya produksi di sektor pertanian.

INDEF Pertanyakan Efektivitas Subsidi Input

Thu, 27 Jul 2017 - alokasi subsidi input di sektor pertanian (benih dan pupuk) meningkat drastis selama dua tahun terakhir, bahkan pada APBN 2017 subsidi pupuk mencapai lebih dari Rp 30 Triliun

Peran Perbankan Tidak Optimal, Sektor Riil Merosot

Wed, 19 Jul 2017 - Saat sektor riil menurun, sektor keuangan malah tumbuh.

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

Wed, 19 Jul 2017 - payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung hukum untuk membaginya seperti apa? Mengapa itu harus dibagi? Ini kan menunggu regulasinya dulu

Upah Turun, Petani Jadi Timses Pilkada

Mon, 10 Jul 2017 - Pertanian tidak lagi menarik bagi angkatan muda. Tahun 2012 penduduk yang bekerja di sektor pertanian sebanyak 35,19 persen dari total tenaga kerja, pada 2016 porsinya tinggal 31,74 persen.


Non Bank

Perum Jamkindo Berikan Pendampingan Unit Usaha  Pondok Pesantren

Pelatihan diselenggarakan di Ponpes Al Mizan, Pandeglan

CIMB Niaga Persembahkan Film ‘Banda The Dark Forgotten Trail’

Film ini menuturkan ulang kisah sejarah Kepulauan Banda

Aset Jamkrindo Syariah Tumbuh 135 Persen

Aset JamSyar tumbuh 123 persen bila dibandingkan dengan

Zakat untuk UKM Dikembangkan

Zakat yang ditunaikan Jamkrindo Syariah menambah daftar

Portofolio

Tradisi ‘Bendera Putih’ BEI

Lagi-lagi PT Bursa Efek Indonesia merevisi targetnya. K

Siap Go Private, Saham LAMI Dibuyback Pendirinya

BEI telah mengkonfirmasi bahwa sedikitnya dua emiten te

CIMB dan China Galaxy Jajaki Kerjasama Stockbroking

Dalam usaha patungan tersebut, kedua perusahaan yang te

AAEI Ajak Masyarakat Berinvestasi Saham

AAEI mengajak masyarakat agar tak ragu lagi untuk berin

Interview

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Profesional Indonesia Berpotensi Pindah Negara

Pasar bebas ASEAN yang berlaku efektif awal tahun 2016

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi