Governance, Risk Management & Compliance

Inovasi Gadai Emas “Zaman Now”

Rabu 7 Maret 2018 18:29:0

Tidak mau tergilas zaman, Pegadaian berbenah dan meluncurkan aplikasi online untuk bisnis gadai emas serta inovasi lainnya. 

Oleh Romualdus San Udika

Praktik financial technology kini juga telah merambah ke lembaga keuangan non bank, setelah berhasil mem-preteli jasa keuangan dari bank dengan maraknya layanan lewat aplikasi. Tak mau ketinggalan dan akhirnya termakan zaman, lembaga pergadaian terkemuka nasional mulai berbenah dengan mengembangkan aplikasi daring untuk memudahkan layanannya.

Aplikasi tersebut, akan memudahkan orang yang ingin menggadaikan barangnya ke Pegadaian lebih mudah dan efisien. "Orang yang mau tanya ke Pegadaian tidak perlu datang ke kantor atau telepon, cukup dengan aplikasi," kata Sunarso, Direktur Utama Pegadaian baru-baru ini.

Sunarso menceritakan, nantinya dengan aplikasi ini masyarakat yang ingin menggadaikan hanya tinggal memilih dan menekan tombol di aplikasi tersebut. Layanan gadai ‘on demand’ tersebut mempercepat proses gadai yang diajukan nasabah. Dalam aplikasi tersebut, nasabah bisa langsung memasukan jumlah barang dan alamat dirinya.

Selanjutnya, pegawai Pegadaian dari kantor terdekat akan menyambangi nasabah dengan membawa serta alat tes dan timbangan. Usai diperiksa, petugas akan menentukan harga yang nanti lansung ditransfer ke rekening nasabah. “Mudah sekali, ini transaksi 'zaman now'," imbuh mantan wakil direktur utama BRI ini.

Menghadirkan electronicchanneldalam layanannya menjadi sebuah inovasi baru bagi bisnis gadai, meski bukanlah yang pertama dilakukan. Karena sebelumnya ada layanan dari Pinjam.co.id, platform online untuk mendapatkan dana cepat dengan taksiran tinggi dan kredibel. Layanan ini pada Oktober lalu menggandeng Columbia Cash & Credit, sebuah perusahaan penyedia barang-barang kebutuhan rumah tangga, sebagai salah satu mitra strategis.

Kerja sama tersebut menghasilkan Layanan Gadai Emas Pinjam.co.id yang dapat ditemui di gerai Columbia Cash & Credit yang ditujukan bagi nasabah yang ingin mendapatkan dana cepat dengan sisitem gadai.

Teguh Ariwibowo, Co-Founder dan Chief Executive Officer Pinjam.co.id menyampaikan, layanan Gadai Emas merupakan implementasi kemitraan dari model bisnis kolaborasi dan ekonomi berbagi dalam rangka terus menambah jaringan layanan nasabah Pinjam.co.id untuk mendekatkan diri kepada nasabah.

“Melalui jaringan Columbia yang cukup luas, dengan adanya layanan Gadai Emas ini, nasabah Columbia bisa mendapatkan nilai tambah yang dapat membantu kebutuhan mereka. Terlebih lagi, profil nasabah kami dan Columbia cenderung sama,” paparnya medio Nember 2017 lalu.

Bahkan layanan gadai emas secara online sendiri sudah dilakukan oleh Pinjam.co.id sejak berdirinya tahun 2015 dan mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan setahun kemudian. Dan mulai akhir tahun lalu sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di puluhan gerai Columbia.

Masyarakat dapat langsung mendapatkan layanan gadai emas lewat Pinjam.co.id ketika mendatangi gerai Columbia Cash & Credit. Di sana nasabah bisa menemui penaksir id yang akan langsung melakukan penaksiran terhadap emas yang dimiliki pegadai. Proses tersebut bisa mencairkan dana hanya dalam waktu 30 menit.

Jika pada Pinjam.co.id nasabah harus mendatangi gerai Columbia Cash & Credit terlebih dulu untuk mendapatkan pinjaman lewat gadai emas, dengan aplikasi Pegadaian, nasabah bisa mengajukan dari rumah, dan petugas Pegadaian yang mendatanginya.Dengan demikian, pertarungan meraih ceruk pasar gadai online akan ditentukan oleh nasabah. Nasabah yang akan menilai, layanan mana yang efektif.

Faika Aulia, seorang nasabah Gadai Pinjam Columbia menyatakan bahwa dirinya terbantu dengan adanya layanan emas tersebut. Menurutnya, di samping proses gadai yang mudah dan cepat, Faika juga mendapatkan taksiran harga yang tinggi. "Gadai Emas ini sekarang menjadi salah satu alternatif saya untuk mendapatkan dana cepat untuk kebutuhan pribadi saya, tinggal datang ke gerai Columbia terdekat,” ungkap dia.

Sejak diluncurkan pada Desember 2015, melalui layanannya, yaitu Gadai dan Pinjaman Usaha, hingga akhir tahun 2016 Pinjam.co.id telah membantu 2.000 nasabah dan mempunyai 30.000 anggota, khususnya para pelaku UMKM. Pinjam.co.id menyediakan taksiran online realtime 24 jam yang dapat membantu pelanggan untuk mengetahui estimasi harga dari kolateral atau barang jaminan gadai, dengan memilih jangka waktu pembiayaan yang fleksibel mulai dari 1 sampai 16 minggu.

Jaringan & Agen

Bisa jadi karena besarnya kue bisnis gadai itulah maka Pegadaian mengembangkan bisnisnya berbasis aplikasi. Bahkan tidak cukup dengan itu saja, Pegadaian juga terus memperluas jaringan dengan meningkatkan konsep keagenan. Sekedar informasi, saat ini jumlah kantor cabang Pegadaian di seluruh Indonesia telah mencapai 4.319 outlet.

Sunarso menyebutkan, agen akan menjadi kepanjangan tangan dari Pegadaian untuk menjangkau wilayah yang belum ter-cover. Menurut dia, keagenan juga akan disesuaikan dengan produk yang akan dipasarkan. Misalnya, untuk produk gadai emas, maka Pegadaian akan membuka agen di toko emas. "Terus mau perluas gadai elektronik seperti handphone ya kita buka di toko elektronik dan counter handphone, kita akan perluas ke sana," ujarnya.

Kemudian, setelah perluasan jaringan, Pegadaian juga terus meningkatkan variasi produk, jadi tidak hanya gadai yang akan diandalkan. Misalnya penambahan produk berjenis kredit, menurut Sunarso hal tersebut sangat diperlukan. Karena saat ini saingan Pegadaian tidak hanya perusahaan gadai saja, tapi juga perusahaan keuangan non bank. “Karena itu Pegadaian harus mampu mengembangan produk dengan infrastruktur yang cukup, kompetensi perusahaan dan bagaimana people dalam hal ini karyawan, hingga risk management kami siapkan," pungkas dia.

Nah, jika strategi tersebut sudah dilakukan, Pegadaian akan datang ke masyarakat dengan produk yang lebih variatif, mulai dari gadai dan non gadai. Menurut Sunarso, kedua strategi tersebut telah dimasukan dalam cetak biru Pegadaian yang saat ini tengah disusun. Tujuannya untuk bertransformasi ke arah digital, yang memang harus didukung dengan mental dan kultural perusahaan.

Nasabah Milenial

Selain pengembangan e-channel melalui mobile apps dan perluasan jaringan, Pegadaian juga memperkuat varian produk dengan target nasabah tertentu. Sejauh ini, Pegadaian terkenal sebagai tempat masyarakat 'mendapatkan' uang dari hasil menjaminkan barang miliknya. Padahal, tak hanya gadai, Pegadaian juga memiliki produk lain seperti pembiayaan hingga tabungan emas.

Di era milenial, Pegadaian pun ingin fokus membidik generasi milenial supaya bisa jadi nasabahnya. Sunarso bermimpi untuk membuat Pegadaian bisa dibuat berkonsep kafe ala 'Jaman Now'. “Sekarang orang kan suka nongkrong di kafe, saya punya mimpi bisa tawarkan produk Pegadaian selain pembiayaan dan gadai di sana. Misalnya produk tabungan emas, jadi sambil ngopi bisa buka tabungan emas juga," kata Sunarso.

Dia meyakini tabungan emas adalah yang paling prospektif untuk membidik generasi milenial. Dia mencontohkan, misalnya harga satu gram emas Rp 500 ribu, kemudian si generasi milenial membuka 1 gram, lalu beberapa hari lagi datang dan menabung Rp 250 ribu. Karena menabungnya sedikit demi sedikit, tidak terasa bisa mencapai 1,5 gram. Nah, ketika nasabah ingin langsung mengambilnya, bisa saja dilakukan dan tentu harganya juga meningkat.

Untuk itu, menurut Sunarso, menyasar generasi milenial akan terus dikampanyekan. Satu hal yang akan dilakukan adalah dengan mengubah budaya perusahaan atau corporate culture. Selama ini, dengan tagline "Mengatasi Masalah Tanpa Masalah", menciptakan kesan bahwa orang yang mendatangi Pegadaian pasti sedang bermasalah. “Datang diam diam terus ngomong-nya pelan pelan. Padahal tidak seperti itu," ujar dia.

Menurut Sunarso, Pegadaian adalah lembaga jasa keuangan non bank yang memiliki sejumlah produk dan menyediakan solusi. Sangat memungkinkan jika nasabah datang ke Pegadaian dengan tujuan berkonsultasi untuk pengambilan kredit. Maka, lanjutnya, rasanya memang Pegadaian penampilannya harus diubah agar kekinian.

 

Literasi Milenial, Dirut Pegadaian Berikan Kuliah Umum dan Beasiswa di Universitas Brawijaya

Thu, 20 Sep 2018 - "Literasi produk keuangan dari pegadaian kepada mahasiswa menjadi prioritas untuk menyiapkan generasi muda yang selalu siap bertransformasi terhadap perubahan khususnya kemajuan teknologi digital di industri keuangan..."

Kunjungi Situs Bung Karno, Dirut Pegadaian Rasakan Segarnya 'Air Perigi'

Fri, 24 Aug 2018 - Tepat di rumah inilah Bung Karno tinggal dalam keadaan serba terisolasi dari Jakarta, namun beliau tidak tinggal diam saja dan bahkan berhasil merumuskan pokok pikiran dari Pancasila yang kelak akan menjadi dasar filosofi Republik ini...

Rayakan HUT RI ke-73 di Ende, Pegadaian Sebar 400 Lebih Tabungan Emas

Fri, 17 Aug 2018 - "Hari ini saya nambah nasabah dari kota Ende. Kalau saya hitung sekitar 150 orang ya semua petugas apel. Jadi segera diurus di Pegadaian ya. Ini supaya masyarakat belajar menabung. Ini saldo awal saja. Emas itu nilainya tidak turun..."

Pegadaian Ajarkan Keberagaman Kepada Generasi Muda via Program Siswa Mengenal Nusantara

Wed, 15 Aug 2018 - "Program yang sudah kami gagas sejak tahun 2015 sangat bermanfaat untuk meningkatan pengetahuan, terutama untuk saling mengenal kebudayaan satu sama lain, mengingat Indonesia kaya akan budaya dan bahasa..."

Pegadaian-KPK Kerjasama Tangkal Gratifikasi & Tingkatkan Penerapan GCG

Tue, 07 Aug 2018 - Kerja sama ini menjadi salah satu upaya Pegadaian untuk membangun integritas yang merupakan salah satu corporate value Pegadaian maupun value dari BUMN.

"The Gade Clean and Gold" Menukar Sampah menjadi Tabungan Emas

Sun, 05 Aug 2018 - Masyarakat bisa menjual sampah dan hasil penjualannya bisa disimpan dalam bentuk tabungan emas Pegadaian.



Non Bank

OJK: Kemajuan Teknologi Finansial Perlu didukung SDM yang Handal.

Berdasarkan data World Bank, dari jumlah 157 negara, In

Presiden Jokowi: Pengembangan Ekonomi Digital Butuh Kebijakan yang Akomodatif

Pengaturan yang akomodatif menjadi semakin penting, aga

Bhinneka Life Gelar Literasi Keuangan untuk Guru Se-Yogyakarta

Mengajak peran serta para guru mata pelajaran ekonomi d

Mandiri Inhealth Tangani 447 Kasus di Asian Games 2018

Bukti dukungan Mandiri Inhealth dalam ajang Asian Games

Portofolio

OJK Dorong Pertumbuhan Industri di Daerah Melalui Pasar Modal

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong perusahaan

Ini 57 Entitas Yang Aktivitasnya Dilarang Satgas Waspada Investasi OJK

Imbauan ini dikeluarkan mengingat entitas tersebut tida

Gandeng China Galaxy Securities, CIMB Awali Bisnis Pialang Saham di Asia

Usaha patungan berpeluang tumbuh untuk mendukung aktivi

Menkeu Berharap Pemda Manfaatkan Investasi untuk Bangun Daerah

Menkeu mencontohkan daerah Halmahera Utara dan Tabanan

Interview

Glen Alexander Winata: Utamakan Proteksi Nasabah, Komisi Pasti Mengikuti

Pada awalnya, kebanyakan agen asuransi pemikirannya sel

Pengamat Syariah: Dorongan Pemerintah Adalah Kunci

"Pemerintah itu harus ada inisiatif, misalnya proyek Rp

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Harga komoditas global yangterus berada di level terend

Satelit adalah Kekuatan BRI

Jalan sejarah sedang ditapaki oleh Bank Rakyat Indonesi

Riset

INDEF: Reformasi Agraria butuh Regulasi

payung hukumnya untuk membagikan kan harus ada. Payung

Tidak Merata, Pulau Jawa Dominasi Pertumbuhan Negara

Apabila sumber pertumbuhan dapat lebih tersebar maka ke

Inklusi Keuangan Meningkat Jadi 67,82 Persen

Indeks inklusi keuangan Indonesia meningkat pada angka

Tax Amnesty Berpotensi Masuki Jilid II

Tax amnesty itu diperpanjang katakanlah setahun lagi bi