Governance, Risk Management & Compliance

OCBC Siap Geluti Wealth Management

Senin 15 Juli 2019 22:19:0

Perkembangan teknologi digital mengharuskan bank-bank melakukan perubahan besar dalam berbagai hal, termasuk operasinya. Presiden Direktur Bank OCBS NISP Parwati Surjaudaja mengatakan, digitalisasi perbankan membuat berbagai hal menjadi terbalik.

JAKARTA, STabilitas– Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis dan menantang di depan, pemerintah dan pelaku industri optimis industri keuangan Indonesia akan terus tumbuh positif. Hal tersebut dipaparkan dalam acara Bank OCBC NISP Coffee Morning Talk yang bertema "Sinergi, Kunci Penting Bangun Industri Keuangan Kompetitif" di Plataran Menteng, Jakarta (15/72019).

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif merupakan momentum bersama yang harus dimanfaatkan untuk terus mengakselerasi industri keuangan Indonesia. Industri perbankan nasional pada tahun 2018 bertumbuh sebesar 9,2 persen dari sisi aset, 11,8 persen dari sisi kredit dan 6,4 persen dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK)."kata Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja.

Bahkan, menurut kajian IMF, lanjutnya, menunjukkan bahwa Indonesia berpeluang menempati peringkat enam dunia sebagai Negara dengan ekonomi terbesar pada tahun 2023 dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dapat mencapai 5,4 persen.

 

"Pada tahun 2020 diperkirakan masyarakat kelas menengah akan mencapai 141 juta orang atau menguasai 53 persen dari total populasi."imbuhnya.

Parwati melanjutkan, perubahan besar ini akan menjadi bonus demografi dari populasi Indonesia untuk mendukung pertumbuhan industri keuangan di Indonesia. Ditambah dengan perkembangan digitalisasi yang mendorong transparansi informasi dan akses yang semakin luas untuk mendapatkan pilihan portofolio keuangan yang bervariasi, tidak hanya di pasar lokal melainkan juga hingga pasar global.

"Fenomena tersebut, di era transparansi perpajakan saat ini, harus menjadi catatan penting bagi semua pemangku kepentingan untuk segera mengambil langkah strategis dalam memperkuat sekaligus memperbesar pangsa pasar investasi di Indonesia. Kami mencatat beberapa isu strategis yang menjadi perhatian bersama dalam menjadikan industri keuangan Indonesia lebih kompetitif untuk menjembatani gap antara kebutuhan masyarakat yang berkembang dengan ketersediaan produk, yakni stabilitas, kepastian hukum, sinergi kebijakan dan yang terpenting adalah penyediaan solusi keuangan yang terintegrasi."ujarnya. 

Lebih jauh Parwati mengungkapkan, solusi keuangan terintegrasi yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah yang terus berkembang menjadi kunci utama dalam meningkatkan competitive advantages dari industri keuangan Indonesia. Dengan solusi keuangan yang terintegrasi, industri keuangan Indonesia akan mampu memberikan solusi yang lengkap bagi nasabah untuk melakukan investasi di Indonesia.

"Jika Indonesia mampu menyediakan layanan satu pintu untuk berbagai produk investasi, hal tersebut akan menjadi salah satu keunggulan karena memfasilitasi nasabah dengan kemudahan dan kenyamanan dalam memilih dan mengelola investasinya," tambah Parwati. 

Memanfaatkan momentum ini, Bank OCBC NISP telah mempersiapkan diri dalam memberikan layanan wealth management yang memungkinkan nasabah untuk terus mengembangkan aset dan likuiditasnya dengan berbagai produk-produk yang sesuai. Bank OCBC NISP memiliki aspirasi untuk turut membangun industri keuangan Indonesia lebih kompetitif dan memiliki daya saing dengan pasar global lainnya, dengan berbagai inisiatif sebagai berikut:

"Bank OCBC NISP memiliki solusi produk wealth untuk berbagai kalangan, mulai dari nasabah Premier Banking sampai dengan nasabah yang membutuhkan solusi keuangan yang kompleks dengan layanan Private Banking."paparnya.

Data EY – 2019 Global Wealth Management Research Report menunjukkan bahwa 44 persen Gen X dan 39 persen generasi millenial sudah mengunakan fintech. Tingginya penetrasi digital ini ditangkap oleh Bank OCBC NISP dengan menghadirkan aplikasi ONe Mobile. Nasabah tidak hanya difasilitasi dengan kemudahan transaksi perbankan, tetapi juga dalam hal pengelolaan kekayaan melalui aplikasi ini. Pengguna ONe Mobile dapat membeli produk-produk investasi mulai dari deposito, reksadana, dan obligasi. Nasabah juga dapat memantau perkembangan investasinya dengan mudah melalui fitur "Investment Portfolio" yang terdapat pada aplikasi ONe Mobile.

"Indonesia sedang berada pada momentum pertumbuhan perekonomian yang positif dengan stabilitas perekonomian, bonus demografi yang akan berada pada puncaknya pada tahun 2020 serta potensi investasi keuangan yang cukup besar. Mari kita bersama-sama memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk mencari solusi dan menjawab isu-isu strategis untuk menjadikan pasar Indonesia sebagai salah satu pasar yang menarik bagi investor lokal mapun global. Tidak Ada Yang Tidak Bisa jika kita bersama menggali berbagai kesempatan untuk terus mengembangkan dan memperbesar industri keuangan Indonesia," tutup Parwati.



Non Bank

CIMB Niaga dan BPJPH Sinergi Dukung Industri Halal

Kerja sama CIMB Niaga melalui Unit Usaha Syariah (UUS)

Digibank Jadi Mitra Distribusi Obligasi Ritel Indonesia

ORI016 adalah salah satu instrumen SBN yang ditawarkan

Fintech Do-It dan AIQQON Jalin Kerja Sama Strategis

Kerja sama ini menargetkan jutaan UMKM Go Digital.

Modalku & Hipmi Jaya Bagikan Kiat Melancarkan Arus Kas Bisnis

Proses Invoice Financing yang cepat menjadikan pinjaman

Portofolio

Tamasia Targetkan Jual 150 Kg Emas

CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan

Unilever Raup Laba Rp21,5Triliun

Penjualan di pasar domestik mendominasi pendapatan bers

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi