Governance, Risk Management & Compliance

Indonesia Halal Watch: Produk Asing Saingi Produk Domestik

Rabu 28 Desember 2016 7:3:0

Jumlah produk UMKM sulit menyaingi jumlah produk impor, kita lihat sekarang justru masyarakat lebih mengenal makanan-makanan impor dibanding produk dalam negeri

Jakarta, Stabilitas—Jumlah penduduk Indonesia yang besar menajadi sasaran empuk bagi pengusaha asing baik perbankan, pangan, jasa, maupun gaya hidup. Jumlah produk impor hampir tidak terhingga jumlahnya bahkan Indonesia Halal Watch (IHW) mencatat jumlah produk lokal tidak sebanding dengan masuknya produk-produk impor. Hal tersebut sangat mengawatirkan eksistensi dan perkembangan produk domestik.

Ekonom Universitas Indonesia, Niken Iwani Surya Putri dalam Diskusi Akhir Tahun “Peran Produk Halal dalam Rangka Memperkuat Daya Saing Ekonomi” menjelaskan bahwa asing memandang Indonesia sebagai permata khatulistiwa. “Asean menggunakan indicator Global Competitiveness Index, melihat Indonesia sebagai pasar nomor satu sebagai target penjualan negara-negara tetangganya,”ujar Niken, di Jakarta, Rabu (28/12).

Niken juga mennjelaskan kini produk lokal besutan UMKM sulit bersaing dengan produk-produk impor. Hal ini terkendala perizinan dan mudahnya proses administrasi impor. “Jumlah produk UMKM sulit menyaingi jumlah produk impor, kita lihat sekarang justru masyarakat lebih mengenal makanan-makanan impor dibanding produk dalam negeri,”katanya.

Kalahnya jumlah produk lokal disebabkan oleh syarat sertifikasi halal yang sulit didapatkan oleh para pengusaha, sedangkan produk asing yang masuk tidak perlu melewati proses verifikasi halal Indonesia. Padahal tidak semua produk impor memenuhi standard halal Indonesia.

“Begitu mudahnya produk asing masuk, asal ada label halalnya boleh masuk, padahal setelah kami lihat mulai dari komposisi, proses penyajian, dan sebagainya itu tidak halal,”lanjut Niken.

Masyarakat sebagai konsumen dihimbau untuk selalu waspada dalam memilih produk khususnya pangan. IHW menilai saat ini masyarakat tidak terlalu peduli dengan kehalalan produk, justru lebih aware pada harga dan merek, dan mengutamakan gengsi dibanding kesehatan.

“Sosialisasi produk halal sepertinya perlu dilakukan kembali, mengingat banyak masyarakat lebih memilih produk berdasar harga daripada halalnya, hal ini juga yang membuat produk dalam negeri semakin merosot jumlahnya, padahal yang mahal belum tentu baik,”kata Niken.

Indonesia Halal Watch mencatat 19 produk asing yang diragukan kehalalannya, dan saat ini juga tercatat baru 46 restoran yang bersertifikat dan menjajakan kuliner halal, sisanya yang kini menjamur dikategorikan sebagai usaha yang “tidak peduli” akan kehalalan, padahal hal tersebut merupakan bagian dari perlindungan konsumen.

“kami mengkaji dan mendatangi beberapa produsen, terdapat 19 produk yang diragukan kehalalannya, dan baru 46 dari ribuan restoran yang bersertifikat halal di Indonesia. Sisanya dimasukan dalam kategori ‘tidak peduli’”tutup Niken.

Wamendag Dorong Pengembangan UMKM di Indonesia

Mon, 18 May 2020 - Kemendag menggandeng Google untuk mengembangkan industri digital di Indonesia, salah satunya di sektor UMKM.

Warung Mitra Bukalapak Salurkan 10 Ribu Paket Sembako

Sat, 16 May 2020 - Bukalapak berharap program ini dapat menjadi salah satu kontribusi yang manfaatnya langsung bisa dirasakan pelaku UMKM

Ini Jurus UMKM Bertahan Hadapi Tsunami Covid - 19

Wed, 06 May 2020 - Covid-19 secara tidak langsung telah sanggup menurunkan angka penjualan akibat berkurangnya pelanggan, kesulitan pasokan bahan baku, menurunnya laba yang diperoleh, atau malah menderita kerugian.

Kemenperin Jaga Pasar Ekspor Ikm Furnitur dan Kerajinan

Thu, 16 Apr 2020 - Salah satu sektor yang punya orientasi ekspor dan masih berpotensi memiliki ceruk yang besar, yakni IKM furnitur dan kerajinan.

Layanan Ekspor-Impor di Pelabuhan Tanjung Priok Tetap Jalan

Thu, 02 Apr 2020 - Manajemen PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC memastikan lalu-lintas ekspor dan impor di Pelabuhan Tanjung Priok masih berlangsung normal.

Arus Peti Kemas di Priok Turun 5,13% Akibat Wabah Covid19

Thu, 26 Mar 2020 - Sebelumnya, IPC menargetkan arus peti kemas tahun 2020 sebesar 8,1 juta TEUs.



Non Bank

Allianz Life Indonesia Perkenalkan Asuransi Jiwa Unit Link Terbaru

Sampai 2019 produk asuransi jiwa unitlink masih mendomi

MTF Beri Restrukturisasi Rp 5 Triliun bagi Pelanggan Terdampak Covid-19

Mandiri Tunas Finance menyalurkan 11.000 Paket Sembako

Menkeu Jelaskan Latar Belakang Perppu Nomor 1 Tahun 2020

Sri Mulyani menjelaskan, Perppu dikeluarkan untuk bisa

Portofolio

Berharap Pada Prospek Saham BUMN

Saham-saham Bank BUMN seperti BRI, Mandiri, BNI dan BTN

Mandiri Sekuritas Permudah Proses Pembukaan Rekening Efek

Mandiri Sekuritas mendorong masyarakat berinvestasi di

Kemenkeu Terbitkan SUN dengan Tenor 50 Tahun

SUN tersebut diterbitkan guna memenuhi kebutuhan pembia

Segera Diluncurkan, Kupon SBR-009 Sebesar 6.3 Persen

Instrumen Savings Bond Ritel seri SBR009 sebagai instru

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi